Cecintaan

4 Gejala Bucin – Diemin Aja atau Atasi?

Orang yang terkena gejala bucin ini ngegemesin. Jangan-jangan kamu juga salah satu di antaranya.

BICARAPEREMPUAN.COM – Pernah enggak sih merasa gemas pada sahabat yang terus menerus curhat soal mantan pacarnya?

Dia belum bisa move on dari kesedihannya karena diputusin pacar, dua tahun lalu! Dia masih berharap kenangan romantis yang pernah dialaminya akan terjadi lagi, walau entah kapan.

Kisah asmara yang tadinya asyik didengarkan jadi menjemukan bin membosankan, lantaran dia terus menerus mengulangnya dan mengulangnya. Dia enggak sadar, sudah mengizinkan dirinya sendiri untuk menjadi korban dari akhir sebuah hubungan cinta.

Itu dia gejala bucin pertama. Iya, bucin, budak cinta.

Nyebelin sih, tapi … kasihan juga. Eh, jangan-jangan si “sahabat” di atas itu kamu ya, girls? Yang sekarang lagi galau nggak jelas?

Jangan-jangan kamu juga lagi kena gejala bucin.

4 Gejala Bucin yang Lain

Bila Cinta Menipis, Jangan Buru-Buru Putus! Lakukan Dulu Beberapa Hal Berikut
Bila Cinta Menipis, Jangan Buru-Buru Putus! Lakukan Dulu Beberapa Hal Berikut. Image via HuffPost

1. Nggak jelas

Kamu merasa sedang nggak pasti dengan hidupmu sendiri. Sudah berusaha move on tapi masih belum bisa melupakan mantan. Akhirnya, sadar nggak sadar, kamu hidup dalam kekecewaan dan kesedihan.

Orang yang punya gejala bucin biasanya memang selalu dilanda kebingungan. Dia belum tahu dengan pasti, apa yang ingin dijalaninya dalam hidup, terutama setelah berpisah dengan mantan.

Meski demikian, pada beberapa orang, gejala bucin seperti ini justru menguntungkan. Apalagi sekarang, perasaan sedih yang berlarut-larut menajdi sebuah tren di kalangan anak muda. Galau.

BACA JUGA:  Film Sex and The City dan Pelajaran Cinta yang Bisa Kita Pelajari darinya

Orang yang terus menerus berkutat dengan gejala bucin yang dialaminya sering enggak menikmati hidup secara menyeluruh lo! Dia akan sedih berkepanjangan karena diputusin pacar. Sedihnya lebay, padahal kenyataannya, dia nggak mengalami yang separah itu.

Hmmm. Bagaimana dengan kamu, girls?

7 Akibat Stres Beserta Tanda dan Level Stress yang Harus Dikenali

2. Mudah peka

Meski sekilas, sosok orang yang mengalami gejala bucin ini terkesan mengganggu dan aneh, tapi itu bukanlah merupakan gangguan kejiwaan. Mereka hanya memiliki perasaan halus dan suka menyimpan barang pemberian dari orang lain, terutama yang disayanginya. Misalnya seperti kado ulang tahun, foto-foto, dan sebagainya.

Dibandingkan dengan pria, perempuan lebih berpeluang terkena gejala bucin. Itu karena perempuan lebih sering berpikir dengan perasaan, sehingga hal-hal yang berhubungan dengan perasaan jadi lebih cepat direspons.

Perempuan juga lebih mudah mengingat hal yang mengecewakannya atau hal-hal negatif dibandingkan hal-hal yang berdampak positif.

Bisa dibilang, suka lupa bersyukur. Padahal dalam sehari itu, kita enggak selalu mengalami kejadian yang tak mengenakkan lo, girls! Pasti ada saja satu hal atau peristiwa yang menyenangkan. Betul?

10 Film Romantis Barat tentang Cinta dan Hidup untuk Ditonton Lagi di Hari Valentine

3. Merasa selalu kurang

Orang dengan gejala bucin biasanya juga merasa bahwa keinginannya tak pernah tercapai, selalu saja ada yang kurang dengan hidupnya.

Padahal hal ini bisa diatasi dengan cukup sederhana. Coba telusuri dengan tenang, apa saja yang telah membuat kita kecewa? Lalu, cari tahu penyebabnya.

BACA JUGA:  5 Cara Memanfaatkan Kesempatan Kedua dalam Hubungan Cinta, Jangan Sia-Siakan!

Kalau sesuatu yang buruk terjadi pada kita, jangan melihatnya dari sisi negatif lalu lebay deh. Mulailah bersyukur dan realistis menerima hal-hal yang ada di sekitar kita.

Cobalah jujur dengan diri sendiri. Kita sebenarnya mau jadi siapa dan apa yang ingin kita tampilkan?

Well, pastinya enggak mudah sih. Makanya, cari waktu dan cara untuk menenangkan diri. Kalau mau menyendiri dulu, silakan. Yang penting tujuan tercapai, taitu mengerti apa yang kita cari, dan bahwa kehilangan seseorang itu hanya bagian dari hidup.

Kitalah yang punya hak untuk menentukan diri kita mau merasa sedih atau senang. Hilangkan cara berpikir sebagai korban–playing victim–lalu halu berkepanjangan.

Hentikan gejala bucin yang dialami sekarang juga.

5 Cara Mengatasi Konflik dalam Hubungan Cinta

4. Galau

Yes, sebenarnya kamu hanya ingin didengarkan kan?

Kamu mengalami gejala bucin, galau nggak penting, itu semua berhubungan dengan perasaan. Jangan dilawan. Tapi alihkan dengan logika berpikir.

Coba tanyakan pada diri sendiri, hal apa saja yang membuatmu merasa kesal, sedih, dan enggak bisa menerima kenapa kamu diputusin. Lalu, coba dilogika.

Seimbangkan perasaan dan logikamu, girls. Paksalah dirimu sendiri untuk berhenti memikirkan kesedihan dan keinginan yang enggak mungkin tercapai itu. Be realistic!

BACA JUGA:  Cemburu Bisa Merusak Hubungan - Lakukan 5 Tip Ini Untuk Mengendalikan Rasa Cemburu!

Salurkan kegalauanmu ke hal-hal kecil yang lebih berguna, yang bisa menjadi penyemangat bagi diri sendiri. Misalnya, tambah pengetahuan dengan ambil kursus-kursus, bergabung ke komunitas-komunitas sesuai minatmu agar semakin banyak teman, tingkatkan target kerja supaya dipromosikan lebih cepat, keluar untuk nongkrong di kafe dan pesan kopi favoritmu, dan sebagainya.

Yes, you can do it.

Mengalami gejala bucin bukan berarti sakit. Seutuhnya, hal ini wajar. Hanya saja, kamu harus sadar dulu bahwa kamu mengalami gejala bucin. Dan, usahakan untuk tak terlalu melebih-lebihkannya, apalagi ketika kamu sedang curhat ke sahabatmu.

Kamu bisa mengatasinya sendiri, karena pada dasarnya kamu adalah perempuan yang kuat. Betul?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: