Karakter

Setop Lakukan Pembunuhan Karakter Perempuan Lainnya Ini dan Dunia Akan Jadi Tempat yang Lebih Baik

BICARAPEREMPUAN.COM – Ah, perempuan. Selalu punya 1001 masalah. Kalaupun nggak punya masalah, perempuan pun lantas cenderung “menciptakan” masalahnya sendiri. Kalau nggak membunuh karakternya sendiri, mereka menyerang karakter orang lain.

Ya, misalnya, seperti nyinyirin perempuan lain. How sad is that?

Mungkin kalau kamu adalah salah satu dari perempuan tipe seperti ini, kamu mesti simak apa kata Lupita Nyong’O, si pemain film peraih Academy Awards itu, girls.

“I hope that my presence on your screen, and my face in magazines may lead you young girls on a beautiful journey, that you will feel validation of your external beauty, but also get to the deeper business of being beautiful inside.”

See? Hati mana yang tak bergetar membaca ucapan Lupita ini? Betapa besarnya dukungan moral yang ia miliki untuk sesama perempuan. Mampukah kita bersikap sehebat itu?

You know, girls, perempuan bisa jadi sangat kejam pada sesamanya, apalagi kalau melihat sesamanya itu lebih pintar, lebih cantik, lebih kaya, lebih fashionable, lebih langsing, lebih ini lebih itu. Beugh, nggak ada habisnya deh, sepertinya.

Perempuan bisa saling berkompetisi dan saling menjatuhkan satu sama lain, membunuh karakter orang lain, menjelekkan satu sama lain agar dirinya nampak lebih baik. Sikap menyerang semacam itu biasanya adalah kombinasi antara ‘self promotion’ dan menyerang pesaingnya, mirip kayak kucing yang berantem memperebutkan ikan asin!

Sangat umum perempuan bersikap seolah musuh besar dengan sesamanya atas alasan apa pun seperti yang disebutkan di atas.

Well, girls, setiap perempuan pada dasarnya sangat layak untuk dicintai, diakui sebagaimana dirinya saat ini. Dan, hal ini akan mudah dilakukan hanya oleh perempuan yang sudah berhasil mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu.

Ya, iyalah, girls! Kalau seseorang udah bisa mencintai dan menerima diri sendiri sepenuhnya, kan enggak ada alasan buat merasa iri, dengki, benci atas alasan yang tidak jelas, apalagi hanya karena urusan materi, fisik, jabatan, kepintaran dan lainnya. Betul nggak?

Orang yang sudah mencintai dirinya sendiri sepenuhnya tidak akan kesulitan mencintai dan menghargai perempuan lain sebagaimana adanya bagaimanapun sikapnya.

Kita ini,  girls, pada dasarnya menghadapi jenis pertempuran dan melakukan perjuangan yang sama. Lalu, apa yang masalahnya sih, sampai malah kita memerangi satu sama lain?

BACA JUGA:  Menarik Perhatian Gebetan, Mainkan 6 Bahasa Rambut Ini Untuknya!

Semestinya kita melihat perempuan lain sebagai bagian dari orang senasib dengan tanggung jawab dan kodrat sama.

 

Untuk berhenti membunuh karakter perempuan lain, kita harus menghindari 7 sikap ini

 

Hentikan pembunuhan karakter sesama perempuan.

Hentikan pembunuhan karakter sesama perempuan. Image via Child Mags.

1. Menahan pujian

Perempuan memiliki daya lihat jeli yang tajam, mereka bisa saling mengukur kelebihan sesamanya satu sama lain secara tepat.

Hanya saja untuk mengakuinya dalam bentuk pujian terucap terkadang terasa berat. Terlebih kalau perempuan yang diamati itu adalah seorang ‘rival’.

Padahal memuji hal kecil dari perempuan lain tidak berarti meniadakan kelebihan kita lo. Kesuksesannya, kecantikannya, kebahagiaanya, kan tak ada hubungannya dengan kondisi yang kita miliki, bukan? Saat memujinya maka nggak akan memengaruhi apa pun kondisi kita. Betul?

Bahkan, faktanya, dengan pujian tulus yang tidak berlebihan, akan membuat siapa pun merasa senang dan akhirnya otomatis mendekatkan kita dengannya.

 

2. Mempermalukan demi membuat diri kita sendiri merasa lebih baik

Kecantikan lahir dari beragam ukuran dan bentuk.

Namun, sebagai perempuan, sering kali kita bersikap seperti ini, dan hal ini disebabkan karena kita merasa insecure dengan diri sendiri dan akhirnya menyerang kelebihan orang lain yang tidak kita miliki.

Padahal, ketidaksempurnaan orang lain itu sesungguhnya sangat sempurna, sebagaimana kesempurnaan kita yang tidak sempurna.

Jadi, perlukah meneruskan kebiasaan menyerang kelebihan orang lain yang tidak kita miliki?

 

3. Menghakimi orang lain

When you judge another, you do not define them, you define yourself. – Wayne Dyer

Kita nggak pernah punya ‘keistimewaan’ moral apa pun sehingga kita boleh dan punya hak untuk menghakimi orang lain.

Bukankah kita sendiri pun bukan makhluk yang sempurna? Kita bukan malaikat.

Jadi, bebaskanlah pikiran menghakimi sesama, apalagi saat ada seseorang yang datang untuk meminta bantuan.

BACA JUGA:  Kewalahan Mengatur Waktu? Coba Mulai dari 3 Hal Ini!

Setiap orang punya kisah dan alasan sendiri-sendiri yang membuat mereka melakukan ini dan itu, dan kita tak pernah berdiri dalam posisi mereka, meski kita pernah mempunyai pengalaman atau perasaan yang sama. Setiap orang punya kondisinya sendiri-sendiri.

 

4. Hanya mau melihat sisi buruk

Sebenarnya, apa yang harus dikritik dari sesama perempuan lain yang sama-sama mengemban begitu banyak tugas dalam hidupnya?

Saat kita melihat ada seorang ibu rumah tangga berdaster lusuh, kita jadi gatal ingin mengritik gaya pakaiannya, dan kemudian membuat definisi bahwa ibu rumah tangga yang baik itu harus A, B, C, dan D. Tapi lucunya, semua definisi itu adalah menurut definisi kita sendiri. Untuk apa? Karena kita nggak berdaster, sehingga definisi itu membuat kita jadi lebih baik darinya? Kalau sudah lebih baik, lantas kenapa?

Kalau ada orang lain yang berpakaian bagus, bikin kita gatal juga untuk mengritiknya. Tukang pamer, berlebihan, dan sederet ‘sebutan’ lain pun kita layangkan padanya.

Lalu, apa yang sebenarnya kita cari, girls?

Padahal kita tidak tahu–misalnya pada si ibu berdaster–mungkin ada hal tersembunyi yang hanya ia ketahui dan hadapi sendiri yang begitu menguras seluruh energi jiwanya. Dan mungkin saja, ia memiliki suami yang penyayang dan lebih bahagia dalam kesederhanaan.

Bukankah kebahagiaan itu hadir dalam beragam bentuk dan sangat personal?

Kan kita tidak pernah tahu, bahwa di balik sikap seseorang ada kondisi lain yang membuatnya demikian? Bukankah kita hanya tahu apa yang bisa kita lihat?

 

5. Bergosip

Semua orang mungkin suka akan cerita, tapi menjadikan seseorang yang lain sebagai bahan cerita sepertinya sama sekali bukan hal yang keren,

Sebab, bergosip bisa menjerumuskan seseorang pada perkataan yang sifatnya memfitnah, merendahkan, melebih-lebihkan, mengurang-ngurangi, bahkan yang paling bahaya, mencemarkan nama baik dan membunuh karakter orang lain.

Jangan pernah mengkhianati perempuan lain yang datang pada kita, memercayakan kisah hidupnya pada kita, girls. Apa pun kondisinya, ia sangat layak mendapatkan rasa hormat dengan tidak menggosipkan permasalahannya yang kita ketahui dengan orang lain.

BACA JUGA:  Karakter Seorang Perempuan Bisa Segera Diketahui dari 9 Hal Ini oleh Perempuan Lainnya

Sangat mungkin orang lain akan salah menginterpretasikan cerita yang kita sampaikan. Dan apakah kita mau bertanggung jawab jika sampai hal itu terjadi?

 

6. Berlomba memperebutkan laki-laki yang sama

Betapa memprihatinkan, saat kita melihat beberapa perempuan sampai rela terlihat buruk, demi memenangkan persaingan atas hati pria yang diincarnya. Mereka yang tega membunuh karakternya sendiri, pasti juga tega membunuh karakter orang lain.

Kalau kita membiarkan diri kita sendiri diperlakukan semena-mena, maka sebenarnya kita sudah kalah dalam persaingan itu.

Tahu nggak sih, para pria ini cenderung mencari perempuan yang tahu caranya menghormati diri sendiri, percaya diri, memiliki keinginan kuat, dan mencintai dirinya sendiri? Jadi buat apa rebutan?

 

7. Bersikap palsu satu sama lain

Mungkin sepanjang hidup, kita menghadapi banyak situasi keras sehingga berpengaruh pada karakter diri kita. Bahkan karena bentukan keadaan itu, kita jadi pandai berpura-pura dan menyembunyikan perasaan.

Padahal, semestinya kita berani bersikap jujur dan apa adanya. Menyembunyikan perasaan hanya akan membuat kita tak nyaman, dan akhirnya kita pun jadi lelah.

 

Banggalah menjadi perempuan, girls. Cope your insecurities menjadi dasar untuk mencintai diri sendiri dan orang lain. Sebagai perempuan, kita perlu dukungan dari perempuan lain untuk bisa hidup.

Percayalah bahwa letak kekuatan kita juga ada pada sikap saling mendukung dengan perempuan lain di dunia ini.

Jadi, hentikan melakukan hal-hal yang bisa membunuh karakter perempuan lainnya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: