Karakter

Mau Jadi Lebih Baik? Yuk, Belajar dari Para Motivator Dunia Berikut!

Belajar memang bisa dari siapa pun, tapi belajar dari para motivator dunia ini is a must!

BICARAPEREMPUAN.COM – Albert Einstein pernah bilang, bahwa kita tak bisa mengantisipasi masalah di masa mendatang lewat satu pikiran yang sama.

Yuk, kita perkaya kualitas diri dan pikiran dengan belajar dari para motivator dunia ini, untuk menghasilkan rasa, sekaligus tindakan lebih hebat.

Belajar dari Para Motivator Dunia Agar Menjadi Lebih Baik Lagi dari Waktu ke Waktu

“Great minds discuss ideas; Average minds discuss event; Small minds discuss people.”

Motivator dunia - Eleanor Roosevelt

Sepenggal pikiran yang terdengar sedikit “mengintimidasi” ini adalah milik Eleanor Roosevelt. Perempuan luar biasa ini memainkan perannya sebagai pejuang hak sipil, khususnya dalam menaikkan derajat perempuan pekerja.

Semasa menjabat Ibu Negara Amerika Serikat sejak 1933 – 1945, gayanya dikenal cukup kritis dan pedas dalam berpikir. Ungkapan di atas dideklarasikan Eleanor di tengah perlawanannya, ketika mengumpulkan dukungan atas pembentukan PBB tahun 1940-an.

“Berhentilah membicarakan keburukan orang lain, jangan habiskan waktu kita. Pikiran semacam itu hanya akan menguras energi yang tak perlu dibuang. Jika kita punya maksud baik, berikan gagasan dan masukan bermanfaat secara langsung kepada mereka.”

Selama periode Eleanor bergerak di PBB, ia sukses menyalurkan aspirasinya dan turut memimpin komite dalam merancang dan menyetujui Pernyataan Umum tentang Hak-hak Asasi Manusia.

So, girls, coba lihat lagi subjudul di atas, dan di tahun 2019 ini tentukanlah, mau menjadi orang seperti apakah kita?

“Whatever you think, think the opposite.”

Satu kalimat populer di tahun 2006—yang juga merupakan judul buku karya Paul Arden, motivator dunia, penulis, sekaligus Executive Creative Director Saatchi & Saatchi, UK.

BACA JUGA:  Mau Tahu Tipe Kepribadian Kamu? Gampang, Lihat Saja Bagaimana Kamu Membawa Tas!

Ia mengungkapkan, bagaimana kekuatan berpikir terbalik mampu membakar semangat kita untuk sukses.

“It’s the wrong way to think, but the right way to win,” tulisnya sebagai kata pembuka.

Selanjutnya di lembar kedua, sebuah kalimat Paul dalam ukuran font putih raksasa berbunyi, “Let us start off on the right fiit by making some wrong decisions,” telah menjadikan buku keduanya ini sebagai buku motivasi nomor satu di dunia.

Gayanya bermain lewat persepsi berlawanan menjelaskan keuntungan di balik cara bagaimana membuat keputusan yang buruk.

Seperti dalam bab Photographing Flowers, ia menjelaskan bahwa saat hendak mengabadikan gambar bunga, sudah pasti kita akan mencari tumbuhan terbaik, memperlakukannya secara hati-hati, sampai menatanya dalam frame agar terlihat lebih indah kan?

Tentu saja foto tersebut akan jadi indah, tetapi apa bedanya dengan jutaan foto bunga yang lainnya?

Maka, ia berpikir, daripada memotret bunga segar, kenapa nggak mengabadikan bunga layu, hingga menjelma menjadi sempurna?

Hal tersebut sudah dilakukan oleh Irving Penn, seorang fotografer Amerika yang langsung mendunia tahun 1987. Paul pun mengutip cara berpikir Irving beserta fotonya ke dalam bukunya untuk berbagi.

“Semakin sering orang meneriakkan kehebatan mereka, semakin kecil rasa percaya diri mereka.”

Motivator dunia - Paul Hanna

Motivator dunia asal Australia, Paul Hanna, berbagi cerita dalam bukunya yang berjudul You Can Do It!

Penulis merangkap pembicara ini mengaku, tertarik untuk mengungkapkan bagaimana seharusnya kita berpendapat tentang orang-orang berpikiran negatif. Menurutnya, sikap cenderung defensif merupakan satu ciri dari mereka yang tidak perlu perbaikan.

“Saya tahu, sebenarnya mereka membutuhkan informasi yang lebih banyak lagi.”

BACA JUGA:  Lebih Pintar Mengelola Waktu, Coba Sontek 4 Cara Para Pria Ini!

Meyakinkan orang-orang yang berpikiran negatif sama halnya dengan menjual.

“Kita harus memulainya dengan sebuah sasaran. Sekali kita dapat memasuki pikiran mereka, maka hasilnya, mereka berbalik menjadi positif.”

Motivator dunia satu ini juga mengharuskan kita untuk memegang satu pemahaman bahwa pikiran negatif yang mengelilingi mereka disebabkan oleh ketidakyakinan diri mereka sendiri. Menurutnya, cara terbaik untuk menghentikan sikap menyebalkan ini adalah dengan mengajak mereka tenggelam dalam satu pikiran bertopik “keberhasilan”.

Tingkat keyakinan diri sendiri akan menentukan seberapa negatif kita dalam menilai seseorang. Yang terpenting, misi pikir yang perlu ditanamkan, yakni bantulah mereka meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Bila pengalaman dipandang lewat cara tertentu, maka ia membuka pintu lain dalam rongga jiwa.”

Ungkapan ini merupakan persepsi di balik “keterbukaan” dalam seri buku Hidup Sebuah Permainan yang diangkat Cherie Carter-Scott, Ph.D., motivator dunia asal New Jersey.

“Keterbukaan berarti sikap mau menerima. Hidup akan memberikan banyak pelajaran jika kita berpikir terbuka untuk mengenai nilai di dalamnya.”

Berdasarkan pengamatannya, pelajaran setiap orang jelas sekali terlihat; tergantung dari lensa kacamata apa yangs edang digunakan.

“Bila kita memakai lensa penolakan, dengan mudah rasa marah dan getir menghasilkan sikap keras kepala yang akhirnya menghalangi pertumbuhan pribadi lebih baik.”

Maka, terbukalah dan sabar agar kita bisa menyimak setiap hikmah dan pelajaran yang lewat di depan mata kita.

“Habis gelap terbitlah terang.”

Motivator dunia - RA Kartini

Kutipan ini nggak asing ya, girls? Kutipan dari RA Kartini–sang motivator dunia atas persamaan hak perempuan dari Indonesia–ini ternyata mengenai dirinya sebagai perempuan yang berjuang.

Itulah yang ditemukan oleh Pramoedya Ananta Toer dan kemudian ditulisnya dalam Panggil Aku Kartini Saja, yang merupakan hasil telaah terhadap cetakan ke-3 Habis Gelap Terbitlah Terang pada tahun 1951 oleh Armijn Pane.

BACA JUGA:  Setop Lakukan Pembunuhan Karakter Perempuan Lainnya Ini dan Dunia Akan Jadi Tempat yang Lebih Baik

“Isinya banyak mengenai ratap tangis dan manifestasi keputusasaan maupun kehilangan akal Kartini, termasuk ketergantungannya pada Belanda,” kata Pram.

Dilihat dari sejumlah tulisan Kartini, ia punya gaya bahasa bebas, kadang menantang, namun tetap tak meninggalkan batas kesopanan.

Bagi Pram, imbangan moral ini menjadi ciri khas isi pikiran Kartini.

“Benar sekali, bahwa pada saat-saat tertentu, semangat Kartini merosot, putus asa, dan kehilangan akal, bahkan sampai menangis tersedu. Tetapi, ini biasa terjadi dalam perjuangan, apalagi perlawanan tunggal. Berjuang hendak menimbulkan situasi baru.”

Sebagai perempuan penuh semangat seperti kita pun sesekali—sangat boleh—untuk down, namun kemudian kita harus segera bangkit kembali. Karena tak pernah ada kegagalan sejati.

Nah, semoga kita semua menjadi lebih baik lagi ya, girls! Yuk, banyak belajar juga dari para motivator dunia yang lain!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: