Bisnis & Karier

Hal-Hal yang Akan Berubah di Dunia Kerja Setelah Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 telah mengubah segalanya. Bahkan juga di dunia kerja.

BICARAPEREMPUAN.COM – Pada awal Mei, CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan bahwa, “Kami telah melihat transformasi digital yang biasanya terjadi selama dua tahun dalam dua bulan.”

Banyak hal memang berubah. Yang dulu wajar, sekarang tak bisa lagi dilakukan. Yang dulu rutin, sekarang justru dihindarkan. Dunia kerja akhirnya harus bertransformasi.

Tanpa ragu, dunia kerja pasca COVID-19 akan berbeda. Apa saja yang berbeda? Berikut beberapa kemungkinan perubahan di dunia kerja dan cara bekerja kita. Yuk, coba cek, apakah sistem dan tempat kamu bekerja sekarang juga seperti yang disebutkan di bawah ini.

6 Hal tentang Dunia Kerja yang Akan Berubah Pasca Pandemi COVID-19

Hal-Hal yang Akan Berubah di Dunia Kerja Setelah Pandemi COVID-19

1. Office life and layouts experience makeovers

Mungkin dampak paling jelas dari COVID-19 adalah persentase orang yang beraktivitas di luar ruang kantor.

Menurut penelitian dari Gartner, hampir tiga perempat (74%) dari CFO mengharapkan untuk mentransisikan sejumlah karyawan yang sebelumnya work from office berubah ke pengaturan work from home secara permanen setelah COVID-19.

Transisi ini terutama didorong oleh keinginan untuk memotong commercial real estate costs.

Untuk perusahaan-perusahaan yang akan meneruskan sistem work from office, kita akan dapat melihat perubahan struktur area tempat kerja. Sebuah perusahaan real estat komersial terkemuka, Cushman & Wakefield, telah merancang suatu sistem layout kantor yang disebut dengan “Six Feet Office”.

Layout ini memungkinkan para karyawan yang work from office dapat tetap menjaga jarak aman. Dalam sistem “Six Feet Office”, selain pengaturan jarak antar kubikel, juga ada panah yang diplester di lantai kantor yang mengarahkan orang untuk berjalan sesuai sign yang telah dibuat sekitar kantor.

BACA JUGA:  9 Strategi Sukses Presentasi Buat Kamu, Perempuan Kreatif!

Sistem kerja di kantor ini nantinya juga akan termasuk aturan penggunaan baru di area servis, seperti lift, kamar mandi, pantry, restroom, dan sebagainya. Termasuk ada prosedur untuk menempatkan lebih banyak hand sanitizer di area umum.

Semua karyawan juga akan melewati pemeriksaan kesehatan sebelum memulai kerja setiap harinya di lingkungan kantor.

2. Kerja shift/work from home

Banyak pekerja yang (selama pandemi ini) mengalami pengurangan jam kerja di kantor. Kamu jugakah, girls?

Yes, dunia kerja di masa new normal ini akan lebih banyak melibatkan work from home, atau kerja di rumah. Perusahaan memfokuskan karyawan untuk bekerja dengan sistem shift agar membatasi kontak fisik satu sama lain, atau perusahaan memang membuat peraturan agar karyawan work from home. Kamu termasuk juga kan girls?

Maka dari itu, perusahaan perlu memikirkan dengan sangat hati-hati tentang bagaimana kebijakan dan prosedur work from home ini bisa dilaksanakan. Misalnya seperti menentukan, siapa yang bisa work from home? Apakah ada aplikasi mendukung pekerjaan kita? What does this look like? Kalau mau meeting, mau pakai tool apa? Bagaimana nanti flow kerjanya?

Perusahaan juga perlu memikirkan tentang bagaimana mereka akan mendukung karyawan mereka work from home. The most obvious form of support is a remote office budget. Shopify, misalnya. Di antara banyak perusahaan, dia yang telah menawarkan karyawannya gaji $ 1.000 untuk membeli peralatan kantor yang diperlukan untuk membantu memudahkan transisi ke work from home.

Fakta dan Mitos Asuransi Kesehatan: Kenali Yuk!

3. Pergeseran benefit perusahaan

Tahu nggak sih, girls, kalau work from home bisa membuat kesehatan mental kita terganggu loh. Kita pasti merasa kesepian karena sosialisasi dengan teman kantor hanya via video call atau media sosial saja.

BACA JUGA:  Daftar Lengkap Wisata Virtual untuk Menghabiskan Waktu Liburan 2020

Menurut laporan State of Remote Work tahun 2019 Buffer, 19% pekerja work from home mengalami kesepian. Lebih jauh lagi, penelitian oleh Mind Share Partners, sebuah organisasi nirlaba yang membantu perusahaan meningkatkan penawaran sumber daya kesehatan mental mereka mengungkapkan, bahwa lebih dari 60% pekerja mengatakan kesehatan mental mereka memengaruhi produktivitas mereka.

Jelas, kesehatan mental perlu menjadi perhatian utama bagi pengusaha yang berharap dapat memberdayakan pekerja remote untuk kesuksesan bisnis. Hal ini mau enggak mau juga memengaruhi iklim dunia kerja zaman new normal ini.

Misalnya, bila selama ini perusahaan belum memberikan tunjangan kesehatan, maka sekarang sebaiknya mulai memikirkan ada tambahan tunjangan kesehatan, seperti konsultasi dokter atau penggantian biaya perawatan kesehatan.

4. Pengurangan birokrasi

Di dunia kerja yang baru pasca pandemi COVID-19 ini, agar lebih efisien, perusahaan mau tidak mau akan mengurangi atau menghilangkan sistem yang tidak perlu demi mempercepat proses pendelegasian dan pengambilan keputusan.

Prosedur akan dipersingkat, birokrasi dipercepat. Ya, ini sinyal bagus sih. Semoga pencairan reimbursement juga cepat ya! #eh

7 Tip Praktis Membangun Bisnis Startup dengan Modal yang Kecil

5. Fleksibilitas

Di dunia kerja yang baru ini, mulai banyak perusahaan yang mulai mempertimbangkan fleksibilitas kerja setelah pandemi, seperti dengan memberlakukan remote working/work from home.

Sistem kerja seperti ini memungkinkan para pekerja perempuan–terutama yang sudah menikah–untuk tetap bisa bekerja sambil menyeimbangkan kebutuhan rumah dan pekerjaan. KPI pekerja berubah, kini lebih berorientasi pada hasil, meski di beberapa perusahaan masih diberlakukan presensi dengan kehadiran di video conference kantor.

BACA JUGA:  4 Tipe Pekerja yang Selalu Ada di Setiap Kantor - Kamu Termasuk yang Mana?

6. Percepatan Transformasi Digital

Transformasi digital di dunia kerja akan dipercepat pasca pandemi ini. Banyak perusahaan di semua sektor bisnis menyadari akan hal ini.

Tranformasi digital akan berpengaruh kepada karyawan dan kinerjanya. Banyak proses yang akan disederhanakan dengan bantuan teknologi dan tidak menutup kemungkinan peran-peran baru akan diciptakan. Itu sebabnya penting bagi pekerja untuk terus mengasah skill dan update pengetahuan baru.

Nah, itulah beberapa perubahan di dunia kerja yang mungkin terjadi setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Apakah semuanya benar-benar akan terjadi? Bisa jadi. Semua akan bergantung kembali pada industri, jenis pekerjaan dan keputusan para pemimpin perusahaan nanti.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: