Film

7 Film tentang Cinta Berakhir Tragis untuk Temani Hari Valentine yang Lebih Realistis

BICARAPEREMPUAN.COM – Hari Valentine sebentar lagi! Sebentar lagi di mana-mana akan diselimuti warna pink, dan juga pernak-pernik cinta. Begitu pula film, biasanya sih banyak yang muterin film tentang cinta nan romantis.

Hmmm, barangkali kamu adalah tipe yang realistis dan nggak suka happy ending, atau pengin melewatkan Valentine’s Day tahun ini dengan sedikit berbeda (maksudnya ya, supaya kita selalu sadar bahwa cinta itu kadang menyakitkan. Duh!). So, kalau kamu ingin menumpahkan emosi yang lama terpendam, BiPer telah memilihkan beberapa film tentang cinta yang tragis yang bahkan bisa membuat robot dengan hati besi pun akan bisa menangis.

Check them out, girls!

 

8 Film tentang Cinta yang Berakhir Tragis untuk temani Hari Valentine yang Lebih Realistis

1. Amour (2012)

Kamu mungkin selalu punya mimpi untuk menemani pasangan hingga menjelang usia senja ya, girls? Seperti film yang disutradarai oleh Michael Haneka ini yang dibuka dengan pasangan lanjut usia yang terlihat sangat manis.

Sampai kemudian sang istri mengalami stroke dan cinta mereka seperti diuji. Dijamin, kamu pasti akan menangis nonton film tentang cinta tragis satu ini, sembari bertanya, “Apakah saya bisa sesabar itu?”

“Things will go on, and then one day it will all be over.”

 

2. Becoming Jane (2007)

Rupanya ada sebabnya mengapa buku-buku karangan Jane Austen umumnya menceritakan tentang kisah cinta yang sulit diekspresikan.

Film tentang cinta ini mengisahkan kisah Jane Austen (Anne Hathaway) dengan Tom Lefroy (James McAvoy), seorang pria yang sebenarnya sudah bertunangan dengan perempuan lain. Karena cinta mereka, Tom pun mengajak Jane untuk kawin lari saja, meninggalkan teman-teman dan keluarga mereka.

Jane awalnya mengiakan, namun kemudian membatalkannya mengingat keluarga Tom sangat bergantung kepada kekasihnya itu. Ia membiarkan cintanya pergi dengan orang lain. Jane Austen kemudian memilih untuk nggak menikah sampai akhir hayatnya, girls. Duh.

“To have a wife who has a mind is considered not quite proper. To have a wife with a literary reputation nothing short of scandalous.”

 

BACA JUGA:  7 Film Hollywood Terbaik Johnny Depp - A Must Watch List!

3. The Fly (1986)

Well, mungkin ini bukan love story. The Fly adalah film monster, dengan bonus kisah cinta antara Seth Brundle (Jeff Goldblum) dan Veronica Quaife (Geena Davis).

Kisah cinta mereka yang tadinya manis menjadi tragis karena pria brilian dan tampan yang dicintai oleh Veronica pelan-pelan berubah menjadi lalat, sehingga Veronica pun ragu akan anak yang sedang dikandungnya.

“My teeth have begun to fall out. The medicine cabinet is now the Brundle Museum of Natural History. You wanna see what else is in it?”

 

4. Revolutionary Road (2008)

One of the strongest performance by Leonardo DiCaprio nih, girls. Cerita di film tentang cinta ini sesungguhnya klise saja. Tentang seorang pria yang bertemu perempuan dan jatuh cinta. Si pria mengajak kekasihnya menikah, dan si kekasih pun mengatakan ‘ya’.

Mereka lantas tinggal di sebuah suburb dengan 2 anak mereka yang manis. Lalu, apakah mereka pun happily ever after?

Nope. Si istri (Kate Winslet) nggak bahagia, karena harus melupakan mimpinya menjadi seorang aktris, dan harus puas menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga. Sementara sang suami sendiri membenci pekerjaannya.

Semua ketidakbahagiaan itu digambarkan sedemikian rupa hingga rasanya hati ini diiris-iris, dan berujung di ending yang tragis. Siapkan tisu ya!

“The hopeless emptiness? Now, you’ve said it. Plenty of people are on to the emptiness, but it takes real guts to see the hopelessness…”

 

BACA JUGA:  5 Film Bioskop Tayang Juni 2018 yang Mesti Banget Kamu Tonton

5. A Single Man (2009)

Ketika seorang fashion designer seperti Tom Ford menyutradarai sebuah film, maka kamu mungkin akan mengharapkan film yang sangat stylish tapi kurang substansi.

Well, nggak demikian dengan film ini, girls. Ini film tentang cinta antara seorang profesor di sebuah universitas, George Falconer (Colin Firth) dengan kekasihnya Jim (Matthew Goode). Yes, ini adalah film mengenai LGBT, namun recommended bagi kita yang ingin membuka pikiran mengenai isu sensitif ini.

Film ini menceritakan satu hari dalam kehidupan George, karena pada hari itu ia merencanakan untuk mengakhiri hidupnya karena ditinggalkan oleh Jim.

“A few times in my life I’ve had moments of absolute clarity, when for a few brief seconds the silence drowns out the noise and I can feel rather than think, and things seem so sharp.”

 

6. Atonement (2007)

Seorang pria dan wanita yang sudah saling mengenal sejak kecil akhirnya jatuh cinta. Kisah mereka bisa berakhir bahagia kalau saja seorang anak perempuan yang dengan pikiran sederhananya tidak cemburu.

Anak ini akhirnya dengan mudah membuat masalah yang memisahkan pasangan ini. Jangan tertipu dengan akhir bahagia dari film ini yang merupakan pengandaian dari si anak perempuan, girls, ketika dia menyesali perbuatannya saat dewasa. Karena sebenarnya, akhir dari kisah cinta ini sungguh tragis.

“Dearest Cecillia, the story can resume. The one I had been planning on that evening walk. I can become again the man who once crossed the surrey park at dusk, in my best suit, swaggeting on the promise of life. The man who with the clarity of passion, made love to you in the library. The story can resume. I will return. Find you, love you, marry you and live without shame.”

 

BACA JUGA:  5 Film Bioskop Tayang Mei yang Wajib Tonton!

7. Blue Valentine (2010)

Film ini awalnya seolah ingin menunjukkan bahwa cinta bisa menyelamatkan sebuah pernikahan. But, it can’t.
Cinta saja nggak cukup, girls.

Berkisah mengenai pasangan Dean (the gorgeous one and only, Ryan Gosling) dan Cindy (Michelle Williams) yang memutuskan untuk menikah dan mengalami berbagai masalah yang akhirnya membuat mereka melambai ke kamera.

Penuh dengan adegan yang related banget, film tentang cinta ini seperti menampar-nampar kita dengan berbagai kenyataan hidup pernikahan yang ada. Jadi bikin mikir buat nikah deh. #eh

“I’m so out of love with you. I’ve got nothing left for you, nothing, nothing. Nothing, there is nothing here for you.”

 

Nah, selamat menonton ke-7 film tentang cinta nan tragis di atas ya, girls! Siapkan hati untuk nyesek, dan sekotak tisu.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: