Kesehatan

Beralih ke Makanan Organik dalam 8 Langkah Agar Sehat dan Hemat

Makanan organik memang lebih sehat dibandingkan dengan bahan makanan non-organik. Namun hal ini tentu saja membawa konsekuensi pada jumlah anggaran yang harus dipersiapkan.

BICARAPEREMPUAN.COM – Tren kesehatan sekarang adalah makan makanan organik. Tapi, rata-rata, makanan organik bisa 40% lebih mahal dibandingkan makanan non-organik.

Wah, selisih harganya cukup fantastik ya, girls.

Dari segi kesehatan, makanan organik memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih baik daripada makanan non-organik. Misalnya saja, kadar antioksidan dalam susu yang dihasilkan dari sapi yang diternakkan secara organik 50-80% lebih tinggi dibanding dengan susu biasa.

Mengapa bisa begitu?

Karena makanan organik memerlukan treatment yang berbeda, mulai dari perawatan hingga cara panennya. Hampir semuanya dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia dan tidak tersentuh bahan kimia. Nggak heran, dengan kualitas yang lebih tinggi seperti ini, kita harus rela merogoh kocek lebih dalam.

Nah, kalau sudah bicara tentang anggaran, mau enggak mau kita harus memutar otak. Pastinya, kita mesti jeli dan selalu hemat dalam mengatur setiap rupiah yang dikeluarkan. Benar nggak? Demi kesehatan tubuh dan juga kesehatan dompet.

Lalu bagaimana caranya agar kita tetap sehat dengan makanan organik, namun anggaran belanja di kantong tak cepat menipis? Ya kita hanya perlu sedikit usaha. Tapi demi menjaga agar kantong belanja tetap tebal, kenapa nggak? Setuju?

8 Cara jitu mengonsumsi bahan makanan organik, agar tetap hemat

5 Bahan Makanan Ini Bila Salah Pengolahan Bisa Membahayakan Kesehatan!

1. Belilah langsung pada petani

Meski terdengar aneh dan sulit dilakukan, tapi mendapatkan bahan makanan organik langsung dari tangan petani adalah salah satu hal yang paling menguntungkan, baik dari segi kualitas maupun harga.

BACA JUGA:  7 Cara Makan Sehat saat Pesta Tahun Baru

Tahu nggak sih, girls, kebanyakan stok sayur mayur organik itu akan mengalami penurunan kualitas selama perjalanan distribusi?

Karena itu, coba deh, cari tahu di mana lokasi terdekat para petani organik ini. Kalau sudah ketemu, kamu bisa borong deh aneka bahan pangan organik itu banyak-banyak.

Lumayan untuk mengisi kulkas yang kosong seminggu ke depan kan?

2. Sesuaikan belanjaanmu dengan musim panen

Sayur mayur akan berada dalam limpahan stok tertingginya saat panen tiba. Namun, karena sifatnya yang cepat busuk, para petani dan pedagang kayaknya nggak akan bisa menyimpannya terlalu lama. Nggak heran kalau harganya akan lebih miring.

Kalau sudah gini, sesuaikan saja stok bahan makanan organik dengan musim panen yang sedang berlangsung.

Cerdas, kan?

3. Maksimalkan kulkas

Banyak yang beranggapan bahwa freezer di lemari pendingin hanya cocok untuk menyimpan es batu dan aneka daging mentah. Padahal, kita pun bisa menggunakannya untuk memasukkan makanan organik yang berupa sayur mayur juga lo!

Nggak percaya? Cobain deh, kapan-kapan.

Sayur dan buah yang dimasukkan dalam freezer, bahkan bisa bertahan hingga satu atau dua bulan ke depan. Syaratnya, kamu harus menyimpannya rapat-rapat dengan wadah yang bersih dan kedap udara.

Mau Punya Kulit Sehat? Konsumsi 8 Makanan Ini Setiap Hari!

4. Jangan membeli berdasarkan merek

Untuk hidup yang lebih sehat dan hemat dengan makanan organik, jangan terpaku pada merek ya, girls.

BACA JUGA:  Dalam 29 Menu Makan Siang Ini Tersembunyi Banyak Kalori Lo! Waspadalah!

Banyak bahan makanan organik dengan merek terkenal, dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan merek supermarket lokal. Padahal, kualitasnya nggak jauh beda.

Jadi, nggak ada salahnya kok, membeli merek yang tidak terkenal, selama kualitasnya bagus.

5. Manfatkan diskon

Karena sayur dan buah sangat mudah menurun kualitasnya, supermarket biasanya akan rutin “membuang” produk yang sudah tak menarik, menurunkannya dari rak display utama, untuk kemudian memberikan potongan harga yang cukup besar.

Nah, kita bisa memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan harga terbaik. Tapi ingat ya, girls, sebaiknya segera konsumsi bahan makanan seperti ini agar tak menjadi busuk.

Beralih ke Makanan Organik dalam 8 Langkah Agar Sehat dan Hemat

6. Belanjalah untuk keperluan seminggu saja

Agar tak membuang-buang waktu, tenaga dan uang, sebaiknya kamu menyesuaikan isi keranjang belanja dengan kebutuhanmu.

Jangan melebihi stok untuk seminggu ya, agar sayur dan buah segar itu berakhir di tong sampah.

7. Tingkatkan skill memasak

Memasak dengan teknik yang benar, akan sangat menghemat waktu dan tenaga. Dari segi rasa dan tampilan pun, pastinya akan lebih menarik untukmu sendiri, agar kamu mau makan makanan organik di rumah, ketimbang jajan di luar.

Kamu bisa juga memasak dalam jumlah banyak untuk satu menu tertentu, lalu simpanlah sebagian dengan baik, untuk dipanaskan lagi kemudian. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam keadaan terburu-buru, misalnya untuk sahur atau berbuka puasa.

BACA JUGA:  Kerja Malam? 4 Tip Ini Akan Jaga Kamu Tetap Sehat

Dengan trik ini, kamu nggak akan membuang-buang makanan organik yang kita beli dengan mahal ini ya.

8. Tanam sendiri? Kenapa nggak?

Kamu punya lahan kecil di rumah? Jangan ragu memanfaatkannya untuk menanam aneka sayur ataupun buah organik.

Nggak harus berupa lahan tanah lo. Kita bisa memakai barang-barang bekas untuk dijadikan media tanam, ataupun plastik khusus yang bisa dibeli di toko pertanian. Bibitnya bisa dibeli juga sekalian di sana.

Meski sedikit repot, cara ini jauh lebih hemat, bukan?

Well, itu tadi 8 cara jitu mendapatkan makanan organik dengan cara yang cerdas dan hemat. Hidup lebih sehat, kantong pun tetap aman.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: