Kesehatan

7 Akibat Stres Beserta Tanda dan Level Stress yang Harus Dikenali

Ambil napas dan rileks sejenak, kenali akibat stres yang kamu alami, beserta tingkatan serta tanda stres yang terjadi.

Mudah letih, merasa cemas, insomnia, bahkan daya ingat mulai melemah? Apakah kamu sedang merasakan beberapa tanda stres tersebut saat ini?

Jika iya, maka kamu resmi mengalami tingkatan stres level II.

Stres bisa terjadi pada siapa saja dengan berbagai penyebab, seperti akibat yang ditimbulkan di lingkungan keluarga, pekerjaan, masalah keuangan, ataupun problema lainnya.

Tahu nggak, apa yang terjadi dalam tubuhmu kalau kamu sedang mengalami stres? Dalam keadaan stres, hormon kortisol akan diproduksi lebih banyak, dan masuk ke dalam aliran darah sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras dan membuat tubuh mengeluarkan energi ekstra.

Selain itu, akibat stres yang bisa berdampak buruk pun otomatis akan merambat ke dalam tubuh, pikiran, kesehatan, dan tentunya kecantikan.

Ternyata, girls, ada beberapa tingkatan stres dengan gejala yang cukup spesifik lo! Coba yuk, kita pelajari dulu seberapa tinggi sih level stres kita?

5 Level Stress yang Bisa Terjadi pada Kita

7 Akibat Stres Beserta Tanda dan Level Stress yang Harus Dikenali

Level Stress I

Dianggap sebagai level stress yang paling ringan. Akibat stres ini akan muncul tanda emosi seperti semangat yang menggebu, penglihatan yang tajam, bahkan mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya.

Level I ini biasanya merupakan stres yang menyenangkan dan dianggap membawa aura positif. Namun, tanpa disadari, cadangan energi sedang menipis.

Level Stress II

Akibat stres pada level ini yang dominan akan terjadi adalah banyaknya keluhan yang dikarenakan cadangan energi tak lagi cukup sepanjang hari.

Misalnya, merasa letih padahal baru bangun pagi, lelah saat tiba waktunya makan siang hingga sore hari, merasakan jantung berdebar-debar dan tegang, serta tidak merasa rileks.

Level Stress III

Kamu akan merasakan gejala seperti sering mulas, rasa tegang lebih meningkat, susah tidur, dan kepala berasa berputar cepat seperti hendak pingsan. Pada tahapan ini, disarankan kamu sudah harus berkonsultasi dengan dokter, girls.

BACA JUGA:  Beberapa Variasi Olahraga di Treadmill Supaya Kamu Tak Bosan

Level Stress IV

Akibat stres pada tahapan ini akan membuat keadaanmu menjadi lebih buruk. Seperti kegiatan yang semula menyenangkan kini terasa lebih sulit, menjauh dari pergaulan sosial, tidur semakin sulit, memiliki perasaan negatif, bahkan perasaan takut yang berlebihan.

Level Stress V

Ini adalah tahapan yang sudah memasuki masa puncak atau gawat darurat.

Akibat dari tahapan stres ini akan muncul gejala seperti jantung yang berdetak keras, adrenalin tinggi, serta diikuti dengan sesak napas, tubuh berkeringat dingin.

Jika diamati dengan saksama, tingkatan pada level stress ini telah menunjukkan manifestasi baik di fisik maupun psikis. Ketika di fisik sering berupa kelelahan, sedangkan di psikis berupa kecemasan dan depresi.

Apa akibat stres yang bisa terjadi ketika kamu sudah berada di salah satu tahapan lanjut tersebut? Jelas banyak.

Seperti yang sempat diulas sebelumnya, ketika kita stres, maka hormon kortisol akan dilepaskan yang kemudian menyebabkan banyak hal terjadi dalam tubuh, misalnya penimbunan lemak meningkat, kulit terasa kering, berminyak, keriput, atau penuh jerawat.

Kenalilah perubahan-perubahan dan gejala-gejala yang terjadi pada tubuh kamu ketika stres melanda. Dan, yang kemudian bisa kamu lakukan adalah mengurangi stres dan meminimalkan efek akibat stres yang timbul dengan menambahkan ritual beauty regime kamu.

Berikut beberapa hal yang BiPer sarankan untuk kamu lakukan untuk mengurangi akibat stres berlebihan

Begini Cara Mengatasi Kulit Kering - akibat stres

1. Dry, Flaky Skin

Biasanya ini disebabkan oleh kekurangan air dalam tubuh, karena kamu tidak cukup minum air putih. Perbandingan minum kopi ataupun soda lebih banyak bisa memicu awal terjadinya dehidrasi ini.

Kurangi akibat stres yang terjadi dan kembalikan kulit sehat kamu dengan cukup minum 8 gelas air sehari. Atau, pilihlan teh hijau untuk meningkatkan antioksidan yang sehat.

Kamu juga bisa mencoba asupan minuman yang mengandung elektrolit yang dibutuhkan oleh kulit untuk membantu memproduksi pelembap alami pada kulit.

BACA JUGA:  5 Obat Sakit Kepala Super Jitu, Aman, dan Alami

2. Kantung Mata

Ketika kamu dihadapkan dengan deadline atau daftar agenda yang padat esok hari, maka kemungkinan kamu akan mengalami gangguan tidur. Efek yang kemudian terjadi adalah mata yang puffy dengan kantung mata menggantung berona hitam.

Cara instan untuk mengatasi gejala akibat stres satu ini adalah dengan menggunakan sendok yang sudah didinginkan dari lemari pendingin, lalu letakkan pada area bawah mata, kompres dan pijat perlahan.

Rawat juga area kulit mata kamu dengan menggunakan krim mata yang mampu membantu menyamarkan garis halus dan mengencangkan mata. Sekejap area mata kamu akan tampak cerah kembali.

3. Jerawat

Stres bisa memicu masalah kulit yang jauh lebih rentan. Stres yang melepaskan kortisol yang juga memicu hormon lain yang menyebabkan mudahnya timbul jerawat pada wajah atau tubuh.

Untuk mengatasinya, lakukanlah meditasi selama 10 menit dan minum banyak air, girls, karena sangat penting ketika tubuh sedang tidak bisa menangani stres dengan baik kalau tidak benar-benar kita pelihara.

Gunakan juga produk kandungan tea tree yang mampu menargetkan kulit berjerawat.

4. Wajah Kemerahan

Ketika kamu stres, maka kamu akan bernapas lebih pendek, bahkan bisa saja kamu menemukan dirimu sendiri menahan napas untuk waktu yang lama dan dapat menyebabkan kemerahan.

Atur napasmu, girls. Bernapaslah dengan perlahan, dan nyalakan lilin dengan aromaterapi dengan pilihan aroma chamomile dan patchouli. Atau redam warna merah pada wajah dengan pengaplikasian foundation anti-redness.

5. Fine Lines

Mengerutkan alis, mengerucutkan bibir, dan membuat ekspresi wajah tertentu ketika sedang stres dapat menyebabkan datangnya garis halus lebih cepat.

Untuk meminimalkan kerut dan keriput ini, formula berbasis silikon bisa jadi menjadi solusi sementara untuk mengisi garis-garis halus, ketika kamu bermakeup.

6. Muncul Uban pada Rambut dan Rontok

Jika kamu cenderung memiliki rambut beruban–biasanya sih karena faktor genetis–stres dapat menyebabkan melanin pada rambut berhenti memproduksi dan meninggalkan rona abu-abu.

BACA JUGA:  11 Masalah Kesehatan yang Dapat Dilihat dari Kuku Kamu

Perkuat rambut dan cegah helai rambut dengan menggunakan sampo kaya protein, girls.

Akibat stres lain yang juga bisa terjadi pada rambut adalah kerontokan. Rambut rontok biasanya merupakan reaksi terhadap stres ataupun perubahan ekstrem. Segera atasi dengan aplikasi perawatan rambut rontok ya.

7. Deep grooves in your nails

Tak hanya tubuh dan wajah yang mengalami perubahan akibat stres berlebihan, kuku pun ikut terkena dampaknya. Kekurangan vitamin, warna kuku menjadi lebih kusam, dan alur garis horizontal pada kuku mulai jelas terlihat.

Ketika ini sudah mulai tampak jelas, kamu bisa sembunyikan warna kuku yang tampak kusam dengan pulasan nail polish atau merawatnya dengan menutrisi kuku dengan hand cream secara rutin.

Nah, girls. Hal-hal di atas memang bisa kamu lakukan untuk mengatasi gejala akibat stres yang tampak secara fisik. Namun, untuk gejala psikis, kamu mungkin akan butuh bantuan dari mereka yang lebih profesional.

Jangan ragu untuk mencari informasi dan bantuan ini ya, girls. Jangan pernah anggap remeh stres yang terjadi padamu, sekecil apa pun itu.

Semoga kamu selalu sehat ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: