Cecintaan

5 Tanda Kamu dan Pasangan Terjebak Toxic Relationship dan Cara Mengatasinya

Apakah kamu pernah terjebak dalam toxic relationship, Girls? Lantas, gimana sih cara mengatasinya? Yuk, kepoin tipsnya dalam artikel ini!

Menjalin hubungan harmonis dengan pasangan tidaklah mudah. Kerjasama yang baik antara kedua belah pihak merupakan kunci utama dalam membangun keharmonisan bersama pasangan.

Namun, apa yang terjadi jika usaha membangun hubungan harmonis tersebut tidak terwujud? Hmm, lumrah jika dalam hubungan ada pihak yang merasa stress dan tidak nyaman. Hal tersebut seringkali dikaitkan dengan istilah hubungan asmara yang tidak sehat yang berujung dengan berkurangnya energy bahagia, lho Girls.

Nah, kondisi hubungan seperti inilah yang sering disebut sebagai toxic relationship. Melansir dari beberapa sumber, hubungan dikatakan toxic apabila kedua belah pihak tidak saling mendukung dan menghargai satu sama lain. Hubungan tersebut sangat menguras tenaga dan pikiran, terutama bagi korbannya.

Toxic Relationship; Ketika Hubunganmu Kehilangan Energi Bahagianya

Cinta merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap orang. Hal tersebut juga diungkan oleh Maslow dalam Hierarki Kebutuhan, bahwa kebutuhan dasar manusia meliputi Psychological Needs, Security Needs, Belong and Love, Esteem Needs dan Self-Actualization Needs. Untuk memenuhi kebutuhan belong and love, manusia mulai membangun hubungan dekat dengan lawan jenisnya.

Namun, realitanya tidak sedikit pasangan yang memiliki hubungan kurang sehat atau disebut toxic relationship. Toxic relationship memiliki dampak yang cukup signifikan bagi kondisi psikis pasangan, bahkan tidak jarang orang yang terjerat dalam toxic relationship ini mengalami depresi lho, Girls. Duh, bahaya juga ya!

So, jauh-jauh deh dari toxic relationship!

5 Tanda Kamu dan Pasangan Terjebak Toxic Relationship dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri Kamu Terjerat Toxic Relationship, Hati-hati ya Girls!

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah ciri-ciri yang penting untuk dikenali, agar kamu terhindar dari toxic relationship:

  1. Merasa gagal jadi diri sendiri

    Hal pertama yang muncul ketika kamu terjerat dalam toxic relationship adalah kamu gagal menjadi diri sendiri. Kamu akan sulit menerima diri sendiri karena pasanganmu selalu melontarkan kalimat kritik yang menjatuhkan kepercayaan dan harga dirimu, Girls.

    Selain itu, kamu juga menjadi sulit mengungkapkan bagaimana sebenarnya yang kamu rasakan. Karena kamu merasa tidak pernah bisa untuk berbicara dan mencoba terbuka padanya. Melelahkan bukan?

    Apabila kamu ada dalam kondisi yang seperti ini, maka kamu perlu berpikir kembali untuk melanjutkan hubunganmu ya, Girls. Ingatlah bahwa hubungan asmara yang sehat adalah hubungan yang saling mendukung, bukan saling menjatuhkan dan tentu saja hubungan yang bisa membuat Anda bebas menjadi diri sendiri.
  2. Kualitas komunikasi yang buruk

    Konon, komunikasi adalah kunci dalam sebuah hubungan. Dapat dikatakan, bagaimana hubungan berjalan sangat bergantung dengan bagaimana kamu membangun komunikasi dengan pasanganmu.

    Setiap konflik dalam hubungan, idealnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik ya, Girls. Nah, sekarang coba kamu ingat-ingat, apakah kamu dan pasangan sudah melakukannya? Jika dalam menghadapi konflik pasanganmu malah melakukan kekerasan emosional, maka hati-hati ya Girls, bisa saja kamu dan pasangan terjerat dalam toxic relationship.
  3. Kehilangan kebebasan dalam menjalani kehidupan

    Tanda lain yang mengindikasikan bahwa kamu terjebak dalam toxic relationship adalah ketidakleluasaan kamu dalam beraktivitas. Dalam artian, salah satu diantara kalian bersikap mengatur dan sangat mengendalikan.

    Kebiasaan ini membuat kamu tidak leluasa lagi untuk bergaul dengan teman, keluarga, dan siapapun yang kamu temui selain pasangan. Sayangnya, meskipun terlihat jelas fenomena ini masih tidak disadari oleh mayoritas orang sehingga mereka masuk dalam jeratan toxic relationship.

    Ingat ya, Girls! Ketika pasanganmu selalu mengendalikanmu, bukan berarti dia terlalu cinta. Cinta yang sehat bisa diwujudkan dengan cara lain tanpa harus mengendalikanmu. So, be aware ya!
  4. Kamu mulai menemukan kesulitan untuk berkembang

    Sebagai individu, kamu memiliki hak untuk terus tumbuh dan belajar. Dengan hubungan yang sehat, maka pasanganmu tidak akan menghalangi kamu untuk menemukan versi terbaikmu. Biasanya mereka akan mendorong dan mendukung setiap langkah yang kamu tempuh.

    Namun, hal tersebut tidak dapat kamu temukan dalam toxic relationship. Sebaliknya, pasanganmu merasa bahwa keinginanmu untuk belajar dan menunjukkan versi terbaikmu adalah sebuah ancaman. Bahkan tidak jarang, mereka akan melontarkan kata-kata yang malah menjatuhkan semangatmu, Girls.
  5. Hubunganmu tidak direstui orang-orang terdekat

    Cinta memang memabukkan, Girls. Tidak heran ketika kamu sedang dimabuk asmara, sering kali logika akan kalah dengan perasaan. Perasaan cinta yang begitu besar membuat kamu selalu memaklumi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pasanganmu tanpa perlu diperbaiki. Ceileh!

    Namun, sadar atau tidak hal ini akan sangat merugikan, lho. Sikap maklum terhadap setiap kesalahan tersebut bisa berdampak buruk bagi kualitas hubungan kalian, lho.

    Nah, ketika kamu sedang dibutakan oleh cinta, orang-orang disekitarmu biasanya mampu melihat hal tersebut sebagai tanda hubungan yang kurang sehat. So, jika orangtua atau teman terdekat kalian tidak merestui hubunganmu dengan pasangan, coba pikirkan baik-baik, ya. Siapa tau apa yang diutarakan mereka dapat menolongmu dari jeratan toxic relationship.

Itulah sederet ciri-ciri toxic relationship yang penting untuk dikenali. Tidak hanya memiliki dampak buruk bagi hubungan, toxic relationship juga berdampak buruk bagi kesehatanmu, Girls.

BACA JUGA:  5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Niat untuk Hidup Sehat

Toxic relationship mungkin akan membuat seseorang mengalami stress karena energi bahagianya sudah terkuras. Studi yang dipublikasikan oleh University of Southern California mengungkap bahwa hubungan yang toxic dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit jantung. Pasalnya, hubungan yang tidak bahagia membuat orang yang bersangkutan cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi, obesitas dan mengalami perlambatan dalam proses penyembuhan luka.

So, untuk bangkit dari toxic relationship kamu perlu menjalin kembali komunikasi yang lebih sehat dan tegas bersama pasangan, ya. Jangan sungkan untuk curhat dan berbagi pengalaman dengan kerabat atau keluarga, agar kamu tidak terjerat dalam hubungan yang toxic

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: