Karier

Berani Negosiasi Gaji? Inilah 3 Langkah yang Bisa Kamu Ambil

BICARAPEREMPUAN.COM – Negosiasi gaji itu nggak dilarang kok. Nggak pula sesuatu yang haram atau memalukan. Baik sebagai karyawan tetap ataupun jika kamu bekerja paruh waktu, juga sebagai freelancer.
Selain bisa meningkatkan tabungan untuk masa depan keluarga, hal tersebut menjadi nilai lebih di mata perusahaan.

Dalam artikel yang berjudul 10 Questions to Ask When Negotiating Salary, Monster Finance Careers Expert, Dona Dezube menjelaskan, bahwa selain bisa meningkatkan kemampuan negosiasi yang berguna untuk kemajuan karier, perusahaan juga akan melihatmu sebagai seorang yang tahu akan nilai diri sendiri, dan nggak cuma pasrah menerima gaji yang ditawarkan.

Eits, tapi bukan berarti kita bisa seenaknya minta kenaikan gaji juga sih, girls. Ada langkah-langkah diplomatis yang harus kamu lakukan demi angka yang lebih besar di slip gaji tersebut. Coba kita lihat yuk.

 

3 Langkah Smart Negosiasi Gaji

1. Buka negosiasi

If you don’t ask, you will not know.

Betul? So, mau ditolak ataukah diterima, naik beneran atau enggak, kamu nggak akan pernah tahu kalau kamu enggak bertanya.

Faktanya, banyak calon karyawan yang akhirnya hanya bisa menerima saja upah pas-pasan karena enggan melakukan negosiasi gaji, baik itu saat wawancara kerja maupun saat sudah diterima dan bahkan berprestasi.
Padahal kalau mereka berani memulai, peluang untuk menerima gaji yang lebih besar bisa saja terbuka lebar.

Oke, ada 2 situasi yang bisa saja terjadi.

BACA JUGA:  Bekerja Sesuai Tipe Kepribadian dan Cepat Sukses, Ikutan Kuis Ini!

Situasi 1: Kamu sedang melakukan interview karena kamu pengin bekerja.

Pastikan gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan. Kalau hanya habis untuk makan dan transport, artinya usahamu banting tulang selama sebulan akan sia-sia, girls.

Saat pewawancara nggak juga membahas soal gaji ini, kamu juga boleh kok bertanya, “Kalau soal gaji, bagaimana kebijakan perusahaan yang berlaku?”

Pokoknya, girls, jangan asal menerima tawaran pekerjaan kalau kamu nggak juga jelas apa hak dan kewajiban yang ada di perusahaan tersebut. Kamu kan nggak bekerja sebagai volunteer kan?

Perjelas, apakah gajinya take home pay, atau gaji pokok? Mintalah rincian berbagai tunjangan yang wajib diberikan oleh perusahaan padamu, misalnya berapa uang makan, uang transport, adakah asuransi kesehatan dan lain-lain.

Tapi pastinya ini nggak berlaku untuk freelancer ya, girls.

Kemudian, saat sudah ada angka, tanyakan, “Apakah angka tersebut masih bisa dinegosiasikan?”

Nah, kalau jawabannya tidak, maka ya berarti segitu pulalah kemampuan perusahaan tersebut. Namun, kalau masih bisa dinego, nggak ada salahnya kok minta gaji yang sedikit lebih tinggi.

Situasi 2: Kamu mendapatkan promosi atau ditawari pekerjaan di perusahaan lain (apalagi kalau kompetitor)

Hal ini menandakan bahwa kamu punya potensi yang membuat perusahaan lain berani merekrut untuk posisi tertentu. Ini tandanya (lagi), bahwa negosiasi gaji adalah hal penting.

So, mulailah melakukan negosiasi gaji dengan “harga tinggi”. Untuk kamu yang telah berpengalaman lama, sebuah studi membuktikan, memberi nominal tinggi (sekitar 2 kali lipat dari gaji sebelumnya), membuat negosiasi gaji berakhir pula dengan nominal tinggi.

BACA JUGA:  4 Tipe Pekerja yang Selalu Ada di Setiap Kantor - Kamu Termasuk yang Mana?

Tapi, ada baiknya juga sih, kalau kamu mencari informasi terlebih dahulu mengenai standar nominal gaji untuk level yang setara dengan posisimu saat ini. Ya, supaya nggak over gitu negonya, girls.

Kecuali kalau kamu sudah tahu sebesar apa nilai jual dirimu dan besarnya gaji yang kamu inginkan, maka menolak kompromi juga sah-sah saja.

jika kita terlalu banyak berkompromi, maka hasilnya sudah dapat ditebak. Kita akan hanya mendapatkan sedikit uang. Begitu kata Dona Dezube.

 

Berani Negosiasi Gaji? Inilah yang Harus Kamu Perhatikan

2. Nggak perlu buru-buru memutuskan

Belum merasa cocok dengan tawaran gaji yang diajukan, tanyakan apakah kamu boleh meminta waktu untuk berpikir. Selama 3 hari, misalnya?

Sebaiknya sih jangan menerima pekerjaan atau penawaran gaji hanya karena ingin mencoba. Buang waktu saja, girls. Lebih baik kamu alokasikan waktumu untuk mencari peluang yang lain ketimbang kamu hanya setengah hati bekerja di perusahaan yang kamu lamar itu.

Lagi pula, kalaupun nanti kita mengundurkan diri karena kurang puas dengan gaji, itu juga nggak terlihat professional sama sekali. Kita sendiri juga yang akan rugi.

Lebih baik, mundur saja jika memang gaji tak memungkinkan. Siapa tahu, kalau memang perusahaan membutuhkanmu, mereka pasti berani kompromi.

 

3. Work smart play hard

Perusahaan memiliki beberapa pertimbangan yang menentukan besarnya gaji setiap karyawan. Kamu dan rekan di divisi serta level yang sama belum tentu memiliki gaji yang sama besarnya. Pertimbangan itu antara lain pengalaman kerja, tingkat kesulitan pekerjaan, target dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  6 Cara Menghadapi Bos Killer Agar Pekerjaan Kamu Lebih Lancar

Untuk menilai apakah gaji yang diterima sudah sesuai atau belum, bandingkan dulu dengan pertimbangan tadi, girls. Misalnya, tawaran gaji di perusahaan baru memang 2 kali lebih banyak, maka lihat dulu juga, jangan-jangan load kerjanya juga lebih berat.

Yang pasti, ini bukan lagi zamannya work hard play hard, tapi work smart play hard.

 

Nah, semoga usaha negosiasi gaji kamu pada HR maupun pada bos disetujui ya, girls. Good luck!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: