Cecintaan Karakter

Segera Menikah? Tidak untuk 9 Alasan Ini!

Segera menikah? Kenapa?

BICARAPEREMPUAN.COM – “Kapan nikah?”

Hayoh, siapa yang sudah sampai pengin muntah dengar pertanyaan ini? Zaman sudah teknologi tinggi, masih saja dapat pertanyaan yang sama.

Tenang, girls. You can answer with whatever you want. Mau serius, mau bercanda, atau enggak dijawab? Nggak masalah. Itu hakmu, dan enggak jadi kewajibanmu untuk menjelaskannya pada semua orang.

Menikah adalah momen yang indah, kecuali untuk alasan yang salah. Pastikan kamu punya alasan yang tepat sebelum memutuskan untuk segera menikah dan melaju ke depan penghulu.

Segera Menikah? Tidak untuk Alasan-Alasan Berikut

Ditinggal teman-teman dekat

Waspadalah! 7 Tipe Teman ini Bisa Bikin Bangkrut!

Ini biasa terjadi pada mereka yang punya sahabat mayoritas perempuan. Mendekati akhir dua puluhan, satu demi satu teman kamu mulai memutuskan untuk berkeluarga. Pelan-pelan, kamu pun mulai kehilangan partner in crime.

Jika sudah begini, tak heran kalau timbul keinginan pula untuk segera menikah dan mengakhiri masa lajang.

Well, biar sahabat sudah menikah, tak ada peraturan yang mewajibkanmu untuk melakukan hal serupa. Banyak kok kegiatan seru yang bisa kamu lakukan seorang diri. Tanpa harus menikah.

2. Takut jadi perawan tua

Jika nenek kita dulu punya momongan di usia belasan tahun, kini banyak perempuan berumur kepala tiga yang masih asyik melajang. Tak perlu takut umur kamu “expired” hingga memutuskan untuk segera menikah.

Bagi banyak pria, perempuan matang itu justru lebih memikat ketimbang ABG yang manja dan emosinya masih suka naik turun.

Kalau kamu masih nyaman dengan kondisi saat ini, kenapa juga mesti memaksakan diri segera menikah hanya karena takut tak laku lagi?

BACA JUGA:  4 Arti Pelukan Pria

3. Butuh dukungan finansial

7 Resolusi Tahun Baru 2019 untuk Keuangan yang Lebih Baik di Tahun Depan

Ini adalah alasan klasik yang sudah ada sejak zaman Siti Nurbaya. Stereotip pria sebagai pencari nafkah membuat banyak perempuan merasa sah-sah saja menggantungkan hidup pada calon suami.

Padahal, kondisi perkawinan yang sejak awal sudah berat sebelah ini bisa berakibat kurang sehat pada kehidupan kamu nantinya.

Belajar mandiri finansial yuk. Meski si dia luar biasa kaya, roda kehidupan manusia senantiasa berubah. Pilihlah calon suami karena hatinya, bukan semata-mata isi dompetnya.

4. Lari dari orang tua

Punya orang tua yang kurang sensitif terhadap kebutuhan kita memang terkadang bikin nggak betah di rumah ya?

Tapi, bukan berarti jalan keluarnya adalah kamu mencari orang lain sebagai teman ‘melarikan diri’. Bukannya menyelesaikan masalah yang ada di depan mata, kamu malah menambah daftar permasalahan baru di masa depan.

Rekonsiliasi hubungan dengan orang tua. Belajar mencintai mereka apa adanya. Jika kamu memang merasa lebih ‘sehat’ ketika berada di luar rumah, nggak ada salahnya tinggal terpisah tanpa menikah dulu kok. Kamu bisa mengontrak bersama teman-temanmu, atau ngekos saja.

5. Mengisi kekosongan

Segera Menikah? Tidak untuk 9 Alasan Ini!

Akhir-akhir ini kamu merasa kurang bersemangat menjalani hari? Kamu mau segera menikah hanya karena ingin membuat kehidupanmu terasa lebih ‘spicy’?

Ingat, pernikahan bukanlah jaminan tiket menuju kebahagiaan lo. Ekspektasi berlebihan terhadap pernikahan malah bisa membuatmu nggak bahagia dan menyesal di kemudian hari.

Temukan kebahagiaan di dalam dirimu sendiri. Tekuni hobi lama yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan. Atau, lakukan kegiatan baru yang memungkinkan kamu bertemu banyak kenalan dan melakukan aktivitas menyenangkan.

BACA JUGA:  Meski Cinta Sangat Besar, Namun Kita Tak Mungkin Mengubah 7 Hal yang Ada pada Pria Ini!

6. Hamil

Ouch. Mengurus kehamilan dan mengasuh anak seorang diri memang bukan perkara mudah. Tapi, menjebloskan dirimu sendiri dalam perkawinan dengan orang yang nggak kamu cintai juga bukan solusi yang tepat.

Kini banyak kok perempuan yang sukses menjadi seorang single parent.

Temukan jalan untuk menjamin kemandirianmu secara finansial. Dapatkan pula dukungan dari orang-orang terdekat untuk membantumu mengurus anak bila nantinya ia lahir.

7. Obat patah hati

Bila Cinta Menipis, Jangan Buru-Buru Putus! Lakukan Dulu Beberapa Hal Berikut
Bila Cinta Menipis, Jangan Buru-Buru Putus! Lakukan Dulu Beberapa Hal Berikut. Image via HuffPost

Kamu masih kesal karena disakiti mantan pacar? Karenanya, kamu berusaha menyembuhkan rasa sakit hati dengan cara menikahi pria lain?

Patah hati tidak sama dengan rasa lapar yang bisa disembuhkan oleh sembarang makanan. Kamu hanya akan bisa pulih jika sudah berdamai dengan perasaan dan diri sendiri, dan bukan menggantinya dengan cinta yang lain.

Jika tetap ingin melampiaskan kekesalan, lakukan dengan cara lain yang lebih bermanfaat. Misal dengan cara menggapai prestasi di bidang karier atau memperbaiki penampilan.

8. Menyenangkan orang lain

Memang benar bahwa pernikahan bukanlah keputusan yang hanya melibatkanmu dan calon pasangan saja. Tetapi juga sanak saudara, keluarga, dan handai taulan. Namun tetap saja, pihak yang paling berkepentingan dalam hal ini adalah kamu dan calon suami.

Menikah ‘setengah hati’ sama saja membuka kesempatan bagi kamu atau calon suami untuk melirik orang lain, kelak.

Ambil cuti beberapa hari untuk berlibur seorang diri dan merenungkan jalan hidup yang akan kamu pilih. Keputusan untuk segera menikah semestinya datang dari dalam hatimu, dan bukan semata-mata tindakan kompromi untuk menyenangkan orang lain.

BACA JUGA:  Kamu Jomblo Sementara Teman-Temanmu Sudah Menikah? Nggak Perlu Galau, Girls!

9. Takut kehilangan kesempatan

Saat Harus Ketemu Mantan, Apa yang Harus Kamu Lakukan? Image via HuffPost

Dilamar pria idola pasti bikin mabuk kepayang. Tapi, sempurna di mata orang lain belum tentu sama bagi diri kita sendiri. Biar tampang mirip Adipati Dolken, tapi kalau nggak mampu mengimbangi kecerdasan dan selera humormu, maka kamu belum tentu bahagia dengannya.

Buat daftar kriteria calon pendamping. Jika ia tidak dapat memenuhi sebagian besar di antaranya, sebaiknya kamu mencari pria lain yang lebih mampu membuatmu bahagia.

So, girls, tidak ada alasan yang tepat untuk segera menikah, selain jika kamu memang sudah mantap menjalaninya. Keinginan itu harus datang dari diri kamu sendiri, bukan datang dari luar–dari sembarang orang. Apalagi hanya karena pertanyaan, “Kapan nikah?”

Itu bukan urusan orang lain. Itu urusanmu, dengan dirimu sendiri. Kamu sendirilah yang akan menentukan, kapan waktu yang tepat untuk menikah.

So, sans saja!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: