Bisnis & Karier

Kehilangan Pekerjaan Karena Pandemi COVID-19? Coba Lakukan Langkah Berikut Segera

Selama kurang lebih sebulan terakhir, banyak orang harus kehilangan pekerjaan. Badai PHK di mana-mana, pun mereka yang dirumahkan tanpa gaji.

BICARAPEREMPUAN.COM – Pandemi COVID-19 benar-benar membuat kita semua lumpuh, dan akibatnya kita pun terimbas secara ekonomi. Pastinya hal ini membuat kita jadi khawatir ya, girls, apalagi secara finansial.

Apakah kamu juga salah satu yang harus mengalami kehilangan pekerjaan ini, girls? BiPer turut prihatin ya.

Satu hal yang harus segera dilakukan ketika kamu kehilangan pekerjaan adalah dengan segera berusaha untuk menemukan pekerjaan yang lain. Tapi yah, kondisinya memang sedang sulit, penurunan ekonomi terjadi di mana-mana. Pasti, tidak akan mudah juga untuk bisa segera menemukan pekerjaan lagi ya.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Ini beberapa hal yang harus kamu lakukan ketika kamu harus kehilangan pekerjaan secara mendadak selama pandemi COVID-19

Kehilangan Pekerjaan Karena Pandemi COVID-19? Coba Lakukan Langkah Berikut Segera

1. Segera daftar untuk Kartu Pra Kerja

Kartu Pra Kerja adalah salah satu produk program pemerintah untuk membantu kita, angkatan kerja, agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan melalui peningkatan skill dengan berbagai pelatihan juga program dukungan lainnya.

In fact, Kartu Pra Kerja bukan hanya untuk mereka yang menganggur, kehilangan pekerjaan, atau terkena PHK. Siapa pun yang berusia di atas 18 tahun, dan tidak sedang dalam masa pendidikan (sekolah, kuliah, dan lain-lain) boleh menjadi anggota.

Artikel ini bukanlah artikel buzzing ya, girls. Ini sebagai bentuk komitmen BiPer untuk membantu kamu dan juga menyampaikan informasi yang berguna, terkhusus dari pemerintah Indonesia.

BACA JUGA:  Sehari 24 Jam Terasa Kurang? Barangkali Kerjamu Belum Cukup Efektif

Untuk menghadapi pandemi COVID-19, setiap pemegang Kartu Pra Kerja juga akan mendapatkan bantuan uang tunai. Iya, memang enggak seberapa, tetapi itu lebih baik, bukan? Apalagi di saat kita tidak ada pemasukan sama sekali, sementara sampai kita bisa menemukan pekerjaan yang lain.

2. Cek kondisi keuangan secara menyeluruh

Apakah kamu memiliki tabungan dana darurat? Kalau iya, tabungan ini adalah jaring pengaman kita yang pertama saat harus melalui kondisi darurat dan kehilangan pekerjaan seperti ini.

Bersyukurlah kamu jika kemarin-kemarin bisa menabung.

Jika kamu tidak punya dana darurat, apakah kamu punya aset yang berdaya jual? Semisal emas, atau yang lain? Jika ada, kamu bisa menjualnya, untuk mendapatkan uang cash yang akan lebih bermanfaat untukmu di saat sulit seperti ini.

Misalnya, kamu punya smartphone yang bisa dijual dengan harga tinggi, kamu bisa melakukan tukar tambah dengan smartphone yang lebih minimalis. sehingga kamu bisa mendapatkan kembalian uang.

7 Resolusi Tahun Baru 2019 untuk Keuangan yang Lebih Baik di Tahun Depan

Bagaimana dengan utang dan tagihan lainnya? Jika memang memungkinkan, kamu bisa mengajukan relaksasi pembayaran cicilan pada pihak pemberi pinjaman.

Sekali lagi, kuncinya adalah bersikap proaktif dan berniat baik di depan daripada menunggu sampai kamu harus terbebani denda yang akan semakin memberatkanmu.

Lalu, bagaimana dengan tagihan sewa? Jika kamu memang harus membayar uang sewa kamar indekos atau rumah kontrakan, cobalah untuk menghubungi induk semang, dan diskusikanlah. Sekali lagi, mereka cenderung akan lebih suka ketika kita berterus terang mengenai kondisi keuangan kita, girls, daripada kalau kita selalu mencoba lari menghindar saja.

BACA JUGA:  Merasakan Kecemasan Berlebihan dalam Masa Pandemi COVID-19? Here Are What You Can Do!

Yang pasti, kamu harus memastikan asuransi kesehatan tetap aman. Begitu pun jika kamu sudah memiliki asuransi jiwa.

3. Mulai mencari pekerjaan lain

Dalam kondisi ekonomi seperti saat ini, mungkin juga tidak banyak lowongan pekerjaan yang tersedia. Karena sebagian besar perusahaan justru melakukan perampingan.

Meski demikian, tak ada salahnya juga mencari-cari peluang. Karena selalu ada dua sisi di setiap kondisi, begitu pula di masa pandemi COVID-19 sekarang ini. Ada bisnis yang tersendat sehingga membuatmu harus kehilangan pekerjaan, tetapi juga ada beberapa bisnis yang justru tumbuh dan berkembang dengan pesat. Misalnya, bisnis sembako yang mau mengantarkan belanjaan sampai ke rumah. Beberapa toko sembako ini justru membuka peluang lowongan kerja sebagai kurir untuk menambah armada lebih banyak, agar bisa melayani lebih banyak pelanggan.

So, barangkali kamu bisa mencari peluang di bisnis-bisnis yang sekarang sedang tumbuh. Lupakan idealismemu, prioritaskan keuanganmu.

5 Sikap Penghalang Sukses yang Seharusnya Kamu Minimalkan

4. Tambah skill

Adakah skill tertentu yang menarik minatmu dan bisa kamu kembangkan?Carilah peluang sementara kamu kehilangan pekerjaan sekarang ini. Jika mungkin, kamu bisa mencari kelas-kelas online yang dapat memberimu ilmu dan keterampilan baru.

Misalnya saja, menambah keterampilan berbahasa Inggris, atau ikut kursus akuntansi. Bisa juga ambil kelas pajak. Kalau kamu suka utak-atik komputer, kamu bisa ambil kelas coding atau belajar membuat aplikasi smartphone.

BACA JUGA:  11 Tipe Kepribadian Karyawan yang Pasti Ditemukan di Setiap Perusahaan

Bisa jadi, sekaranglah saatnya kamu mencoba peluang pekerjaan baru yang lebih menjanjikan kan? So, try everything yang memungkinkan.

Jangan hanya duduk di rumah dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika kamu pengin untuk segera keluar dari situasi sulit seperti ini, maka kamu mengambil langkah proaktif sesegera mungkin.

Ingat, girls, kamu memang sudah kehilagan pekerjaan, tetapi kamu tidak dapat mengontrol masa lalu. Apa yang terjadi di luar sana sekarang ini adalah di luar kendalimu.

Tetapi, kamu selalu bisa mengendalikan dirimu sendiri, dan masa depan yang masih panjang di depan sana. Kamulah yang dapat menentukan, apakah hanya pasrah pada kondisi dan memilih menunggu dengan pasif, ataukah secara aktif mencari berbagai kemungkinan peluang yang ada.

Semua ada di tanganmu. Good luck.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: