Karakter

Curhat pada Diri Sendiri? Kenapa Enggak?

Nggak ada yang diajak curhat? Ya, udah. Curhat pada diri sendiri aja.

BICARAPEREMPUAN.COM – Sedang mengalami masa sulit, girls? Dan, nggak ada seorang pun yang bisa diajak berbicara? Bahkan pacar pun kadang rasanya nggak bisa memahami kita.

Hmmm … kalau gitu, cuma diri sendiri saja yang bisa diandalkan. Yuk, curhat pada diri sendiri! Kita bisa kok menggunakan kekuatan pikiran untuk keluar dari kondisi yang tak menyenangkan ini.

Bagaimana caranya? Here’s how.

Cara Curhat pada Diri Sendiri

Jati Diri Menjadi Diri Sendiri - curhat pada diri sendiri

Mengorganisir pikiran

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk curhat pada diri sendiri adalah mengorganisir pikiranmu lebih dulu. Caranya gimana?

Hmmm. Ingat nggak, girls, dulu kita suka menulis di diary? Atau kamu masih melakukan kegemaranmu satu itu sampai sekarang?

Menulis diary itu merupakan terapi lho. Apa saja manfaatnya untuk kamu?

  • Membantu kita merefleksikan hidup. Menuangkan pikiran dalam sebuah tulisan akan membuat kamu bisa berpikir lebih objektif dalam melihat apa yang sedang kamu alami. Menulis diary akan membantumu untuk merefleksi ke belakang, dan kemudian menyadari sesuatu yang menjadi kesalahanmu. Sekaligus bisa melihat bahwa yang terjadi itu sebenarnya nggak seburuk yang kamu pikirkan. Sehingga akan ada sisi lain yang bisa kamu lihat.
  • Membuatmu tetap positif. Merasa sedang membutuhkan bantuan untuk mengisi “gelas yang kosong”? Sahabat yang selalu siap mendengar, kita punya. Pacar yang selalu mendampingi, juga ada dan setia. Keluarga yang selalu mendukung. Tapi mengapa masih saja ada yang kurang? Dengan menulis diary, kamu akan bisa melihat segala sesuatu dari sisi positif. Setiap mengakhiri hari, jawablah pertanyaan ini, apa yang membuatmu bersyukur di hari ini? Apa yang paling menyenangkan di hari ini? Tuliskanlah di diary. Dengan begitu kamu nggak akan pernah merasa kekurangan. Bersyukur membuatmu merasa kaya, girls.
  • Stress relief. Terlalu banyak yang harus dilakukan, sampai kamu sulit mengingat hal lain dan akhirnya justru banyak yang terbengkalai. Keluarkan semua yang terpendam di kepala, dan tuliskan. Rasa khawatir yang berlebihan akan meningkatkan kerja mental, dan pastinya ini akan membangkitkan stres. Menuliskannya berarti akan membantu meringankan short term memory dan mengurangi stres.
  • Membantu melewati masa-masa sulit. Menuliskan berbagai pikiran negatif yang ada di kepalamu akan menghasilkan perspektif baru. Biasanya setelah menuliskan semua keluh kesahmu, maka kamu akan merasa lebih lega dan lebih percaya diri mampu melalui segala kesulitan. Tak ada hal yang lebih menguatkan dirimu dibanding dengan mengetahui bahwa kamu mampu mengatasi setiap hal buruk yang terjadi dalam hidup.
BACA JUGA:  9 Cara Menikmati Hidup to The Fullest!

Detoks Teknologi

Sekarang ini siapa sih yang nggak menggunakan gadget dalam keseharian?

Di rumah, di kantor, bahkan di jalanan, kita hampir nggak bisa lepas dari gadget. Padahal terlalu lengket dengan gadget pun nggak baik buat dirimu, girls.

Di sinilah, kalau kamu mau curhat pada diri sendiri, maka kamu harus detoks teknologi dulu. Dr. Timothy Sharp dari Happiness Institute menjelaskan arti penting detoks teknologi sebagai terapi untuk jiwamu.

  • Detoks teknologi memungkinkanmu untuk terlibat dalam komunikasi langsung yang berarti. Selain itu juga memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk menikmati pengalaman berharga dengan orang-orang di sekitarmu secara langsung.
  • Untuk bisa detoks teknologi, kamu harus melakukannya secara bertahap. Pertama, yakinilah terlebih dahulu bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang sehat dan baik untuk diri sendiri.
  • Waktu yang paling tepat untuk memulainya adalah satu jam sebelum tidur setiap malam, beberapa jam di setiap weekend, dan jika kita berani, lakukan hal ini selama sehari atau dua hari penuh dalam sebulan. Saat merasa lelah, memang yang terbaik adalah back to basics, dengan mematikan semua gadget, lalu pergi keluar misalnya berolahraga, meditasi, dan melakukan hal lainnya yang menyehatkan sekaligus menenangkan.
  • Tentukan sendiri peraturannya, misalnya 2 hari ini kamu mengistirahatkan mata dari smartphone dan tablet. Atau hanya akan memegang Iphone satu jam saja selama weekend ini. Sesuaikan dengan kebutuhan, kepentingan, dan kemampuan. Ucapkan peraturan terlebih dahulu, kalau perlu sampaikan pada teman-teman ataupun keluarga yang mungkin akan menghubungimu.
  • Kemudian untuk benar-benar bisa menerapkannya, tinggalkan gadget di ruang berbeda dalam keadaan off. Jadi, kamu nggak akan tergoda untuk menggunakannya. Berikan reward pada diri sendiri jika berhasil melakukannya.
BACA JUGA:  Menjadi Sahabat Itu Susah-Susah Gampang

Saat berada dalam beberapa pilihan sulit, berikan saran pada diri sendiri

Layaknya kamu sering memberi saran terbaik untuk sahabat terbaik saat sesi curhat, kamu pun sebenarnya bisa memberikan saran untuk diri sendiri.

Tina Plavsic, seorang life skills consultant, mengungkapkan rahasia untuk bisa membuat keputusan besar berdasarkan saran yang kita pikirkan sendiri. Begini caranya.

  • Buat dua buat list, satu untuk pro, satu lagi untuk kontra. Tuliskan semua hal positif dan negatif dari setiap pilihan yang kamu punya. Ketika kamu nggak yakin yang mana yang akan dipilih, metode ini sangat membantu untuk memikirkan kebaikan dan keburukan dari berbagai sisi.
  • Pikirkan seseorang yang sering menjadi inspirasimu, atau seseorang yang kamu idolakan. Misalnya saja mama kamu yang selalu bisa memberikan saran-saran hebat. Bayangkan apa yang akan beliau katakan padamu, saran apa yang kira-kira akan beliau berikan. Ikuti saran bijak beliau, meski beliau mungkin tak sedang berada di dekatmu.
  • Keputusan baik datang ketika tidak dalam keadaan terburu-buru. So, beri waktu pada diri sendiri untuk memikirkannya secara sungguh-sungguh. Ketika kamu beraksi terlalu cepat, sering kali itu akan membuatmu tak memikirkan segala efek dan kemungkinan yang mungkin akan terjadi.
  • Kadang kamu pun dengan mudah memberikan saran pada orang lain di sesi curhat, saat diminta. Tapi kok nggak bisa kamu terapkan pada diri sendiri saja ya? So, sekarang cobalah untuk memikirkan saran apa yang akan kamu berikan pada orang lain jika mereka berada di situasi yang sama denganmu saat ini.
  • Ada kalanya kamu bisa lebih merasakan sesuatu tentang situasi tersebut ketimbang memikirkan jalan keluarnya di kepala. Ini berarti, ketika kamu nggak juga menemukan jawabannya, maka ini saatnya untuk mengikuti kata hati. Jangan lupa meminta pertolongan padaNya juga ya, girls.
BACA JUGA:  Lebih Percaya Diri Tanpa Insecure dengan 7 Tip Jitu Ini

So, ready to make a choice, get out of tough situation, and enjoy your life now, girls?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: