Keuangan

5 Langkah Memilih Reksa Dana yang Sesuai dengan Tujuan Finansialmu

Jika kamu berniat untuk mulai investasi hari ini, mungkin sekaranglah saatnya kamu kenalan dan tahu cara memilih reksa dana yang tepat.

BICARAPEREMPUAN.COM – Sudahkah kamu kenal dengan reksa dana? Barangkali, kamu akan bingung memilih reksa dana apa–di mana mesti menitipkan uang yang nggak seberapa hasil kerja bagai quda.

Bingung. Apa beda reksa dana ini dan itu? Memilih reksa dana dengan cara cap cip cup jelas enggak disarankan. Lalu gimana dong?

Yes, kamu mesti sadar, girls. Belanja reksa dana itu enggak bisa seimpulsif belanja buku atau baju.

Jadi, gimana dong? Well, BiPer will show you, meskipun sampai sekarang ya masih terus belajar mengenali produk-produk investasi yang cocok. Tapi seenggaknya, semoga kamu–yang lagi baca artikel ini–nggak perlu salah-salah amat dalam memilih reksa dana yang cocok untukmu.

Begini tahapan memilih reksa dana yang tepat untuk berbagai tujuan finansial

1. Kenali apa goals-mu

Mau Jual Apartemen atau Rumahmu? Saatnya Maksimalkan Iklan di 99.co Indonesia

Ternyata, “judul” tujuan finansial ini menjadi penentu pertama saat kamu memilih reksa dana.

Kamu mau investasi untuk apa? Kamu mau nanti duit hasil pengembanganmu buat apa? Ini yang akan jadi “judul” investasimu. Di sini akan ada “kandungan emosi”.

Maksudnya gimana? Misalnya nih, kamu mau investasi untuk biaya nikah 3 tahun lagi. So, “judul” investasimu adalah “buat biaya nikah”. Kalau investasi ini gagal? Ya, bisa jadi, mundur deh dari 3 tahun. Atau malah, batal nikah.

Nangis gak tuh?

Makanya, judul ini penting, supaya kita tuh investnya jadi termotivasi.

Setelah tujuan dan judulnya ketemu, lalu tentukan waktunya. Kalau di contoh tadi, kan 3 tahun lagi. Kamu bisa mengambil target sendiri.

Misalnya, pengin beli rumah pertamamu dengan KPR. Berarti kamu harus menyiapkan sejumlah down payment kan ya? Taruhlah kamu butuh uang ini 5 tahun lagi. Ini bisa banget menjadi “judul” tujuan finansialmu.

Atau bahkan tujuannya juga bisa yang “lifestyle” banget–maksudnya, bukan kebutuhan primer. Misalnya, buat jalan-jalan ke luar negeri, setahun lagi. Atau, buat beli kamera mirrorless, tahun depan. Dan seterusnya.

BACA JUGA:  Siapkan DP Rumah Sejak Usia Muda? Bisa Banget, Begini Caranya!

Apa pun itu, pastikan realistis ya. Supaya motivasinya juga realistis.

2. Kenali bagaimana karaktermu sendiri

Tahap kedua yang harus kamu lakukan untuk bisa memilih reksa dana yang tepat untuk tujuan finansialmu (yang sudah kamu tentukan di tahap pertama) adalah mengenali karaktermu sendiri.

Kamu tahu kan, bahwa ada banyak produk investasi yang bisa kamu pilih? Nggak cuma reksa dana saja. Dan, setiap investasi mengandung risiko dan cuan masing-masing. Kalau kamu enggak paham sama karaktermu sendiri, terus kamu salah ambil produk investasi, yang ada kamu akan stres sendiri.

Misalnya nih. Kamu bukan tipe yang suka spekulasi, bukan tipe petualang, dan bukan orang yang suka deg-degan. Kamu suka merasa aman, nyaman, dan pasti kalau soal duit. Kamu juga malas ribet. Dapat cuan sedikit nggak masalah, yang penting atau syukur-syukur, bisa teratur.

Orang tipe ini adalah tipe orang yang termasuk dalam karakter investor konvensional. Tujuan finansial biasanya juga enggak terlalu aneh-aneh, dan biasanya juga lebih suka main jangka pendek.

So, reksa dana adalah produk investasi yang paling tepat buat kamu.

Nah, kalau kamu adalah tipe yang berkebalikan dari tipe karakter di atas–suka ambil risiko, suka adrenalin, suka nyoba-nyoba, dan pengin dapat cuan yang gede dengan horison waktu yang cukup panjang (karena mungkin duitmu nganggur)–sepertinya kamu bisa memilih saham, atau kalau masih di reksa dana ya pilih reksa dana saham.

Jadi, pastikan bahwa kamu tahu betul dengan karaktermu sendiri ya. Terus, kalau udah tahu dan hafal sama karakter diri sendiri, apakah ini berarti sudah selesai?

Belum, sampai di sini juga belum selesai sih. Mari lanjut ke tahap ketiga.

3. Kenali produk investasi–dalam hal ini, jenis reksa dana

Cara Memilih Reksa Dana yang Sesuai dengan Tujuan Finansialmu

Kalau reksa dana sendiri, ada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

BACA JUGA:  Keuangan Pribadi Kamu Bakalan Terus Kacau, Kalau Kamu Masih Saja Melakukan 7 Kebocoran Pengeluaran Ini!

Mari kita lihat masing-masing sekilasnya. Untuk lebih detail, kamu bisa gugling lebih banyak.

Reksa dana pasar uang

  • 100% danamu akan diinvestasikan ke instrumen pasar uang.
  • Cocok untuk investasi jangka pendek, di bawah 1 tahun. Oke juga kalau buat dana darurat.
  • Risiko paling rendah, di antara semua reksa dana. Tapi bukan berarti tanpa risiko loh ya. Risiko tetap ada. Baca gih, artikel tentang reksa dana pasar uang yang sudah ada.

Reksa dana pendapatan tetap

  • Reksa dana yang investasinya dibelanjakan di instrumen obligasi minimal sebesar 80%, sisanya baru ke pasar uang.
  • Imbalnya lebih besar ketimbang reksa dana pasar uang, tetapi risikonya pun juga lebih besar.
  • Cocok buat kamu yang punya tujuan finansial dengan rentang waktu 1 – 3 tahun.

Reksa dana campuran

  • Reksa dana yang diinvestasikan maksimal 79% ke saham dan obligasi, sisanya pasar uang. Pokoknya harus ada saham, obligasi, dan pasar uang deh.
  • Cocok buat kamu yang mau investasi untuk 3 – 5 tahun.
  • Risikonya–karena jangka waktunya lebih panjang–maka lebih gede juga. Moderat deh.
  • Pendapatan dan pertumbuhan investasimu lebih stabil kalau diinvestasikan di reksa dana ini.

Reksa dana saham

  • Investasinya 80% ke saham, sisanya ke pasar uang.
  • Reksa dana saham ini risikonya paling gede di antara jenis reksa dana yang lain ya, karena tergantung banget pada fluktuasi pasar saham.
  • Buat kamu yang punya tujuan finansial lebih dari 5 tahun, mendingan pilih reksa dana ini nih.
  • Imbalnya juga lebih gede, karena lebih agresif itu tadi

Nah, sudah tahu kan, karakter masing-masing jenis reksa dana? Itu yang paling basic dan prinsip aja sih. Tapi, rasanya sudah cukup untuk memberi gambaran sifat masing-masing.

So, bisa dilihat kan. Tujuan dan “judul” investasimu akan sangat menentukan, juga jangka waktunya.

Untuk lebih jelas dan detailnya, ada banyak bahan bacaan di luar sana. Selamat belajar!

BACA JUGA:  7 Resolusi Tahun Baru 2019 untuk Keuangan yang Lebih Baik di Tahun Depan

4. Pilih mau beli di mana

Nah, masalah berikutnya biasanya adalah, mau beli di mana? Setidaknya ada 3 tempat untuk membeli reksa dana yang sudah dikenal sekarang:

  • Manajer investasi langsung, misalnya seperti Manulife, Bareksa, dan sebagainya.
  • Bank, kamu bisa cari informasi di bank tempat kamu punya rekening tabungan, apakah mereka jual reksa dana juga.
  • Online. Ini yang paling kekinian sih. Bahkan kamu bisa beli reksa dana di marketplace terkenal seperti Bukalapak dan Tokopedia.

So, sesuaikan saja dengan kenyamananmu. Belinya juga yang kecil-kecil saja dulu, mulai dari Rp100.000.

5. Pilih produknya untuk dibeli

7 Resolusi Tahun Baru 2019 untuk Keuangan yang Lebih Baik di Tahun Depan

Nah, untuk memilih reksa dana terutama tentang produknya ini memang sedikit tricky dan kita perlu belajar sedikit, girls. Tapi hal ini mestinya nggak masalah kan, ya?

Coba follow beberapa akun yang sering membahas berbagai tip keuangan pribadi di media sosial. Misalnya seperti QM Financial, Diskartes, ataupun akun Instagram Dani Rachmat. Banyak hal bisa kamu pelajari dari akun-akun ini.

Gimana, girls? Siap untuk punya tujuan finansial yang jauh ke depan dan realistis? Yuk, siapkan dari sekarang, dengan memilih reksa dana yang tepat untukmu.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: