Karakter

8 Alasan Menjadi Lajang Adalah Hal yang Luar Biasa

Banyak orang dicibir karena pilihannya memilih untuk melajang. Padahal menjadi lajang bukan pilihan yang buruk.

BICARAPEREMPUAN.COM – Jangan salty-in jomblo deh. Melajang bukan berarti enggak laku. Bisa jadi itu adalah pilihan hidupnya.

Status lajang bukanlah hal yang buruk. Ini adalah tentang memberdayakan potensi diri.

Berikut ada 8 alasan kenapa melajang bukan pilihan yang salah dan menjadi lajang merupakan hal yang bisa luar biasa!

Yuk, lihat alasannya apa saja.

Alasan Seseorang untuk Menjadi Lajang Seumur Hidup

8 Alasan Menjadi Lajang Adalah Hal yang Luar Biasa

1. Focus on ourself

Ketika kita berkencan dengan seseorang, kita pasti akan banyak menghabiskan waktu dan energi untuk pasangan. Itu berarti lebih sedikit waktu untuk fokus pada diri sendiri dan tujuan pribadi kita.

Tetapi kalau berstatus jomblo, maka berarti kita akan bisa tetap fokus bekerja dan tujuan hidup kita ke depannya. Kita mungkin memutuskan untuk tetap melajang, terutama jika itu berfokus pada meningkatkan kualitas diri. Kita akan mengevaluasi pertumbuhan kualitas diri dan keberhasilan di tempat kerja.

2. Terlanjur nyaman sendiri

Menjadi lajang bukan berarti kesepian. Teman, sahabat dan kerabat siap menemani, kapan pun dibutuhkan.

Bagi para lajang, kesendirian justru memunculkan rasa nyaman. Bahkan dengan kesendirian, kita justru merasa lebih menikmati hidup, karena segala sesuatu dengan bebas mereka putuskan sendiri tanpa pertimbangan siapa pun. Termasuk pasangan.

"Kapan Nikah?" - 7 Jawaban Cerdas untuk Menjawabnya

3. Menjadi mandiri

Menjadi perempuan mandiri akan sangat membantu kita dalam jangka panjang. Salah satu kunci untuk menjadi pribadi yang mandiri adalah dengan tidak bergantung pada orang lain.

BACA JUGA:  5 Cara Mencintai Diri Sendiri

Ketika memiliki pekerjaan dan penghasilan, gunakan secara bijak agar memiliki simpanan sendiri untuk masa depan kelak.

4. Less stress

Berada dalam suatu hubungan tidak hanya berarti harus memfokuskan bagian diri sendiri pada orang lain, tetapi juga berarti harus berurusan dengan argumentasi-argumentasi kecil.

Pastilah semua juga akan menghadapinya, pun semua juga tahu bahwa enggak ada hubungan yang sempurna. Toh pasangan juga merupakan dua pribadi yang berbeda, sehingga biasa adu argumen sana-sini.

Tetapi ketika masih lajang, kita jadi tidak perlu berurusan dengan “perkelahian” yang bisa menguras emosi itu. Karenanya, tingkat kebahagiaan para lajang ini, secara psikologis, menjadi lebih tinggi, karena punya penguasaan pribadi yang kuat dan cenderung tidak mengalami emosi negatif.

Anehnya, bagi pasangan yang menikah hasilnya malah sebaliknya, semakin mandiri pasangannya, semakin besar kemungkinan mereka harus berurusan dengan hal-hal negatif.

Definisi Keluarga: Yang Mana yang (Pengin) Kamu Miliki?

5. Lebih banyak waktu dengan teman-teman

Bagian menyedihkan lainnya dari menjalin hubungan adalah menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman-teman.

Para lajang biasanya lebih beruntung untuk hal satu ini. Mereka lebih perhatian dan cenderung mempertahankan hubungan jangka panjang yang lebih dekat dengan orang-orang dalam kehidupan mereka.

BACA JUGA:  Gila Kerja Tapi Bahagia? Bisa Aja dengan 3 Tip Ini!

Hanya dengan menjadi lajang juga membuat kita tetap terhubung dengan keluarga, dan komunikasi dengan saudara juga lebih intens.

6. Dapat menemukan minat baru

Sepanjang waktu yang dihabiskan sendirian, berarti lebih banyak waktu yang didedikasikan untuk menemukan jati diri.

Kita dapat menemukan minat baru yang bahkan tidak kita ketahui sebelumnya. Dengan menjadi lajang, akan menuntun untuk menemukan siapa diri kita sesungguhnya dengan kemampuan/minat yang baru.

Patah Hati Gara-gara Kena Ghosting? 11 Cara Ini Bisa Menyembuhkanmu!

7. Trauma

Pengalaman masa lalu, gagal menikah dengan kekasih yang dicintai juga menjadi alasan sebagian perempuan untuk tetap melajang.

Mereka merasa trauma dengan pengalaman pahitnya sehingga takut untuk memulai hubungan baru. Apalagi jika kegagalan menikah itu disebabkan perselingkuhan mantan kekasih. Perasaan hancur, sakit hati dan trauma membuat wanita menutup hati untuk cinta. Hingga akhirnya ia tak berminat untuk berumah tangga.

8. Lebih sehat

Ternyata melajang dapat membawa banyak manfaat kesehatan yang terhubung dengan gaya hidup seseorang.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang lajang lebih sering olahraga dibandingkan dengan orang-orang yang bercerai dan menikah.

BACA JUGA:  5 Tipe Teman yang Terlalu Berbahaya untuk Kewarasanmu

Beberapa psikolog juga menunjukkan, bahwa perempuan lajang umumnya lebih sehat daripada wanita menikah. Buktinya, mereka mengambil lebih sedikit hari libur dan jarang mengunjungi dokter. Bahkan mungkin ada juga hubungan antara memiliki risiko lebih rendah seperti penyakit jantung.

So girls, nobody’s perfect! Tak ada satu pun manusia sempurna. Namun siapa pun berhak menentukan pilihannya, termasuk untuk tidak menikah atau menjadi lajang seumur hidupnya.

Jika itu bisa membuat bahagia tanpa mengganggu kehidupan orang lain, why not?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: