Kesehatan

Diet Sehat, Kalahkan Dulu 3 + 2 Musuh Utamanya Ini

Lagi-lagi soal diet. Ya, bagaimana lagi? Asal diet sehat, bagus kan? Tapi …

BICARAPEREMPUAN.COM – Bila kamu sudah menjalankan diet sehat dengan baik–bahkan rasanya jarang cheating juga–tapi penurunan berat badan berjalan pelan, maka mungkin kamu perlu mengevaluasi lagi.

Kadang ada banyak hal, pemahaman, dan kondisi yang sepertinya nggak masalah, namun ternyata harus diwaspadai. Diwaspadai karena bisa bikin diet sehat kamu gagal, dan tujuan sehat kamu jadi nggak bisa tercapai.

Hal, pemahaman, dan kondisi apa sajakah itu? Mari kita lihat.

3 Musuh Utama Diet Sehat

1. Non fat # non kalori

Bosan makan buah, sebungkus biskuit dengan logo ‘low fat’ disiapkan untuk menjadi teman kamu ngemil sore nanti. Besok, akan ada pudding ‘fat free’ dan sekotak cokelat manis ‘low fat’ sebagai pilihan lain.

Di benakmu, makanan dengan logo rendah lemak atau tanpa lemak merupakan teman yang baik bagimu yang sedang menjalani diet sehat.

Tapi sayangnya, pemikiran ini salah!

Jangan tertipu dengan logo pada kemasan, karena sesungguhnya setiap makanan pasti mengandung kalori. Bukan hanya lemak yang harus kita waspadai, girls, tetapi juga kalori.

Mulailah membiasakan diri untuk membaca ‘nutrition fact’ yang terdapat di bagian belakang bungkus makanan. Bisa jadi satu bungkus biskuit yang kamu makan mengandung 400 kalori, yang hampir setara dengan nasi ayam goreng yang mengandung 600 kalori.

Tak ada salahnya untuk mengetahui kandungan apa saja yang masuk ke dalam tubuh kamu setiap harinya. Mengetahui apa yang dibutuhkan tubuh (bukan lidah) adalah kunci sukses diet sehat kamu, girls.

BACA JUGA:  7 Pemicu Sakit Kepala

2. Terjerat stress

Dalam sehari, kamu bisa merasakan lapar berkali-kali namun merasa bersalah saat ingin makan, kemudian timbul perasaan tidak nyaman karena mengidamkan makanan.

Lalu apa yang terjadi kemudian? Kamu pun jadi kurang bersemangat, dan jadi gelisah.

Kalau ini Mama rasakan sekarang, berarti Mama telah diliputi oleh stress karena berdiet.

Tahukah kamu, girls, bahwa kalau kamu merasa stres saat berdiet, maka dapat memicu peningkatan produksi hormon kortisol, sejenis hormon yang berkaitan dengan produksi lemak perut.

Sebuah penelitian yang dilakukan di San Fransisco, AS, yang melibatkan 121 relawan menunjukkan, kalau lebih dari 50% pelaku diet sehat justru mengalami peningkatan berat badan karena mengalami stres saat diet.

Nah, untuk mengalihkan perasaan yang bisa memicu stres seperti ini, mainkan games kesayangan kamu selama beberapa menit. Atau membaca buku. Atau apa saja yang bisa mengembalikan keceriaan kamu. Intinya, kebahagiaan dan pikiran positif berperan sangat penting dalam keberhasilan diet sehat kamu, girls.

3. Terpaku pada pekerjaan kantor

Sebuah penelitian menyatakan bahwa berat badan cenderung bertambah saat seseorang mulai bekerja, dan ini kebanyakan terjadi pada mereka yang rutin melakukan aktivitas di dalam ruangan.

Pekerjaan yang menumpuk seringkali membuatmu lupa untuk bergerak. Walaupun pola diet sehat kamu sudah benar, penumpukan lemak akan tetap terjadi jika tubuhmu jarang digerakkan.

Tak hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh the Clinical Nutrition Research Center the University of Alabama Birmingham menduga, bahwa penyejuk ruangan alias AC juga bisa membuat tubuh gemuk lo! Di ruang tanpa AC, tubuh akan mengeluarkan energi untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan sekitar. Untuk mendapatkan energi itu, tubuh secara otomatis akan membakar lemak.

BACA JUGA:  Kacamata Kesehatan K-Link untuk Mata Lelah Karena Kebanyakan Melototin Gadget

Sedangkan AC malah membuat tubuh ‘manja’ karena tubuh berada dalam ‘The Thermoneutral Zone’, atau zona suhu di mana tubuh nggak perlu lagi mengeluarkan energi untuk beradaptasi.

Itulah mengapa, terkadang ruang ber-AC bisa memicu rasa malas bergerak dan mengantuk. So, mulailah manfaatkan waktu istirahatmu di kantor untuk berjalan-jalan, walau hanya mengunjungi rekan kerja di ruang sebelah.

Menjaga Berat Badan, diet sehat

Nah, jadi Mama sudah tahu ya, apa yang membuat diet sehat kamu gagal?

Tapi jangan salah, girls. Ada beberapa hal yang juga perlu kamu perhatikan mengenai diet sehat yang sedang kamu jalani ini. Jika ada makanan yang sebenarnya sehat, tapi kamu salah dalam mengonsumsinya, maka makanan sehat tersebuti juga akan menjadi makanan jahat. Nah lo. Makanan apa saja ya?

Jenis makanan sehat yang bisa berubah jadi jahat

Buah

Pilihan tepat untuk mengganti konsumsi karbohidrat dengan buah-buahan saat kamu lapar di luar jam makan. Namun, buah juga memiliki kadar gula yang nggak sedikit. Jika berlebihan, maka bisa-bisa kalorinya justru bisa melebihi porsi makanmu, girls.

Apalagi kalau ditemani dengan dressing. Gula, susu kental manis, atau mayones, merupakan komponen pelengkap yang akan membuat buah menjadi musuh besar bagi diet sehat kamu.

So, hati-hati, mereka sering kali menyelinap lewat makanan sehat, seperti jus, salad, dan es buah.

Batasi asupannya jika ingin diet sehat kamu berhasil. Bagaimanapun, mengonsumsi makanan segar akan jauh lebih baik dan sehat dibanding dengan makanan yang telah diolah.

BACA JUGA:  3 Penyebab Haid Tidak Teratur Tiap Bulan

Sayur

Jangan merasa aman dulu saat sayur-sayuran menempati porsi yang lebih besar dibandingkan karbohidrat pada santap siang kamu.

Sayuran yang sehat bisa menjadi bumerang jika mengandung kadar garam berlebih. Meski tak berkalori, garam memiliki kontribusi besar dalam penambahan berat badan juga.

Garam adalah salah satu yang sering menjadi ‘musuh terselubung’ yang bersembunyi di dalam olahan sayur-sayuran. Garam banyak terdapat pada keju, kecap, penyedap rasa, dan makanan olahan.

Dalam Jurnal Progress in Cardiovascular Disease, kandungan natrium pada garam diyakini bisa meningkatkan cairan tubuh dan penimbunan lemak sehingga berat badan meningkat.

Hal ini sebenarnya bisa diakali sih. Jika makanan terlalu tawar, pakailah merica atau cabai bubuk sebagai pengganti.

Nah, girls, kamu sudah tahu apa saja musuh utama dan musuh terselubung diet sehat kamu kan sekarang? Yuk, mulai perhatikan lagi ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: