Menjadi Sahabat Itu Susah-Susah Gampang

BICARAPEREMPUAN.COM – Bener sih, girls. Untuk menjadi seorang sahabat yang baik, kita nggak akan dituntut untuk punya kekuatan super bak Wonder Woman. Cukup menjadi orang yang bisa diandalkan di segala situasi aja bisa membuat kita menjadi seorang super BFF, alias super best friend forever.

Padahal, pada praktiknya, hal itu susah banget!

 

Menjadi sahabat itu…

 

Menjadi sahabat
Menjadi sahabat itu …
  1. Mesti siap jadi mak comblang

Mencoba mencarikan pacar untuk sahabat yang sudah lama menjomblo itu termasuk salah satu job desc seorang sahabat yang hebat.

Ya, itu sih sah-sah saja. Tapi, kita mesti tahu rambu-rambu dan batas-batasnya. Jangan sampai kita memaksakan pilihan hanya karena cowok yang mau dijodohkan adalah kita anggap yang paling baik.

Lebih baik, biarkan hubungan si sahabat dengan cowok tersebut berjalan apa adanya—hindari kepo yang berlebihan, apalagi nanya-nanya interogasi tentang perkembangan hubungan mereka, kalau dia sendiri nggak cerita.

 

  1. Mesti siap jadi “tempat sampah”

Dia punya unek-unek, maka sebagai sahabat, kita pun mesti siap untuk menampung. Yah, itu memang juga salah satu “tugas” seorang sahabat. Lagipula, kita juga yang paling tahu apa yang ada dalam hatinya, dan pikirannya kan, girls?

BACA JUGA:  Setop Lakukan Pembunuhan Karakter Perempuan Lainnya Ini dan Dunia Akan Jadi Tempat yang Lebih Baik

Tambahan lagi, kadang dia juga hanya perlu telinga kok untuk mendengar. Kita nggak ngasih solusi apa pun, dia juga akan mengerti kok. Yang penting beban hatinya sudah terangkat sedikit karena kita mau mendengarkannya.

 

  1. Mesti siap menampung air matanya

Saat keluarga dekatnya masuk rumah sakit atau ada yang meninggal dunia, kita akan menjadi orang pertama yang akan datang untuk menemaninya melewati saat-saat tersedihnya.

Ya, soalnya sahabat kita itu pasti butuh banget orang yang care sama dia dengan tulus. Siapa lagi kalau bukan kita kan, girls?

Kita nggak perlu terlalu banyak bicara, menghiburnya dengan kata-kata klise yang kadang malah membuatnya jengah. Juga nggak perlu ikut drama dengan ikut nangis sesenggukan.

Dia hanya perlu tahu kalau kita ada.

 

  1. Asisten pribadi

Kalau dia sibuk dengan tugas kuliahnya, atau tugas kantornya, yang membuatnya kewalahan, maka dia pasti akan datang pada kita, girls. Meski tugas-tugasnya itu sebenarnya nggak ada hubungannya sama kita, tapi dia akan tetap minta bantuan kita.

BACA JUGA:  Teman Jadi Musuh? Oh, No! Begini Cara Menghadapinya!

Ya, itu karena dia yakin banget kita akan mau membantunya dengan tulus.

Pun kalau seumpama dia tiba-tiba harus mengalami PHK, atau tiba-tiba nganggur, maka kita pun pasti dengan senang hati ikut mencari informasi lowongan kerja yang cocok dengan minatnya kan ya?

Nggak perlu merekomendasikannya untuk bekerja di kantor kita kalau memang bukan menjadi bidang yang dia suka, girls.

Tapi ingat saja ya, selama dia masih nganggur, lebih baik hindari untuk membahas tetek bengek yang berhubungan dengan kerjaan kamu di kantormu ya. Bakalan bikin dia senewen tuh. Toleransi dikit dong.

 

  1. Menjadi orang pertama yang ikut bahagia bersamanya

Misalnya, saat ia akhirnya menikah. Well, menikah merupakan momen penting bagi semua cewek ya, girls. Begitu sahabatmu itu akan menikah, jangan ragu untuk menawarkan diri menjadi seksi sibuk deh.

Sekalipun ia lalu berulah dan bertingkah laku bak bridezilla, tetap temani dia ketika mempersiapkan segala sesuatu untuk hari terbesarnya. Tawarkan diri untuk menghubungi EO, ikut mencarikan tempat untuk mencetak undangan, membeli suvenir dan sebagainya.

BACA JUGA:  3 Aktivitas Pagi untuk Menjamin Harimu Menyenangkan Sampai Akhir

Dan, jangan lupa, siapkan hadiah istimewa untuknya juga.

 

Gimana, girls? Berat nggak sih jadi sahabat?

Semoga enggak ya!

One thought on “Menjadi Sahabat Itu Susah-Susah Gampang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.