Film

5 Film Hollywood dan Indonesia dengan Perempuan sebagai Tokoh Sentral Berkarakter Kuat

BICARAPEREMPUAN.COM – Munculnya film Hollywood dan Indonesia dengan perempuan sebagai sosok dominan beberapa waktu yang lalu memang sempat tren.

Kisah-kisah yang menyodorkan karakter perempuan perkasa, yang mampu memberi warna bagi lingkungan sekitarnya. Yang membawa perubahan bagi komunitasnya.

Namun, acap kali produk film macam begini memang dikemas apa adanya, tanpa harus menyajikan efek visual memikat mata. Niat pembuatnya memang sekadar bercerita, dan justru di sinilah letak kekuatan filmnya.

Mau tahu, girls, film Hollywood dan Indonesia apa saja yang mengangkat karakter perempuan kuat?

1. Suffragette


Dalam film Hollywood ini, ada nama besar Meryl Streep. Meryl berperan sebagai Emmeline Pankhurst, seorang aktivis perempuan yang memperjuangkan hak-hak kesetaraan untuk kaum perempuan di Inggris.

Mungkin bisa dikatakan mirip dengan RA Kartini ya, girls, kalau di sini, namun dalam versi yang lebih militan.

Sebenarnya Meryl di sini memang bukan sebagai tokoh utama. Pasalnya, ini juga bukan film biopic dari tokoh Emmeline Pankhurst. Adalah Maud—yang diperankan oleh Carey Mulligan—seorang ibu yang sehari-harinya juga seorang pekerja. Ia terlibat dalam perjuangan menuntut emansipasi bersama banyak kaum hawa lain di negerinya.

BACA JUGA:  7 Kisah Hercule Poirot yang Harus Diangkat Ke Layar Lebar

Tujuan mereka adalah agar bisa memiliki hak suara dan memiliki perwakilan di parlemen Inggris. Tentu saja perjuangan mereka nggak mudah, dan Maud siap berjuang secara total untuk tujuannya.

Yang menarik, perjuangan Maud dan kawan-kawannya ditempuk dengan cara-cara yang radikal. Padahal sebelumnya perempuan seperti Maud ini terbilang perempuan penurut.

Rupanya provokasi dari Emmeline Pankhurst membuat mereka mampu bertransformasi.

 

2. Joy

 


Film Hollywood ini diadaptasi dari kisah nyata, sebuah balada tentang perempuan bernama Joy Mangano yang diperankan oleh Jennifer Lawrence.

Joy adalah seorang single mom dengan 3 anak. Ia berjuang membesarkan mereka sambil memulai wirausahanya. Berkat kegigihannya selama bertahun-tahun, usaha Joy terus berkembang.

Akhirnya ia sukses membangun kerajaan bisnisnya: Miracle Mop.

 

3. The Danish Girl

 


Film Hollywood arahan Tom Hooper ini pernah masuk pada sesi kompetisi Venice International Film Festival, dan juga diputar pada Toronto International Film Festival.

Kekuatan film ini ada pada jalan ceritanya yang nyeleneh. Sekitar tahun 1920-an di Kopenhagen, Denmark, hiduplah seorang pelukis Gerda Wegener (Alicia Vikander). Suatu kali ia meminta suaminya, Einar Wegener (Eddie Redmayne), untuk menjadi model perempuan untuk karyanya.

BACA JUGA:  7 Film Barat dan Film Indonesia Kontroversial karena Memuat Isu SARA

Nggak disangka-sangka, gambar itu menjadi terkenal. Einar malah keterusan suka dandan kayak perempuan, dan memakai nama Lili Elbe, bahkan memutuskan untuk ganti kelamin!

Meski dibuat berdasarkan kisah nyata, namun tetap ada penambahan alur fiksi di sana-sini, sehingga film ini tak bisa dibilang sebagai film biopic Lili, sang transgender pertama yang menjalani operasi ganti kelamin. Namun, tetap saja, karakter Gerda dan Lili sendiri–dengan jiwa perempuan yang terperangkap dalam tubuh laki-laki–begitu menarik untuk disimak.

 

4. Carol

 


Diperkuat oleh sejumlah nama besar semacam Cate Blanchett, Rooney Mara, Sarah Paulson dan Kyle Chandler, film Hollywood ini juga menjual kisah yang tak biasa.

Dengan setting era 1950-an, Haynes menyodorkan balada seorang fotografer muda yang menjalin hubungan asmara sejenis dengan perempuan yang jauh lebih tua.

Carol sempat berkompetisi di ajang Cannes Film Festival 2015. Dan hasilnya, Rooney Mara mendapat Palme d’Or sebagai aktris terbaik.

 

5. Siti

 


Kemenangannya sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia 2015 memberikan makna tersendiri bagi kaum hawa.

BACA JUGA:  5 Film Bioskop Tayang Mei yang Wajib Tonton!

Siti adalah sosok perempuan perkasa, yang ketika diimpit sejumlah persoalan ekonomi, ia masih sanggup bertahan sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah.

Kendati demikian, Siti tetaplah seorang perempuan yang ceria: bercanda bersama anak semata wayang dan rekan sekerjanya meski dipandang sebelah mata oleh suaminya.

 

Jadi, mau nonton yang mana dulu nih, girls?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: