Senggang Traveling

4 Cara Oke Jalan-Jalan di Yogyakarta Tanpa Kendaraan Pribadi

Jalan-jalan di Yogyakarta memang asyik. Yang pernah datang berkunjung ke Yogyakarta, pasti setuju. Tapi kalau jalan-jalan dengan kendaraan pribadi, kayaknya sih sudah bosan. Rasanya pasti nggak ada yang baru atau seru.

Nah, kenapa nggak coba jalan-jalan di Yogyakarta tanpa kendaraan pribadi? Sudahlah mengurangi tingkat kemacetan, dan pasti, hawa ‘Yogyakarta’-nya lebih bisa dirasakan. Bahkan mungkin akan bikin kamu lebih kangen lagi sama Yogyakarta, sehingga kamu pun sudah berencana untuk datang lagi kapan-kapan secepatnya.

Tapi, pakai apa dong keliling Jogja-nya kalau nggak naik kendaraan pribadi? Jalan kaki?

Ya, jalan kaki juga bisa sih, tapi nggak bisa jauh.

Nah, biar bisa agak jauh jalan-jalannya, ini nih ada 3 cara oke buat jalan-jalan di Yogyakarta tanpa kendaraan pribadi

7 Museum Sejarah di Yogyakarta yang Sayang Banget Dilewatkan

1. Becak

Becak merupakan salah satu kendaraan tradisional Yogyakarta, yang kini sudah diakui menjadi kendaraan wisata. Dengan naik becak, bukan becak motor lo, berarti kita sudah mengurangi tingkat kemungkinan penambahan polusi kota Yogyakarta sekaligus mendukung para tukang becak yang kini menjadi ‘pengusaha wisata’.

Untuk jalan-jalan di Yogyakarta dengan naik becak sih gampang, karena becak bisa ditemukan hampir di seluruh penjuru kota. Tapi paling banyak sih, mereka mangkal di depan-depan hotel ataupun di sepanjang Malioboro hingga ke Alun-alun Utara.

Biasanya sih mereka suka banget menawarkan diri mengantar para wisatawan untuk keliling benteng Keraton Yogyakarta dengan rute Malioboro, Alun-alun Utara, pusat kaus Dagadu dan batik, Taman Sari, lalu ke bakpia Pathuk.

Nah, kalau kamu memang pengin naik becak keliling tempat-tempat wisata tersebut, mungkin kamu hanya akan ditarik ongkos yang cukup murah, sekitar Rp 15.000 hingga Rp 25.000. Padahal kalau dipikir-pikir ya jauh juga muternya ya. Kamu nggak usah bingung atau merasa bersalah.

Setiap kali kamu mau mampir ke pusat-pusat oleh-oleh khas Yogyakarta, seperti pusat kaus dagadu, toko batik ataupun kios bakpia, sebenarnya para tukang becak ini sudah mendapatkan fee dari para pemilik kios. Mereka memang telah menjalin kerja sama, para pemilik toko akan memberikan komisi pada tukang becak setiap kali datang mengantar pembeli.

BACA JUGA:  5 Tempat Wisata di Bogor yang Instagrammable Banget untuk Selfie Kekinian

Kalau kita nggak membeli apa-apa gimana? Ya, berarti kamu harus memberi tambahan ongkos buat mereka, karena berarti mereka nggak mendapatkan komisi seperti yang dijanjikan para pemilik usaha. Tapi kalau kita belanja, bisa dibilang sudah amanlah ya. Mereka akan mendapatkan bagian yang cukup lumayan.

2. Andong

Andong juga merupakan kendaraan yang ramah lingkungan, seperti halnya becak. Ditarik dengan tenaga kuda, andong ini bentuknya mirip-mirip dengan kereta kencana kerajaan. Jalan-jalan di Yogyakarta dengan naik andong, kita jadi berasa kayak putri raja atau pangeran yang lagi jalan-jalan. Asyik nggak tuh?

Dulu punya andong dianggap mempunyai status strata sosial tinggi. Seiring waktu dan kemajuan zaman, andong pun diganti mobil. Dan kemudian, andong kini hanya bisa dinikmati sebagai kendaraan wisata.

Andong dapat dengan mudah kamu temui di sepanjang Jalan Malioboro hingga ke titik nol. Sebagian juga ada yang mangkal di seputaran Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Dengan tarif antara Rp 40.000 hingga Rp 70.000, kamu bisa berkeliling dengan rute Malioboro – Keraton Yogyakarta – Taman Sari – Alun-alun Selatan – Pojok Beteng dan kembali lagi ke Malioboro.

Tarifnya sih sebenarnya fleksibel, tergantung lagi musim liburan atau enggak dan juga tergantung kepiawaian kamu menawar.

4 Cara Oke Jalan-Jalan di Yogyakarta Tanpa Kendaraan Pribadi

3. Domapan

Sudah tahu belum, Yogyakarta sekarang pun sudah mempunyai bus khusus wisata. Bus ini memang dihadirkan untuk mendongkrak sektor pariwisata Yogyakarta, dan memanjakan para wisatawan yang sedang berlibur ke Yogyakarta.

Nama Domapan sendiri diambil dari angka 258 (doea lima delapan). Bus wisata ini memang dihadiahkan dari salah satu provider telekomunikasi pada kota Yogyakarta di ulang tahun yang ke-258.

Bus Domapan merupakan bus yang cantik bertingkat dua, dengan dominasi warna merah dan hijau, warna khas kota Yogyakarta. Mampu menampung hingga 30 orang, bus Domapan menawarkan rute berkeliling dari Taman Pintar – Keliling Benteng – Taman Pintar. Bus ini memiliki atap terbuka, sehingga wisatawan dengan leluasa dapat menikmati perjalanan sembari mungkin mengambil foto-foto di sepanjang rute yang eksotis. Untuk sementara, Domapan hanya bisa disewa per rombongan.

BACA JUGA:  11 Pantai di Gunungkidul Yogyakarta yang Selalu Ramai di Musim Liburan

Yah, semoga semakin ke depan, rutenya bertambah luas, semakin terbuka untuk dinaiki siapa saja untuk bisa jalan-jalan di Yogyakarta, dan armadanya pun semakin banyak ya.

4. Bus Trans Jogja

Nah, paling gampang dan dengan jangkauan yang luas, untuk bisa jalan-jalan di Yogyakarta tanpa kendaraan pribadi ya naik bus trans jogja.

Bus Trans Jogja ini kurang lebih sama dengan bus Trans Jakarta, beroperasi dari halte ke halte dan merupakan bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit dari Departemen Perhubungan. Tarif sekali naiknya murah banget, Rp 3.600, dan kamu sudah bisa menikmati berwisata di Yogyakarta.
Yang perlu kamu lakukan adalah mencari rute yang tepat, karena setiap trayek akan melewati berbagai tempat yang menarik untuk kamu kunjungi.

Berikut ini objek-objek wisata yang dapat kamu kunjungi dalam satu rute bus Trans Jogja.

Bus 1A dari Terminal Prambanan

Objek Wisata : Candi Prambanan, Ratu Boko, Bandara Adi Sucipto, Ambarukmo Mall, Tugu Jogja, Stasiun Tugu, Malioboro, Bringharjo, Benteng Vredeburg, Taman Pintar, Keraton Pakualamanan, Kebun Binatang Gembiraloka, JEC, Museum Angkasa

Bus 1B dari Bandara Adisucipto

Objek Wisata : Fly Over Janti, Museum Angkasa, JEC, Kebun Binatang Gembiraloka, keraton Pakualaman, Taman Pintar, Shopping Pasar Buku, Perempatan Pos Besar, Bakpia Pathuk, Pasar Kembang, Stasiun Tugu, Tugu Jogja, Jembatan Gondolayu, Bunderan UGM, Pasar Demangan, Ambarukmo Plaza

4 Cara Oke Jalan-Jalan di Yogyakarta Tanpa Kendaraan Pribadi

Bus 2A dari Terminal Jombor

Objek Wisata : Museum Monumen Jogja Kembali, Taman Pelangi, Tugu Jogja, Stasiun Tugu, Malioboro, Perempatan Gondomanan, Jogjatronik, Jokteng Wetan, Museum Perjuangan, XT’Square, Museum De’Mata, Kaos Dagadu, Kebun Binatang Gembira Loka, Stadion Mandala krida, Stadion Kridosono, Galeria Mall, Bunderan UGM, Taman Kuliner Condong Catur

BACA JUGA:  Ini Dia 5 Destinasi Wisata Kekinian di Jabodetabek yang Mudah Dijangkau dengan Bujet Terbatas

Bus 2B dari Terminal Jombor

Objek Wisata : Museum Monumen Jogja Kembali, Taman Pelangi, Tugu Jogja, Wirobrajan, Parkir Ngabeyan, dan sama dengan Rute 2A

Bus 3A dari Terminal Giwangan

Obyek Wisata : Kota Gede, Kaos Dagadu, JEC, Museum Angkasa, Bandara Adisucipto, Stadiun Maguwoharjo, Taman Kuliner Condong Catur, jl. Kaliurang, Bunderan UGM, Stadiun Kridosono, Jembatan Gondolayu, Tugu Jogja, Pasar Kembang, Stasiun Tugu, Malioboro, Perempatan Pos Besar, Parkir Ngabeyan, Jokteng Kulon, Plengkung Gading, Jokteng Wetan, Museum Perjuangan

Bus 3B dari Terminal Giwangan

Objek Wisata : Sama dengan Rute 3A kecuali tidak melewati Malioboro dan Stadion Kridosono, melewati wilayah Bakpia Pathuk

Bus 4A dari Terminal Giwangan

Objek Wisata : XT Square, Museum De’Mata, Museum Perjuangan, Jokteng Wetan, Tamansiswa, Kraton Pakualaman, Stasiun Lempuyangan, Stadion Mandala Krida

Bus 4B dari Terminal Giwangan

Objek Wisata : XTSquare, Museum De’Mata, Gedung Walikota, Timoho, Stadion Mandala Krida

Nah, gimana? Asyik kan, jalan-jalan di Yogyakarta tanpa kendaraan pribadi.

Selain kamu bisa ikut mengurangi polusi udara, kamu juga bisa mengurangi tingkat kemacetan di Yogyakarta yang biasa terjadi selama liburan. Ditambah lagi dengan keseruan menikmati suasana yang lain dari Yogyakarta.

Selamat liburan!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: