Karakter Karier

Gila Kerja Tapi Bahagia? Bisa Aja dengan 3 Tip Ini!

Kamu termasuk orang yang gila kerja? Coba kita lihat gejalanya!

BICARAPEREMPUAN.COM – Orang yang gila kerja biasanya diidentikkan dengan kondisi stres di kantor, lalu nggak sempat melakukan hal-hal yang menyenangkan di luar kerjaan. Hingga akhirnya berujung depresi.

Benarkah demikian?

Well, ingat orang gila kerja itu bukan berarti adalah orang-orang yang antusias dalam menyelesaikan pekerjaannya, kapan pun, di mana pun. Seperti misalnya orang gila games, dia akan ngegame sepanjang waktu. Adakah yang memaksanya untuk ngegame terus? Enggak. Begitu juga orang gila kerja. Kepuasan mereka hadir saat mereka berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya.

Jadi, kalau seumpama seseorang itu harus bekerja keras karena tuntutan kondisi ataupun situasi yang dihadapinya secara pribadi lalu dia terpaksa untuk bekerja sepanjang waktu, sebetulnya dia tidak termasuk dalam golongan orang gila kerja.

Paham kan, maksudnya, girls? Cuma, ya meski memang pekerjaan adalah passion-nya, tetep ya, yang namanya “gila” itu enggak sehat. Semua yang berlebihan itu kurang baik, baik buat fisik maupun mental. So, meski mungkin kamu sangat menikmatinya, ada baiknya kamu juga memperhatikan kesehatanmu, girls.

But, first … apa ciri-ciri orang gila kerja itu? Supaya nantinya kita tahu bagaimana mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul akibat gila kerja.

Berikut beberapa ciri orang gila kerja:

Berani Negosiasi Gaji? Inilah yang Harus Kamu Perhatikan
  • Pikiran selalu dipenuhi dengan pekerjaan, sejak di kantor hingga saat sudah pulang ke rumah. Waktu yang tersita untuk pekerjaan ini membuat kamu susah meluangkan waktu untuk keluarga, apalagi untuk bersosialisasi dengan teman-temanmu.
  • Jarang mengambil cuti. Bahkan di waktu sakit pun kamu tetap bekerja.
  • Selalu membicarakan pekerjaan kapan pun, di mana pun, dan dengan siapa pun.
  • Mengontrol pekerjaan setiap waktu, meski sebenarnya pekerjaan tersebut sudah kamu delegasikan pada orang lain. Atau merasa harus membereskan semua sendiri, meski sudah ada orang lain yang bertanggung jawab mengurus hal tersebut.
  • Sering melupakan agenda penting di luar pekerjaan kamu, misalnya ulang tahun keluarga, janji kencan dengan pacar, janji mengajak jalan-jalan orang tua, dan lain-lain.
BACA JUGA:  Berani Negosiasi Gaji? Inilah 3 Langkah yang Bisa Kamu Ambil

Jika ciri-ciri di atas terjadi pada dirimu saat ini, maka sudah bisa disimpulkan, girls, bahwa kamu adalah seorang workaholic, alias orang yang gila kerja. Ouch.

Well, mungkin kamu memang menikmati setiap waktumu saat menyelesaikan pekerjaan. Kamu merasa tertantang setiap kali beban kerja ditingkatkan. Kamu juga merasa sangat excited melihat kertas-kertas menumpuk di atas meja kerjamu. Tapi, sekali lagi, bukankah yang berlebihan itu kadang tak baik?

Begitu pun dengan pekerjaan. Menurut beberapa penelitian, seorang workaholic rentan akan stres tinggi, yang kemudian bisa memengaruhi kesehatannya, seperti yang sudah dibahas di atas tadi. Apalagi saat kamu terlalu lelah dengan pekerjaanmu, bisa saja kualitas hasil kinerjamu akan menurun.

Namun, kamu tetap bisa kok menjadi seorang yang gila kerja, tapi tetap bahagia. Untuk memperingan tingkat tekanan saat kamu bekerja nonstop, kamu hanya harus melakukan hal-hal berikut ini.

3 Hal untuk kamu lakukan jika kamu adalah seorang gila kerja

Gila Kerja Tapi Bahagia? Bisa Aja dengan 3 Tip Ini!

1. Pergi berlibur

Tinggalkan laptop kamu di rumah, dan pergi berlibur keluar kota. Periksa email atau pesan-pesan lain yang berhubungan dengan pekerjaan hanya satu kali dalam sehari selama liburan kamu.

BACA JUGA:  Nggak Perlu Emosi, Ini Dia 5 Cara Cerdas Mengubah Haters Menjadi Teman!

Jangan membawa serta pekerjaan kamu ke tempat liburan. Tinggalkan semua di kantor, setelah kamu mendelegasikannya pada orang-orang yang dapat kamu percaya untuk menanganinya.

Percayalah, semua akan baik-baik saja.

2. Tak ada ‘one last thing’

Kadang saat kita sudah hampir selesai mengerjakan satu pekerjaan, akan muncul lagi pekerjaan lain di atas meja kita. Kemudian kamu pun akan berkata dalam hati, “Oke. Satu lagi deh, biar tuntas semuanya.”

Tahukah kamu, pekerjaan yang seperti ini tak akan pernah ada habisnya. Di sinilah kamu harus mengatakan pada dirimu sendiri, bahwa kamu sudah cukup melakukan semuanya hari ini. Cukup, berarti Anda menyudahinya.

Segeralah pulang, untuk beristirahat.

3. Sempatkanlah untuk berjalan-jalan selama di kantor

Saat jam kerja, sempatkanlah untuk berkunjung ke ruangan kerja teman-teman, atau mampir sebentar di kubikel-kubikel lain.

Hal seperti ini, selain dapat mempererat keakraban dengan rekan kerja kamu, juga bisa memperlancar peredaran darah tubuh kamu setelah duduk lama di meja kerja. Selain itu, break sebentar akan membuat otak kamu pun segar kembali.

Kata orang, hidup hanya sekali, maka nikmatilah semaksimal mungkin. Sedangkan yang lain lagi berkata, waktu adalah uang. Jangan pernah sia-siakan.

BACA JUGA:  Hidup Lebih Baik dan Hepi dengan Menyingkirkan Benda-Benda Ini dari Lemari

Semua pendapat itu memang benar, tinggal tergantung kita bagaimana mengolah waktu-waktu dalam hidup agar lebih bermanfaat sekaligus membuat kita sendiri juga bahagia, meski kita adalah seorang gila kerja.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: