Kuliner

Selama Bulan Puasa, Hindari 4 Jenis Makanan Ini Agar Pencernaan Lancar

Tak hanya ibadah, kita juga mesti memperhatikan soal makanan karena berhubungan dengan kesehatan kita. Jangan sampai di bulan puasa, kita malah jadi sakit.

BICARAPEREMPUAN.COM – Pernah merasakan perut melilit di siang bolong karena salah makan? Atau perut kembung karena minuman soda? Mungkin keduanya tidak terlalu menjadi masalah kalau tidak sedang menjalankan ibadah puasa ya, girls?

Di bulan puasa, biasanya banyak sekali yang harus diperhatikan. Selain bersedia untuk lebih menjaga hati dan pikiran, lahiriah pun mesti diupayakan selalu fit dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terutama kalau kita sedang menjalankan ibadah puasa kan, perut akan berada dalam keadaan kosong selama lebih dari 12 jam? So pasti ada beberapa hal khusus yang harus diutamakan agar badan tetap dalam kondisi baik selama bulan puasa ini. Soalnya, di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, kan girls?

Sebaliknya, bila ada gangguan fisik selama menjalankan ibadah puasa, secara tidak langsung kebersihan hati dan pikiran juga terganggu. Ibadah Ramadan kamu akan terusik, atau bahkan terputus karenanya.

Sayang bukan, karena bulan puasa nan suci ini hanya datang selama 30 hari saja dalam setahun?

Lalu, jenis makanan dan minuman apa saja yang harus dihindari di bulan puasa agar perut tetap nyaman selama 12 jam lebih?

Menu Makan Siang - bulan puasa

1. Makanan beraroma kuat

Saat kita tidak minum selama berjam-jam, mulut akan menghasilkan lebih banyak liur, sehingga bakteri lebih cepat tumbuh. Bakteri-bakteri tersebut bekerja sama dengan sisa makanan di sela-sela gigi dan menghasilkan gas sulfur. Perut yang kosong juga akan memproduksi asam lambung lebih tinggi, apalagi pada penderita sakit mag. Dua hal tersebut pada gilirannya memberikan sumbangsih besar bagi masalah bau mulut.

BACA JUGA:  Mau Diet Sehat? Ini Dia 3 Makanan Pengganti Nasi yang Bisa Kamu Variasikan Sendiri!

Dengan demikian, makanan-makanan dengan aroma kuat memang kurang dianjurkan untuk dikonsumsi di bulan puasa. Kalau biasanya suka makan nasi hangat dengan petai atau jengkol dengan cocolan sambel, sepertinya hobi itu harus di-pending dulu selama satu bulan deh, girls.

Atau kalau kamu senang menyamil durian sebagai makanan penutup, sebaiknya ganti dengan buah-buahan lain yang lebih segar dan berair.

Kurangi juga konsumsi bawang goreng kriuk yang lezat itu dalam makanan ya, girls. Simpan saja untuk opor dan sambal goreng ati saat Lebaran nanti!

2. Gorengan

Berbagai camilan renyah ini memang sudah membudaya sekali di Indonesia, ya kan, girls? Saking banyaknya permintaan, demi memuaskan pelanggan, hampir tidak ada satu pojokan jalan pun yang bebas dari penjual gorengan. Apalagi saat bulan puasa. Bakwan, tahu, tempe, combro dan kawan-kawan itu pastinya lezat sekali bila digigit bersama cabai rawit hijau saat berbuka.

Tapi sebaiknya, kamu hati-hati. Makanan yang dimasak dengan teknik deep fried itu biasanya mengandung banyak sekali minyak, yang mungkin sudah jenuh karena dipakai untuk menggoreng berkali-kali tanpa diganti. Lapisan minyak tebal membuat makanan sulit dicerna, dan semakin membuat haus.

Selain itu, biasanya gorengan (juga junk food) memakai penyedap rasa yang banyak hingga sangat gurih dan asin. Makanan yang asin akan membuat mulut terasa kering hingga butuh banyak minum untuk menetralisasi indra perasa.

Masalahnya, kebiasaan buruk kita adalah, jika sudah mengonsumsi makanan gurih berminyak, tentu minuman dingin nan manis akan terasa nikmat! Nah, minyak yang masih menempel di sepanjang usus itu kemudian tersiram air dingin yang akhirnya membuatnya mengeras menjadi kerak.

BACA JUGA:  4 Minuman yang Paling Tepat Diminum Menemani Waktu Olahraga Kamu

Sekarang tahu kan, mengapa minyak itu bisa jadi jahat bagi tubuh?

3. Makanan yang terlalu pedas

Demi sang perut yang akan menahan lapar selama berjam-jam lamanya saat menjalankan ibadah puasa, sebaiknya hindari dulu makanan yang pedasnya level lima ke atas, girls!

Rasa menyengat yang timbul dari cabai itu bisa membuat iritasi pada organ pencernaan (walaupun kadar kepekaannya berbeda), hingga membuat perut terasa mulas.

Lebih daripada sekadar mulas, makanan yang terlalu pedas juga dipercaya bertanggung jawab atas menipisnya lapisan pelindung lambung, padahal lapisan itu berfungsi untuk melindungi dari asam lambung.

4. Makanan bersifat asam

Yang tergolong makanan yang bersifat asam itu antara lain produk-produk olahan susu, ikan, daging, bahkan gandum.

Makanan dengan kandungan asam ini dapat menguras mineral tubuh, seperti kalsium dan potasium. Sedangkan bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa, kekurangan mineral itu bisa membuat tubuh cepat letih, hingga badan menjadi tidak fit dan kurang konsentrasi.

Itulah mengapa minuman beralkali, seperti air kelapa muda, sangat dianjurkan untuk mengembalikan ion tubuh. Jadi, kalau bisa, kalau kamu biasa minum susu, kurangi dulu jatahnya selama bulan puasa ini.

Selain makanan, kamu juga perlu memperhatikan pola minum, selama bulan puasa ini.

Beberapa hal yang mesti kamu perhatikan

Air putih is a must!

Tetap usahakan untuk meneguk setidaknya 8 gelas sehari air putih selama bulan puasa.

Pastikan air yang kamu minum tersebut adalah air putih yang sejuk, tidak panas tidak dingin. Karena kalau sudah kehausan sepanjang hari, kita biasanya menyerah pada minuman dingin berwarna-warni nan menyegarkan tenggorokan.

Hindari terlalu banyak gula

Hal ini untuk mencegah penumpukan kadar gula yang bisa membuat tubuh lemas seharian (juga risiko diabetes!) selama bulan puasa.

BACA JUGA:  6 Bahan Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dihangatkan Lagi Karena Berbahaya Bagi Tubuh!

Pilih menu secara cerdas

Pilih menu berbuka yang manis dengan cerdas. Jika sudah ada kolak dengan gula merah yang berlimpah, sediakan minuman yang netral tanpa rasa.

Sebaliknya, jika kamu sudah menyantap es buah dengan sirop yang legit, simpan dulu kolaknya untuk besok. Atau jika hari ini ada es teh manis yang menyegarkan untuk berbuka, jangan lupa sediakan pula segelas air putih untuk teman menikmati makan besarnya.

Berbuka dengan perlahan

Jangan lupa juga, kalau perut kosong selama berpuasa, maka akan perlu waktu untuk menyesuaikan dirinya dengan para hidangan berbuka.

Usahakan untuk mengisinya dengan perlahan saat buka puasa, misalnya dengan 2-3 butir kurma dulu ditambah dengan air putih.

Jangan membuatnya kaget dengan santapan yang dingin seperti es buah, disambung dengan yang panas seperti kolak.

Nah, selamat menjalankan ibadah selama bulan puasa ya! Semoga ibadah Ramadan kita semua diterimaNya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: