Karakter

Orang Tuamu Memasuki Masa Pensiun? Bantu Mereka dengan 5 Langkah Ini!

Seiring bertambahnya usia, terutama saat memasuki masa pensiun, banyak orang tua menjadi semakin sensitif. Bagaimana cara menyikapi mereka dengan bijak?

BICARAPEREMPUAN.COM – Manusia memang akan melalui beberapa tahap kehidupan. Stage of life, begitu katanya. Mulai dari lahir, menjadi anak-anak, remaja, menjadi karyawan, menikah, hingga memiliki keturunan. Masa pensiun juga menjadi salah satunya. Tahap ini sering dianggap sebagai “titik turun” dalam hidup seseorang.

Umumnya seseorang akan mencapai “titik puncak” di usia 40 – 60an. Dalam tahap ini, kondisi ekonomi cenderung mapan, sukses di bidangnya, mendapat peran di lingkungan sosial, dan seterusnya. Dalam tahapan ini, orang terbiasa menjalani aktivitas yang padat dan menantang setiap harinya. Karena itu, bisa muncul rasa powerful karena mampu memberikan makna bagi orang lain.

Dan kemudian, mereka akan memasuki masa pensiun.

Apakah orang tuamu sekarang sedang memasuki masa pensiunnya? Kamu perlu paham, bahwa masa pensiun seperti itu seolah-olah menjadi pemutusan perjalanan atau perjuangan mereka dalam memberi manfaat bagi lingkungan maupun diri sendiri.

Selain merasa tak bisa memberi manfaat bagi orang lain, pensiun juga membawa perubahan dalam hal penghasilan. Hal ini terutama dirasakan oleh mereka yang setiap bulan mendapat gaji tetap dari kantor. Berkurangnya penghasilan membuat orang merasa tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi jika kemudian ia justru mendapat suplai dari anak-anak. Dari sini bisa saja muncul perasaan kurang berharga.

BACA JUGA:  Perempuan Masa Kini Akan Selalu Melakukan 13 Hal Ini

Menghadapi orang tua yang memasuki masa pensiun tentu nggak mudah ya, girls. Tapi, berikut ini ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi benturan yang mungkin muncul ketika orang tuamu mulai memasuki masa pensiun.

5 Hal untuk Membantu Orang Tua Menghadapi Masa Pensiun Mereka

Orang Tuamu Memasuki Masa Pensiun? Bantu Mereka dengan 5 Langkah Ini!

1. Pahamilah mereka

Usahakan untuk dapat memahami mereka. Orang tua sedang dalam proses penyesuaian diri dengan situasinya yang baru. Tak heran kadang emosi pun menjadi kurang terkontrol atau menjadi lebih sensitif.

Penting untuk kamu lakukan: Jangan ikut emosi. Cobalah untuk memahami. Bila kamu mengalami kesulitan untuk mengerti maksud orang tua, tanyakan saja baik-baik.

2. Sabar

Yes, kamu harus lebih sabar dan bertoleransi lebih pada mereka, girls. Omongan dan tingkah laku orang tua yang negatif sedikit banyak pasti membuat emosi kita pun ikut terganggu ya.

Tapi, ingat, girls, yang kamu hadapi ini bukanlah orang lain, melainkan orang tua kamu sendiri. So, inilah saatnya kita memperpanjang sabar.

Ingat, kamu dulu mungkin juga sangat menjengkelkan mereka. Bisa jadi mereka sangat sabar, sehingga kamu pun harus mencontoh kesabaran mereka. Namun, jika mereka bukan orang tua yang sabar padamu, ya, itu bukan berarti lantas kamu harus membalas untuk tidak sabar dengan mereka lo.

5 Alasan Mengapa Kita Harus Menemukan Hobi yang Menyehatkan!

3. Cari solusi bersama

Cobalah untuk mencari tahu apa keinginan orang tua ketika mulai memasuki masa pensiun ini. Jika memang ada masalah, ajaklah orang tua untuk duduk berdiskusi, mencari solusi bersama.

BACA JUGA:  Teman Jadi Musuh? Oh, No! Begini Cara Menghadapinya!

Tapi sebisa mungkin, hindarilah masalah, sekecil apa pun itu. Misalnya, soal peletakan barang. Orang tua mungkin biasa menaruh dompet di atas meja makan. Meskipun kamu tidak sreg dengan hal ini, biarkan saja deh. Jika dipindah, mereka bisa kesal.

4. Minta bantuan

Andai kamu dan anggota keluarga tidak dapat mencari solusi yang pas untuk kepentingan bersama, mintalah bantuan kepada pihak ketiga.

Carilah orang yang dihormati oleh orang tua. Untuk mengetahui siapa yang tepat, perhatikan dulu cerita-cerita mereka. Biasanya, akan ada satu atau beberapa nama yang sering disebut.

Kehadiran orang ketiga akan memberi sudut pandang yang berbeda. Dia juga bisa membantu berbicara kepada orang tua kita karena kemungkinan akan lebih didengar pendapatnya.

Sehari 24 Jam Terasa Kurang? Barangkali Kerjamu Belum Cukup Efektif

5. Beri kesibukan

Dengan adanya aktivitas positif, orang tua dapat menyalurkan emosi negatif atau ketidakpuasan yang muncul dalam hidupnya.

Aktivitasnya bisa bermacam-macam. Mulai dari menjalani hobi, berolahraga, mengikuti kegiatan sosial, memberikan ceramah dengan topik yang dikuasai–misalnya di lingkungan terdekat atau keluarga–mengajar keterampilan kepada yang membutuhkan, dan lain-lain.

BACA JUGA:  Gila Kerja Tapi Bahagia? Bisa Aja dengan 3 Tip Ini!

Yes, girls, meskipun ini harus diakui akan sulit, tetapi janganlah kamu anggap sebagai beban. Bagaimanapun, mereka adalah orang tua kita, dan masa pensiun barangkali sama sulitnya dihadapi dengan masa pubertas. So, you can pay them back now.

Sukses ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: