9 Cara Mencintai Pekerjaan Agar Kamu Lebih Cepat Sukses

BICARAPEREMPUAN.COM – Cinta pada keluarga membuat kita akan selalu pulang ke rumah dengan rasa bahagia. Cinta pada pasangan akan membuat hubungan awet sepanjang waktu. Nah, kalau mencintai pekerjaan? Ya, pastinya akan membuat kita menjadi makin produktif dan kreatif, serta terbuka kesempatan untuk semakin sukses ke depannya.

Tapi, mau cinta pada pasangan, atau cinta pada pekerjaan, sama-sama merupakan misteri. Saat awal mungkin kita belum bisa merasa asyik, tapi lama-lama juga enjoy. Confucius saja bilang, “Do what you love.”

And here’s how to enjoy and love your job more and more each day, girls!

 

9 Cara Mencintai Pekerjaan Kamu Agar Lebih Terbuka Kesempatan untuk Sukses

5 Jenis Karya Seni Sederhana yang Bisa Kamu Buat untuk Mengisi Waktu Senggangmu dengan Berfaedah

1. Melihat dari kacamata yang lebih positif

Mungkin kariermu saat ini bukanlah karier impian ya, bahkan mungkin kamu nggak pernah menginginkan untuk bekerja di bidang ini sebelumnya. Ditambah lagi, perjalanan dari rumah ke kantor yang sering kali sudah menyedot energi besar karena jauh dan macet.

Tapi menurut Paul Powers, penulis buku Love Your Job: Loving the Job You Have … Finding a Job You Love, selalu ada sisi positif dari segala hal, jika kamu memang mencintainya. Begitu juga dengan pekerjaan.

Di balik semua hal yang menyebalkan dari pekerjaanmu, pasti ada satu, dua, banyak hal yang kamu sukai dari profesi sekarang ini. Entah gajinya yang memuaskan, atau kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan karier, atau bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak orang baru … Anything!

Pastikan saja kamu selalu mengingat hal-hal yang menyenangkan itu saat kamu sedang dalam kondisi down.

 

2. Fokus pada tugas yang disukai

Salah satu cara untuk bisa mencintai pekerjaan adalah karena mengenali diri dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

BACA JUGA:  Menemukan Peluang Usaha, 7 Hal Berikut Sering Terlewatkan oleh Pebisnis Pemula

Susun daftar berisi apa saja yang bisa kamu lakukan dalam bekerja. Yang menempati nomor-nomor teratas adalah hal-hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan, sedangkan yang terbawah adalah tugas yang paling nggak kamu sukai (yang kalau bisa dihindari saja).

Diskusikan dengan atasan, apakah mungkin bagimu untuk lebih fokus mengerjakan tugas-tugas yang kamu sukai saja? Misalnya, jika kamu merupakan staf survei, tanyakan apakah mungkin kamu boleh melakukan analisis data saja di komputer ketimbang berpanas-panas di lapangan.

 

3. Delegasikan tugas

Kalau kamu mempunyai staf untuk membantu pekerjaan, kamu bisa mendiskusikan dan mendelegasikan tugas-tugas tertentu pada mereka, dan memfokuskan diri pada hal-hal yang bisa kamu lakukan dengan bahagia.

Tapi, ingat ya, girls, lakukan delegasi ini hanya jika memang minatmu berbeda dengan mereka ya. Terkadang ada orang yang lebih suka tugas di lapangan, ketimbang analisis atau administrasi yang bagi mereka hanya duduk membosankan. Begitu pula sebaliknya.

Kamu juga harus ingat, bahwa tugas yang membahagiakan itu nggak sama dengan tugas yang ringan lo. Jangan sampai kamu malah justru dianggap ‘mau enaknya sendiri’ karena selalu melemparkan tugas yang susah pada orang lain, sedangkan kamu hanya mau menyelesaikan yang gampang-gampang saja.

 

4. Hadiah pada diri sendiri

Nah, kan nggak mungkin juga kamu akan terhindar dari tugas yang menyenangkan saja selamanya? Ada saatnya kamu nggak bisa sama sekali mendelegasikan tugas pada orang lain.

Supaya lebih menyenangkan, maka berilah hadiah pada diri sendiri setiap kali kamu sukses melakukan tugas ‘berat’ yang nggak begitu menyenangkan tersebut. Misalnya, secangkir kopi istimewa saat kamu sudah pulang dari bertugas survei lapangan. Hal ini pasti akan membuat mood-mu kembali membaik.

BACA JUGA:  9 Strategi Sukses Presentasi Buat Kamu, Perempuan Kreatif!

Atau sekadar guilty pleasure melahap setangkup burger, pasti ampuh untuk memulihkan perasaanmu setelah menyelesaikan tugas.

 

5. Atur waktu kerja

Dalam buku 101 Ways to Love Your Job, Gerard O’Donovan menyarankan, jika kita ingin mencintai pekerjaan kita, maka kita harus bisa mengatur jadwal kerja menurut prioritas waktu serta berdasarkan besarnya minat kita terhadap pekerjaan tersebut.

So, kalau kamu merasa lebih bersemangat di pagi hari, maka kerjakanlah tugas-tugas yang kurang kamu minati justru pada pagi itu. Dengan demikian, kamu akan lebih cepat menyelesaikannya, dan lebih cepat bebas pula darinya.

Sebaliknya, jika semangat mulai meredup, maka lakukanlah tugas yang kamu sukai supaya gairah kerja menyala kembali.

 

6. Hangout dengan teman sekantor

Salah satu hal yang mampu membuat seseorang mencintai pekerjaan yang digelutinya adalah hubungan yang menyenangkan dengan teman sekantor.

Di luar jam kantor, kamu bisa meluangkan waktu sebentar sebelum pulang untuk nongkrong bareng mereka, dan lebih saling mengenal. Nggak perlu tiap hari juga sih, kamu bisa melakukannya misalnya di hari Jumat.

Tugas seberat apa pun pasti akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama teman-teman yang menyenangkan, bukan?

 

7. Pilih-pilih teman

Agar suasana hatimu selalu positif, maka ada baiknya kamu hanya bergaul dengan teman yang selalu pasang tampang happy, beraura positif, dan bersikap optimis. Dalam waktu beberapa hari saja, dijamin deh, semangat kerjamu akan meningkat pesat.

Kamu tak perlu membuang-buang waktumu untuk bergaul dengan mereka yang selalu berkeluh kesah dan pesimis menyikapi hidup.

Positiveness is contagious, girls, and so is negativeness. Be wise memilih yang mana ya.

 

BACA JUGA:  4 Tipe Pekerja yang Selalu Ada di Setiap Kantor - Kamu Termasuk yang Mana?

8. Cari peluang

Kalau apa yang kamu lakukan sekarang sudah nggak menarik lagi, cobalah untuk mulai memasang mata dan telinga, siapa tahu ada posisi yang lebih cocok bagimu di perusahaan.

Jika memang nggak ada, mengapa nggak coba untuk mengajukan posisi baru pada bos? Besar kemungkinannya penawaranmu akan dipertimbangkan oleh perusahaan, jika memang argumentasimu cukup kuat, dan job description yang ditujukan bagi posisi tersebut memang pas dengan skill dan kemampuanmu.

 

9. Raih kesempatan belajar

Di sela-sela urusan kerja, manfaatkan waktumu untuk mengikuti training, seminar ataupun workshop, demi meningkatkan ilmu dan keterampilanmu, sekaligus networking dan meng-update segala macam informasi yang berhubungan dengan bidang kerjamu. Ada banyak perusahaan yang sudah memiliki jadwal pelatihan rutin bagi karyawan mereka.

Menurut Alexander Kjerulf, si penulis buku Happy Hour is 9 to 5, kalau kantormu belum bisa memberikan fasilitas seperti ini, nggak ada salahnya lo, kalau kamu mengusulkannya pada bos.

 

Nah, gimana, girls?

Tentunya dengan melakukan langkah-langkah di atas, kamu akan semakin enjoy dan mencintai pekerjaan yang kamu geluti sekarang ini ya? Semoga membawa manfaat bagi orang lain, dan juga bagi dirimu sendiri ya.

Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.