Bisnis & Karier

Waktunya Membuat CV buat Kamu yang Kehilangan Pekerjaan Akibat COVID-19

Apakah kamu salah satu dari mereka yang kehilangan pekerjaan akhir-akhir ini? Kalau iya, sekaranglah saatnya membuat CV yang meyakinkan.

BICARAPEREMPUAN.COM – Tapi membuat CV doang mah gampang, yang susah dilihat dan diterima oleh HR perusahaan yang diincar. Nah lo.

Jadi, gimana cara membuat CV yang oke, yang bisa menarik perhatian HR perusahaan idaman itu ya? Ikuti saja beberapa tip berikut.

Tip Membuat CV Antigagal

Waktunya Membuat CV buat Kamu yang Kehilangan Pekerjaan Akibat COVID-19

1. Perhatikan format

Teknologi baru sedang bertebaran. Mulai dari smartphone, tablet, laptop, termasuk software untuk membuat dokumen. Kamu bisa membuat dengan software apa pun, asalkan perhatikan format akhirnya. Usahakan memakai format yang bisa dibuka di semua gawai atau platform.

Nggak semua perusahaan sudah meng-upgrade teknologi di sistem mereka. Misalnya kita dengan bangga membuat CV dengan Microsoft Office 2016 dan menyimpan file dalam format .docx, sedang perusahaan idaman bisa saja masih menggunakan versi 2003 yang berformat .doc. Kalau begini, mereka pun enggak bisa membuka dokumen kamu, girls.

So, se-update apa pun software yang kamu gunakan, tetaplah memilih format standar saat menyimpan dokumen. Selain format .doc, kita juga bisa memilih format yang lebih universal, seperti Rich Text Format (.rtf) yang dapat terbaca berbagai sistem operasi komputer mulai dari Windows, MacIntosh, hingga Linux.

Atau, kamu juga bisa menggunakan Canva untuk membuat CV dan kemudian mengunduhnya dalam format PDF ataupun JPEG, yang akan terbaca dengan lebih cepat.

BACA JUGA:  Gila Kerja Tapi Bahagia? Bisa Aja dengan 3 Tip Ini!

Dengan membuat CV berformat PDF, format ini juga dianggap paling aman lantaran CV tak bisa di-copy paste oleh orang lain.

CV yang kamu buat ini enggak hanya berlaku saat kita melamar kerja lewat internet saja, girls, tetapi juga saat ikut job fair, jika suatu saat nanti ada. Dibanding membaca lamaran dalam bentuk print out, perusahaan lebih senang menyimpan CV kita dalam laptop dan sistem mereka. So, pastikan kamu menyediakan CV dalam berbagai format ya. Pastikan pula, flash disk kamu bebas virus.

2. Keep it simple!

Membuat CV yang cantik memang bisa memperbesar peluang kita untuk menarik perhatian rekruiter. Makanya, banyak yang senang menghias CV dengan tabel, gambar-gambar, logo, headers, footers, dan lain sebagainya, hingga menambahkan juga elemen-elemen aksesori di sana sini yang berwarna-warni.

Masalahnya, enggak semua komponen itu bisa terbaca dengan baik saat perusahaan ingin mentransfer CV kita ke sistem database mereka. Alhasil, CV yang sudah dibuat dengan susah payah itu malah jadi tak beraturan dan sulit dibaca.

So, akan lebih baik jika kamu membuat CV yang simpel saja, yang penting rapi dan jelas menginformasikan siapa diri kita.

Kehilangan Pekerjaan Karena Pandemi COVID-19? Coba Lakukan Langkah Berikut Segera

3. Hati-hati dengan simbol dan jenis huruf

Selain meminta kita mengirimkan CV by email atau lewat situs pencari kerja, ada juga perusahaan yang membuat program aplikasi lamaran kerja sendiri di situs mereka.

BACA JUGA:  Apakah Atasan di Kantor Kamu Termasuk Salah Satu dari 5 Tipe Ini? Begini Cara Menghadapi Mereka

Nah, bila dalam prosesnya kita diminta untuk melakukan copy paste CV ke kolom submission yang mereka sediakan, coba perhatikan ulang apakah struktur CV yang kita buat berubah atau tidak?

Sebab, copy paste dokumen ke internet bisa mengubah bentuk simbol, bullets, dan elemen lainnya seperti spasi, hingga tak beraturan, dan kadang bahkan font-pun juga ikut berubah.

Jadi, usahakan untuk tidak banyak menggunakan simbol dan pakai jenis huruf yang standar saja ya, girls. Misalnya seperti Arial atau Times New Roman.

4. Hati-hati salah kirim

Saking mudahnya melamar kerja secara daring belakangan ini, dalam sehari kita bisa saja mengirim CV ke banyak perusahaan sekaligus.

Nah, kalau sudah begini, hati-hati lo! Sudah banyak kejadian, pelamar lupa mengganti nama perusahaan yang dituju. Akibatnya, jangankan dibaca, bisa-bisa nama kita langsung di-black list oleh pihak HR perusahaan idaman karena dianggap kurang hati-hati dan terlihat enggak niat melamar.

So, enggak ada salahnya untuk cek ulang lagi sebelum pencet tombol ‘send’ ya. Atau, kalau mau lebih aman, cukup tuliskan saja “Dear Madam/Sir” di awal cover letter CV kamu, tanpa perlu mencantumkan nama perusahaan.

4 Tipe Pekerja yang Selalu Ada di Setiap Kantor - Kamu Termasuk yang Mana?

5. Manfaatkan aplikasi CV online

Masih bingung ingin membuat CV online seperti apa? Kita bisa kok menggunakan beberapa aplikasi atau tools gratis yang bisa ditemukan di internet.

BACA JUGA:  Mau Wawancara Kerja Virtual untuk Pekerjaan Barumu? Tetap Harus Tampil Maksimal!

Misalnya saja ada CV Maker, CeeVee, CVonline.me, bahkan Canva pun menyediakan berbagai macam template CV menarik yang bisa kamu gunakan secara gratis.

Nah, lamanya proses lamaran dari mulai mengirim CV hingga dipanggil interview oleh rekruter rata-rata memakan waktu sekitar 3 bulan. Namun, dengan membuat CV profesional dan tepat sasaran, kamu bisa saja mempercepat prosesnya menjadi 1,5 bulan saja.

Jadi, adalah penting untukmu membuat CV yang terlihat serius, profesional, dan efisien ya.

Good luck, girls!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: