Karakter

7 Cara Memberi Kritik yang Baik, Tanpa Jadi Haters

Atas nama kebebasan berpendapat, sekarang kita cenderung kejam jika memberi komentar. Padahal, memberi kritik itu bisa dengan kata yang baik.

BICARAPEREMPUAN.COM – Bangsa kita dikenal ramah dan santun dalam bertutur. Kalau mau menegur orang lain, kita pun dididik untuk menggunakan bahasa tak langsung. Termasuk (seharusnya) dalam memberi kritik.

Namun, nilai-nilai ini kini sudah bergeser. Sekarang, orang suka memberi kritik secara langsung, dengan bahasa yang kasar, bahkan memaki, menghina, menyumpahi dengan menuliskannya di media sosial; di status Facebook, Twitter, Instagram, hingga Line atau WhatsApp.

Ckckck.

Lalu muncullah negeri para haters. Para pembenci yang sengaja meneriakkan kebenciannya melalui media, terlebih media sosial, tempat yang dikunjungi oleh banyak orang. Target haters ini bisa siapa saja, dari mulai pemerintah, artis, bahkan orang biasa seperti kamu pun, bisa punya haters. Bener nggak, girls?

Sangat menyedihkan bukan? Bahkan urusan menghujat, memberi kritik pedas, komen kejam ini bisa sampai ke pengadilan lo. Di Korea pernah ada tuh, ulah para haters di media sosial akhirnya menyebabkan seorang aktris dan aktor bunuh diri. Hiks.

Apa sih sebenarnya maksud mereka memberi kritik dengan penuh kebencian seperti itu di depan umum terhadap pemerintah, influencer, public figur, ataupun orang lain? Pembunuhan karakter? Mencari sensasi? Demi uang

Bahkan, sempat ada berita, bahwa ada pengakuan dari sekelompok orang yang memang menerima pesanan untuk membuat berita hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, dan kalau berita itu kurang viral atau kurang ramai, dia sendiri juga yang menyulut “perang” ini supaya beritanya laku.

BACA JUGA:  Jadi Perempuan Mandiri dan Smart, 5 Hal Inilah yang Harus Kamu Lakukan

Padahal kalau dilihat-lihat, bisa saja para haters ini memberi kritik karena mereka perhatian, tapi entah kenapa kok kata-katanya nggak ada yang enak didengar (atau dibaca).

Jika kamu suatu kali ingin berkomentar, mungkin ada teman yang berbuat salah dan kamu terpanggil untuk menegur ataupun memberi kritik, please, jangan terpancing seperti para haters ini.

Kamu harus tahu, bahwa ada sedikit perbedaan antara memberi kritik dan mencela. Memberi kritik akan membuat temanmu itu berterima kasih karena telah diingatkan, sedangkan mencela hanya akan membuat kamu menjadi haters.

Lalu, bagaimana cara memberi kritik atau teguran terhadap orang lain tanpa terkesan menjadi haters di media sosial?

7 Cara Memberi Kritik yang Baik, Tanpa Jadi Haters

1. Bukan balas dendam

Jangan menggunakan teguran sebagai jalan untuk balas dendam. Jika kejahatan dibalas dengan kejahatan, itu namanya dendam.

Kalau kebaikan dibalas kebaikan? Ah, biasa itu mah. Kalau kebaikan dibalas kejahatan, itu namanya jahat beneurrr … Nah, kalau kejahatan dibalas kebaikan, itu baru namanya mulia.

Jadi, jika kamu ingin menegur atau memberi kritik pada seseorang karena sakit hati tempo hari pernah ditegur (dengan celaan pula), maka just stop right there.

BACA JUGA:  5 Langkah Semakin Percaya Diri Kapan Saja di Mana Saja

Jangan diteruskan.

2. Tidak di depan umum

Meskipun hanya berupa komen di status Facebook, namun, media sosial bisa diperhitungkan sebagai “area umum”.

Jika kamua memang ingin menegur ataupun memberi kritik pada siapa pun, maka kirimkan pesan secara privat kepada yang bersangkutan. Menegur orang lain di depan umum akan membuat yang bersangkutan malu.

3. Adil

Adillah sejak dalam pikiran. Fokus pada kesalahan yang dilakukan, bukan pada orangnya.

5 Tipe Atasan di Kantor Nan Toxic - Begini Cara Menghadapinya!

4. Tegur segera

Jangan menunggu nanti-nanti atau besok-besok. Tegurlah segera setelah ia berbuat salah. Jangan biarkan kesalahannya menggunung, agar terhindar melakukan kesalahan yang lebih besar lagi.

5. Cek dan ricek

Apakah benar yang dilakukannya itu salah? Setiap orang punya alasan untuk melakukan sesuatu, meski sesuatu itu salah. Dan kadang, alasannya ini menjadikan perbuatannya menjadi nggak 100% salah, girls.

Jadi, coba cek dan ricek, konfirmasi pada yang bersangkutan, mengapa ia melakukan tindakan tersebut? Dengarkan, dan jangan dulu menghakiminya.

6. Tunjukkan kasih sayang

Meski orang tersebut salah, bukan berarti ia tak berhak menerima kasih sayang, girls.

Kadang, kasih sayang yang kita tunjukkan akan lebih efektif menolongnya ketimbang menegurnya ataupun memberi kritik padanya, dari berbuat kesalahan yang lebih besar lagi.

So, don’t ever lack of love.

7. Beri solusi

Ini dia yang membedakan antara kritik dan celaan. Yes, solusi atau masukan.

BACA JUGA:  Waspadalah! 7 Tipe Teman ini Bisa Bikin Bangkrut!

Orang yang mencela dan menjadi haters nggak akan pernah memberikan solusi atau masukan seiring ia memberikan komentar.

Sedangkan, orang yang peduli dan mau memberi kritik pasti akan datang dengan masukan, atau setidaknya mereka akan mau mendengarkan kita.

Manusia tak pernah lepas dari kesalahan. Karena itu, kehidupan sosial kita tak lain untuk saling memberikan masukan agar menjadi lebih baik. Memiliki hati yang terbuka, mudah menerima nasihat, dan nggak segan pula untuk mengingatkan orang lain akan kesalahan yang telah diperbuatnya, akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik lagi.

Nah, gimana nih? Siap untuk memberi kritik dengan baik?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: