Cecintaan

7 Definisi Keluarga: Yang Mana yang (Pengin) Kamu Miliki?

Mari mengenal berbagai definisi keluarga yang kini semakin bervariasi!

BICARAPEREMPUAN.COM – Keluarga adalah ayah, ibu, dan beberapa anak yang tinggal dalam satu rumah. Begitulah gambaran ideal sebuah keluarga yang sudah belasan tahun mungkin ada di pikiranmu ya, girls. Enggak ada yang salah dengan pola pikir semacam itu.

Namun, saat ini, fakta menunjukkan bahwa ternyata faktor ekonomi, pekerjaan, hingga gaya hidup secara perlahan tapi pasti mulai menggeser kedudukan tipe keluarga ideal di atas tadi, dan memunculkan tipe keluarga baru–yang siap atau tidak–semakin banyak ditemui di tengah masyarakat.

So, kali ini, BiPer pengin ajak kamu bahas sesuatu yang ‘lebih dewasa’ nih, yaitu ngomongin keluarga. Bagaimanapun, setiap dari kita selalu datang dari keluarga kan? Dan, mungkin, nantinya kita akan juga memiliki keluarga sendiri.

Definisi keluarga mana yang (pengin) kamu miliki, girls?

Orang Tuamu Memasuki Masa Pensiun? Bantu Mereka dengan 5 Langkah Ini!

1. Extended family

Definisi keluarga ini adalah keluarga yang terdiri atas keluarga inti–ayah, ibu, dan anak–yang tinggal satu atap dengan orang dewasa lainnya, seperti kakek dan nenek. Keluarga ini sering disebut sebagai conguine family, yaitu keluarga berdasarkan pertalian darah.

Hadirnya orang dewasa lain selain pasangan tentu akan berpengaruh dalam banyak hal, terutama pengasuhan anak, pengambilan keputusan, penanaman nilai-nilai yang mungkin berbeda, cara penyelesaian masalah, maupun pengaturan finansial. Privasi bisa sedikit terganggu akibat adanya orang lain ini.

Namun, hal ini bisa diatasi. Tentukanlah batasan, mana saja yang bisa diselesaikan dalam keluarga besar, dan mana yang harus diselesaikan sendiri. Tentukan area privasi dalam rumah, dan bersepakatlah untuk tak saling melanggar, misalnya kamar tidur. Minimalkan terlibat dalam perdebatan keluarga jika suatu saat harus terjadi. Mending pergi masuk kamar aja deh.

2. Commuter Family

Definisi keluarga kedua ini sering juga disebut keluarga jarak jauh. Karena tuntutan pekerjaan, salah satu dari pasangan suami istri terpaksa tinggal di kota yang berbeda, sebagai kota tempat ia bekerja. Mereka pulang di waktu-waktu tertentu untuk berkumpul bersama anggota keluarga lainnya.

BACA JUGA:  Ubah Status Gebetan Jadi Pacar dalam Waktu 10 Hari

Ketidakhadiran pasangan secara fisik bisa membuat hidup bersama anak menjadi cukup berat, karena harus berperan sebagai ayah atau ibu seutuhnya, sekaligus menjaga stabilitas emosi dan rasa aman di rumah.

Hal ini bisa diatasi dengan memperbanyak komunikasi melalui telepon, surat elektronik, pesan WhatsApp, video conference di Zoom, atau aplikasi lainnya. Ciptakanlah waktu yang berkualitas ketika bertemu, rencanakanlah sebelumnya agar semakin rindu untuk berkumpul. Saling berkirim foto, baik yang di rumah bareng keluarga, maupun yang di kota lain, demi mengabarkan bahwa semua baik-baik saja.

Definisi Keluarga: Yang Mana yang (Pengin) Kamu Miliki?

3. Keluarga single parent

Keluarga adalah hal paling berharga, semua orang juga pengin memiliki keluarga yang lengkap. Namun, ada kalanya hanya ada satu orang tua yang membesarkan anak. Biasanya terjadi melalui proses perceraian, kematian, atau ditinggalkan begitu saja oleh pasangan.

Peran ganda akan harus dijalani. Biasanya yang menjadi permasalahan utama adalah masalah keuangan, karena orang tua yang tinggal menjadi satu-satunya sumber keuangan dalam keluarga, dan ini tentu enggak mudah. Belum lagi penerimaan lingkungan, masih banyak orang yang memandang remeh status janda ataupun duda.

Jika ini terjadi, jalinlah komunikasi yang baik dengan tetangga dan ikut serta dalam kegiatan di sekitar rumah. Hal ini dapat membuat orang-orang memahami kondisi keluarga orang tua tunggal dengan lebih baik. Fokuslah pada apa yang dimiliki saat ini, dan akan lebih baik lagi jika bisa menjaga hubungan baik dengan mantan pasangan.

4. Keluarga mengadopsi anak

Ada juga keluarga di mana pasangan suami dan istri mengangkat anak dengan sah secara hukum untuk dijadikan sebagai anggota keluarga.

Belum lazimnya definisi keluarga ini di tengah masyarakat kita juga memberi peluang anak menjadi korban bully. Belum lagi kalau ternyata pasangan sudah memiliki anak kandung. Si anak angkat pasti akan dibanding-bandingkan dengan si anak kandung.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa keluarga justru menjadi semakin hangat dan ramai dengan hadirnya si anak angkat.

BACA JUGA:  9 Cara Berjalan yang Bisa Mendefinisikan Karakter Pria

Berilah waktu untuk saling mengenal satu sama lain, termasuk mengenalkan si anak angkat pada anggota keluarga besar yang lain, agar bisa beradaptasi dan membangun ikatan batin. Nggak perlu mencemaskan penilaian orang lain. Yakin saja bahwa anak-anak akan berkembang dan bertumbuh dengan optimal dengan cinta tulus yang diberikan oleh keluarga.

9 Pertanyaan untuk Si Calon Pacar Sebelum Jadian

5. Keluarga dengan satu anak

Definisi keluarga ke-5 ini terdiri atas pasangan suami istri yang memiliki satu orang anak dengan berbagai alasan, mulai dari masalah biologis, finansial, kenyamanan dan kebahagiaan, fokus pada karier, hingga belum diberi keturunan lagi.

Dalam keluarga ini, anak akan mendapat perhatian dan kasih sayang berlebihan sehingga bisa memperbesar peluang untuk terhambat aktualisasi diri dan pengembangan potensinya.

Orang tua sendiri juga bisa jadi overprotektif karena terlalu khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada si anak. Belum lagi perkembangan sosial emosional anak juga menjadi terbatas karena sejak kecil enggak punya saudara kandung, sehingga ia tidak pernah mengalami interaksi atau konflik.

Atasilah dengan lebih sering mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga besar–mungkin ada keponakan, sepupu, dan saudara-saudara lain yang bisa membuatnya berinteraksi lebih banyak. Ajarkan tanggung jawab lebih dini.

6. Keluarga dengan banyak anak

Definisi keluarga yang ke-6 ini hampir sama sih, yaitu terdiri atas ayah, ibu, tapi dengan anak lebih dari 2 orang.

Rame sih, keluarga dengan banyak anak ini. Tetapi, pasti ada tantangannya juga. Salah satunya adalah soal finansial. Akan butuh jumlah uang yang besar agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Belum lagi soal pendidikan anak–yang pastinya pengin memberikan yang terbaik untuk anak-anak.

Sulitnya membagi perhatian untuk anak satu dengan yang lainnya juga merupakan salah satu tantangan besar keluarga dengan banyak anak. Muncul peluang terjadinya kecemburuan antara anak-anak, sehingga mengganggu hubungan mereka bahkan sampai besar nanti.

Kelak, jika kamu memiliki keluarga tipe keenam ini, sisihkan waktu khusus untuk masing-masing anak. Misalnya dengan cara sekali atau dua kali dalam seminggu mengajak anak secara bergantian untuk menghabiskan quality time bersama. Ajak mereka berbelanja, misalnya. Atau melakukan hobi bersama. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk menjalin kerekatan lebih mendalam, dan memahami mereka secara pribadi.

5 Cara Memanfaatkan Kesempatan Kedua dalam Hubungan Cinta, Jangan Sia-Siakan!

7. Keluarga dari perkawinan kedua

Keluarga ini adalah keluarga yang terbentuk dari pria atau perempuan yang telah menikah sebelumnya, dan membentuk keluarga baru dan membesarkan anak dari hasil pernikahan sebelumnya.

BACA JUGA:  4 Arti Pelukan Pria

Yah, pernikahan kedua bisa jauh lebih rumit dan kompleks, karena pasangan bisa jadi akan membawa trauma di masa lalu.

Bicarakan soal anak dari awal. Misalnya mengenai jadwal pertemuan dengan si ayah atau si ibu kandung, juga soal pemberian nafkah bagi anak, urusan pendidikan, hingga soal pola asuh.

Berilah batasan yang jelas dan tegas kepada mantan pasangan, agar tak saling mengganggu urusan masing-masing lagi, kecuali soal anak.

Nah, jika secara kebetulan kamu adalah pihak pasangan yang belum memiliki anak, maka kamu tak perlu memaksakan diri untuk dekat dan disayangi oleh anak kandung pasanganmu. Biarkan saja semua berjalan secara natural.

Wow, semakin luas ya, definisi keluarga ini sekarang? Bagaimana dengan kamu, girls? Apakah kamu punya definisi keluarga yang lain, selain yang sudah disebutkan di atas?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: