Kesehatan Kuliner

5 Makanan yang Sehat Tapi Ternyata Bisa Menjadi ‘Silent Killer’

Makanan yang sehat itu ternyata nggak sekadar menghindari junk food.

BICARAPEREMPUAN.COM – Nggak cuma perbanyak makan buah dan sayuran juga, tapi ada juga makanan yang harus kamu kurangi mengonsumsinya karena tidak baik untuk kesehatan.

Yah, dalam menjalani pola hidup sehat pastinya kamu jadi lebih selektif untuk memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Berbagai pertimbangan pilihan seperti kadar gizi, vitamin yang terkandung di dalamnya menjadi acuan bagimu untuk membeli makanan. Betul?

Siapa sih yang nggak butuh makan? Well, as we know, makanan adalah sumber energi, mengganti sel-sel rusak serta untuk tumbuh kembang.

Namun, seiring dengan kemajuan teknologi pengolahan pangan, banyak sekali dijumpai makanan olahan yang kurang sehat. Terkadang berbagai bahan tambahan makanan diikutsertakan dalam proses pengolahannya agar menambah cita rasa makanan. Bahan tambahan artifisial bisa menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tubuh manusia. Misalnya, munculnya alergi, penyakit jantung, diabetes, kanker dan obesitas.

Bagi kamu yang memilih untuk punya gaya hidup sehat, tentu akan menghindari junk food, fast food dan gula-gula. Selain itu, kamu juga pasti akan berupaya selalu mengonsumsi dan menyajikan makanan yang sehat.

Sayangnya, sejumlah makanan yang kita anggap sehat ternyata dapat menjadi “silent killer” karena mengandung senyawa kimia, zat beracun dan bahan tambahan makanan yang berbahaya bagi kesehatan.

Girls, inilah 5 makanan yang sehat, ternyata berbahaya bagi kesehatan

Kopi krimer

Minum seteguk kopi hangat dengan tambahan krimer di pagi hari tentu sangat nikmat. Bukan hanya enak, kopi juga dipercaya mampu meningkatkan adrenalin sehingga tubuh siap untuk melakukan berbagai aktivitas.

Awalnya, krimer hanya berisi gula dan krim. Namun, secara bertahap, produsen menggantikan krim dan gula dengan bahan-bahan olahan, seperti minyak nabati, pemanis buatan, dan zat aditif.

Minyak yang terdapat dalam krimer merupakan lemak trans yang diketahui sebagai pencetus penyakit jantung, dan degenerasi memori pada orang dewasa di bawah 45 tahun.

BACA JUGA:  Mengenal 6 Jenis Tepung yang Paling Sering Dipakai Sehari-hari

Lebih mengejutkan lagi, di dalam krimer juga terkandung senyawa titanium dioksida yang dipakai secara luas dalam industri cat, tinta, kertas, kosmetik dan perawatan kulit serta terdapat pada hampir semua produk sunblock.

Titanium Dioxida ditengarai dapat menyebabkan gangguan liver, kanker, Alzheimer, penyakit ginjal, merusak DNA, dan membunuh sel-sel penting pada tubuh manusia.

Lantas, mengapa zat beracun ini bisa berada dalam makanan? Tahukah kamu, ternyata senyawa ini dipakai sebagai pewarna makanan yang memiliki E number, yaitu E171. Selain, ditemukan di krimer, titanium dioksida juga terdapat di dalam susu skim, mayones dan keju.

Buat kamu yang penyuka dan penikmat minuman kopi, baiknya tinggalkan kopi krim dan beralih ke kopi hitam yang lebih sehat.

Jus Buah

5 Makanan yang Sehat Tapi Ternyata Bisa Menjadi 'Silent Killer'

Kamu tentu berpikir jus buah merupakan minuman yang sangat menyehatkan. Para ahli nutrisi dan kesehatan banyak yang menganjurkan agar mengonsumsi jus buah secara rutin untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Faktanya, saat mama memproses buah-buahan menjadi jus buah, kamu telah menghilangkan serat alami yang terdapat dalam buah. Sehingga, jus buah sama bahayanya dengan minuman bergula, semisal minuman berkarbonasi dan soda.

Walaupun, jus buah terbuat dari 100% bahan alami tetap saja mengandung 36 gram gula per cangkir yang setara dengan empat donat krispi. Ouch!

Tahun 2012, para peneliti dari Harvard menyatakan, bahwa mengonsumsi minuman manis sehari-hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Selain itu, kandungan fruktosa di dalam jus buah juga berhubungan dengan perkembangan jaringan adipose visceral atau lemak perut.

Kamu masih bisa mengonsumsi jus buah tetapi dibatasi maksimal 150 ml per hari, dan minimalkan pemakaian gulanya ya.

BACA JUGA:  Resolusi Hidup Sehat 2020: Ayo, Perbaiki Kualitas Hidup!

Popcorn Microwave

Resep PopCorn Crunchy Oreo

Kamu mungkin tidak asing dengan popcorn. Kudapan lezat yang sering disantap saat menyaksikan film ini, memang dikategorikan sebagai camilan sehat. Jagung utuh kaya akan serat, rendah kalori dan bergizi.

Namun, kamu harus waspada bila ingin mengonsumsi seporsi popcorn yang diolah secara modern menggunakan microwave. Saat proses pembuatannya, popcorn dikemas di dalam kantong yang dilapisi bahan kimia yang disebut perfluorooctanoic acid (PFOA) yaitu, material toksik yang terdapat di teflon. PFOA merupakan senyawa karsinogenik, bila dikonsumsi jangka lama dapat menyebabkan kanker.

Sekantong popcorn yang dipanaskan menggunakan microwave akan melepaskan partikel halus yang mungkin berisiko untuk kesehatan. Dalam sebuah studi, setelah tiga menit membuat popcorn dalam microwave, akan dikeluarkan emisi partikel ultra halus sekitar 560 kali dibandingkan emisi microwave air. Tingkat emisi tertinggi dijumpai pada popcorn aneka rasa yang dijual di bioskop, sedangkan yang terendah ada pada jenis popcorn bebas lemak.

Penambahan mentega guna meningkatkan citarasa popcorn menyebabkan popcorn semakin tak layak konsumsi. Lemak trans dan diacetyl (DA) yang terkandung dalam mentega ditengarai sebagai pemicu penyakit jantung. Senyawa tersebut juga dapat merusak sel pelindung otak.

Namun, bila kamu tetap ingin menyatap camilan ini, pastikan popcorn diolah tanpa mentega dan dimasak dengan kompor biasa agar mendapatkan nutrisi jagung utuh yang menyehatkan.

Dressing Salad

Gaya Hidup Vegetarian, Tetap Sehat Tanpa Protein Hewani dalam 5 Langkah

Salad merupakan makanan popular yang diyakini sebagai makanan yang sehat. Bagaimana tidak, makanan yang sehat terbuat dari buah-buahan dan sayuran segar kaya nutrisi dan rendah kalori. Sangat cocok untuk kamu yang ingin diet sehat.

Tetapi, ada bahaya yang mengintip dari semangkuk salad. Dressing yang ditambahkan ke dalam salad bisa saja mengandung sodium karbosimetil selulosa penyebab kanker.

Lalu bagaimana caranya untuk membuat salad yang kamu makan tetap sehat dan sesuai dengan tujuan Diet? Hindari dressing dari krim yang kaya kalori.

BACA JUGA:  Kerja Malam? 4 Tip Ini Akan Jaga Kamu Tetap Sehat

Jika memungkinkan, pilihlah dressing dari minyak zaitun, cuka atau jus lemon yang enak namun sehat.

Makanan Penutup Restoran

Resep Praktis Menu Buka Puasa: 5 Resep Puding Segar dan Sehat

Sepotong puding susu yang lembut dan manis memang sering tersaji sebagai makanan penutup atau dessert di restoran. Makanan manis tinggi kalori dengan tambahan lemak dan sodium (natrium) cukup menjadi alasan untuk tidak melahap dessert restoran tanpa kendali. Sodium dapat meningkatkan tekanan darah sehingga risiko stroke naik, serangan jantung dan gagal ginjal.

Barangkali kamu bisa skip saja makanan penutup restoran tersebut, dan beralih ke makanan yang sehat seperti potongan buah. Bisa juga kamu bikin sendiri puding di rumah seperti puding roti keju vanila.

Kamu mungkin terkejut ya, karena selama ini makanan yang sehat tersebut dikonsumsi dalam keseharian.

Well, setidaknya informasi seperti ini membuat kita lebih berhati-hati lagi dalam memilih makanan yang akan kita konsumsi demi hidup lebih sehat.

Tak usah sedih dan baper karena pernah atau sering mengonsumsi 5 makanan tersebut. Masih ada waktu untuk memulai menghindarinya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: