Bisnis & Karier

Bijak Kelola Gaji Pertama dalam 3 Prinsip Sederhana

Baru merasakan dunia kerja? Kegembiraan sudah bisa bekerja sendiri tentu nggak bisa dipisahkan dari rasa bangga saat menerima gaji pertama.

BICARAPEREMPUAN.COM – We feel you, girls! Memang seneng banget ya, bisa merasakan mendapatkan imbalan dari hasil kerja keras kita sendiri?

Namun, jangan lupa kendalikan diri, kendalikan pengeluaran, dan kendalikan masa depanmu.

Untuk para first jobber dan fresh graduate, berikut beberapa langkah dalam mengelola gaji pertama yang bisa diterapkan, sampai bulan-bulan berikutnya. Kalau sejak awal kamu sudah disiplin mengelola gaji kamu, maka percaya deh, hidupmu akan lebih mudah ke depannya.

3 Prinsip Mengelola Gaji Pertama Fresh Graduate dan First Jobber

Bijak Kelola Gaji Pertama dalam 3 Prinsip Sederhana

1. Kendalikan diri

First thing first, sisihkan terlebih dahulu gaji pertama kamu untuk pos-pos wajib berikut:

  • Dana darurat, sisihkan 5% gaji pertama untuk membentuk dana darurat. Buat rekening khusus dan mulailah menabung setiap bulan hingga mencapai 3 kali penghasilan bulananmu. Inilah dana darurat minimal yang harus dimiliki oleh kamu yang masih lajang. Jumlahnya akan bertambah, jika nanti kamu sudah menikah apalagi punya anak. Dana ini enggak boleh diambil ya, kecuali ada keperluan yang benar-benar mendesak.
  • Dana kesehatan. Seharusnya sih, aturannya kamu akan otomatis diikutsertakan dalam BPJS Kesehatan oleh perusahaan tempat kamu bekerja. Coba cek kebutuhanmu ya. Kalau dengan BPJS Kesehatan masih kurang tercover semuanya, pertimbangkan untuk membeli asuransi kesehatan swasta.
  • Buat catatan keuangan. Ini wajib dimulai sejak sekarang ya, girls. Buatlah catatan pengeluaran dan kemudian juga buat anggaran untuk sebulan ke depan. Dengan catatan ini, kamu akan lebih mudah mengontrol keuanganmu.
Ini Dia 6 Obat Paling Manjur untuk Si Gila Belanja

2. Kendalikan pengeluaran

Identifikasi kebutuhan kamu. Mulai dari kebutuhan primer (makan, transportasi, uang kos, kuota internet, dan sebagainya), sekunder (pakaian, sepatu, tas, dan sebagainya), serta tersier (liburan, gadget baru, dan sebagainya). Prioritaskan kebutuhan primer, baru yang lainnya.

  • Biaya rutin bulanan, menjadi pos terbesar dalam pengeluaran rutinmu setiap bulan. Besarnya antara 40 – 60% dari gaji pertama dan gaji-gaji berikutnya. Meski kamu masih tinggal bareng orang tua, usahakan untuk bisa memenuhi kebutuhanmu sendiri. Belajarlah mandiri.
  • Tagihan. Mungkin kamu memang belum mulai punya kartu kredit atau utang-utang konsumtif yang lain. Tapi, ada baiknya kamu mulai aware akan hal ini ya. Jangan sampai terjebak utang melilit yang tak perlu. Kalau belum ada tagihan, kamu bisa mulai membantu membayar token listrik di rumah jika masih tinggal bareng orang tua.
  • Gaya hidup, ini memang perlu, tapi tidak prioritas. Enggak ada salahnya kok memberi reward pada diri sendiri sesekali, setelah bekerja keras selama lima hari dalam satu minggu. Tapi, batasilah hanya 20% dari gaji pertama yang kamu terima, dan gaji-gaji berikutnya.
Siapkan DP Rumah Sejak Usia Muda? Bisa Banget!

3. Kendalikan masa depan

Setelah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, kamu tentu punya impian dan target-target untuk hidup di masa depan. Mulai dari pengin punya rumah sendiri, menikah, punya anak, hingga melewatkan masa pensiun dengan tenang di suatu tempat.

BACA JUGA:  Kehilangan Pekerjaan Karena Pandemi COVID-19? Coba Lakukan Langkah Berikut Segera

Mulailah menata rencana-rencana jangka panjang kamu yang membutuhkan biaya besar itu dengan beberapa cara berikut:

  • Investasi. Jangan remehkan investasi sejak dini. Justru ketika kita masih muda, ini adalah kesempatan emas untuk mulai berpikir investasi untuk berbagai tujuan dan impian. Kalau dimulai sekarang, kamu hanya perlu menyisihkan lebih sedikit dana dibandingkan jika kamu baru mulai berinvestasi di usia kepala 4, misalnya. Belajar pada mereka yang ahli, follow akun-akun media sosial personal atau perusahaan yang sering bagi-bagi tip investasi, lalu mulailah dari nominal kecil. Jangan tunda lagi.
  • Mulai merintis aset aktif, seperti bisnis, surat berharga, atau properti untuk memberimu passive income.

Selalu ingat, bahwa waktu itu bisa jadi teman kita kalau kita bisa mengelolanya dengan baik. Begitu juga dengan uang. Masa pensiun memang masih lama, tapi hari-hari itu akan datang. Persiapkan sejak dini.

Nah, girls, sekilas memang 3 prinsip mengelola gaji pertama di atas memang terlihat sederhana, tapi BiPer tahu, banyak PR yang harus kamu lakukan untuk memenuhinya. So, take your time. Kamu masih punya banyak waktu, tapi jangan sampai disia-siakan.

BACA JUGA:  7 Kalimat Terlarang untuk Diucapkan Jika Kamu Bekerja di Kantor

Good luck, and once again, selamat atas gaji pertama yang kamu terima! You go, girls!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: