Opini & Peristiwa

Kenali 6 Ciri Berita Bohong Alias Hoaks, dan Cerdaskan Dirimu Sendiri!

Tampilan hoaks alias berita bohong ini memang menggoda. Namun, hati-hati, ada racun jahat di dalamnya.

BICARAPEREMPUAN.COM – Hoaks alias berita bohong itu bisa membuat kita kecanduan lo! Bahayanya sama saja dengan narkoba. Informasi yang bersifat hoaks alias tak memiliki kebenaran akan menghancurkan akal sehat kita.

Cukup susah memang untuk mengenali hoaks ini, karena struktur informasinya mirip dengan berita asli. Di Amerika Serikat saja, yang perkembangan medianya jauh lebih maju, juga merasa kesulitan untuk membedakan berita bohong ataukah asli.

Beberapa waktu yang lalu, para peneliti di Amerika Serikat pernah mengadakan penelitian untuk melihat kemampuan seseorang membedakan mana berita asli dan mana berita bohong. Dan tahukah kamu, girls, bahwa 80% responden justru menganggap informasi atau berita bohong itu justru informasi yang asli!

Profesor dan doktor saja bisa termakan berita bohong alias hoaks ini, padahal mereka dianggap mampu mengolah informasi dengan baik. Tapi, karena biasa mengonsumsi informasi media konvensional yang terpercaya, akhirnya begitu berhadapan dengan informasi dari media sosial atau sumber lain, secara refleks jadi tergagap-gagap dan menganggap semua berita adalah sama.

Bagaimana Cara Mengenali Berita Bohong Ini?

3 Penyebab Pria Sensitif dan 3 Cara Menghadapinya

1. Menguras emosi

Berita bohong alias hoaks biasanya mengusik pembacanya, tak mungkin hanya datar-datar saja. Informasinya memiliki kandungan sesuatu yang bombastis, sehingga rasa penasaran pembaca untuk tahu jadi lebih tinggi.

BACA JUGA:  8 Perempuan Kuat, Hebat, dan Pemberani yang Mengubah Dunia

Nah, kalau sudah berhadapan dengan informasi seperti ini, kita harus menghadapinya dengan tenang. Berhenti sebentar, kemudian pikirkan lebih dalam apa harus ditanggapi ataukah tidak.

2. Biasanya berisi elemen informasi yang sudah kedaluwarsa

Yang sering terjadi adalah adanya foto yang diambil dari Google, dari penggalan berita beberapa tahun yang lalu.

Sehingga jika kita memiliki wawasan tentang berita-berita tertentu, saat kita mendapati kasus serupa, kita akan lebih mudah mengetahui apakah ini informasi baru, mengandung kebenaran, dan punya keterkaitan. Jika tidak, dan terasa aneh, ya bisa saja informasi tersebut hoaks belaka.

7 Akibat Stres Beserta Tanda dan Level Stress yang Harus Dikenali

3. Menimbulkan kecemasan

Ini juga merupakan salah satu karakteristik khas berita bohong. Isi atau konten berita bohong dibuat sedemikian rupa, sehingga pihak tertentu yang membaca ataupun meihatnya bakal dirundung kecemasan yang berlebihan, seperti misalnya disinformasi gempa bumi, vaksin palsu, dan sebagainya.

Atau bisa juga menimbulkan kebencian dan permusuhan, menyerang atau melindungi satu kelompok tertentu. Misalnya konten berisi ayat-ayat suci yang “dipelintir” atau dikutip dengan tidak lengkap, sehingga membuat kita saling membenci dan memusuhi. Tak hanya pada mereka yang berbeda keyakinan, bahkan pada saudara seiman, sehingga terprovokasi.

BACA JUGA:  Anggun C Sasmi Pindah Warga Negara Prancis - Kamu Mau Ikutan?

4. Sumber tak jelas

Sumber berita bohong alias hoaks biasanya juga tak pernah jelas, dari grup ke grup, atau viral di media sosial tanpa bisa diketahui ujung pangkalnya.

Sumber informasi yang tak jelas ini membuatnya sulit untuk dimintai tanggung jawab, apalagi klarifikasi. Contoh informasi yang sahih dan jelas pasti menyebutkan sumber yang resmi, seperti link yang merujuk sumber yang terpercaya.

Kenali 6 Ciri Berita Bohong Alias Hoaks, dan Cerdaskan Dirimu Sendiri!

5. Negative labeling

Berita bohong juga sering memberikan penjulukan yang berkesan negatif terhadap seseorang atau kelompok tertentu.

Misalnya, cebong – kampret (yeah, familiar with those labels, huh?), bani micin, kaum bumi datar, dan sebagainya.

6. Band wagon

Si pembuat (atau pengirim) berita hoaks sering banget minta beritanya supaya di-share, bahkan sampai mengancam.

Misalnya, seperti ada kalimat, “Sebarkan tulisan ini. Jika Anda tidak meneruskan pesan ini, maka Anda termasuk orang kafir.” Atau, “Sebarkan tulisan ini, kalau tidak orang akan celaka.” Dan sejenisnya.

Sering pula, dalam berita hoaks, ada argumen yang sangat teknis dengan gaya bahasa yang sangat ilmiah, sehingga orang pun jadi percaya karena mereka sudah pusing sendiri membacanya.

Nah, setelah paham bahwa kita terpapar berita bohon ini, lalu bagaimana langkah yang tepat untuk menghadapinya?

BACA JUGA:  Mau Mengamati Super Blue Moon Malam Ini? Kamu Bisa Lihat Langsung di Sini!

Hanya satu cara: cek ulang. Coba cek, apakah informasi itu ada di media konvensional? Cek apakah informasinya sama?

Ada baiknya kita memperkaya literasi kita agar tak mudah termakan berita bohong, sambil tetap waspada.

Kamu bisa mengecek kumpulan berita hoaks yang sudah dikumpulkan oleh pemerintah ini. Kamu juga bisa melaporkannya, jika kamu menemui berita hoaks terkait apa pun. Caranya dengan mengirimkan email ke aduankonten@mail.kominfo.go.id, dengan menyertakan bukti berita hoaks itu sendiri, misalnya link atau foto atau screenshoot.

Yuk, cerdaskan dirimu sendiri, dan jangan mudah percaya dengan hoaks.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: