Kesehatan

Musim Hujan Tiba! Waspada 5 Penyakit Khas Ini!

Musim hujan sudah mulai menampakkan batang hidungnya, girls! Waspada efek perubahan musim yang ekstrem!

BICARAPEREMPUAN.COM – Bukan cuma bahaya banjir, hujan yang datang terus-menerus juga menghadirkan ancaman lain berupa wabah penyakit yang menyerang di mana-mana.

Yuk, jaga kesehatan dari 5 serangan penyakit khas musim hujan ini.

Musim Hujan Tiba! Waspada 5 Penyakit Khas Ini!

1. ISPA

Secara garis besar, ISPA dibedakan menjadi common cold (batuk pilek) dan influenza.

ISPA pada umumnya disebabkan oleh virus, namun dapat pula dipicu oleh reaksi alergi. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun, terutama pada musim pancaroba akibat sirkulasi virus di udara yang meningkat.

Suhu udara dingin di sepanjang musim hujan pun bisa menjadi pemicu munculnya penyakit yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, dan batuk ini.

Daya tahan tubuh adalah faktor yang paling memengaruhi insiden serangan ISPA. Meski virus penyebab ISPA sangat menular (melalui percikan lendir yang terlontar ketika penderita batuk atau bersin), namun penyakit ini bisa dihindari dengan memperkuat imunitas tubuh. Caranya adalah dengan menyantap makanan bergizi dan cukup istirahat.

Kamu juga bisa mendapatkan vaksinasi influensa yang diulang setiap setahun sekali.

2. Diare

Penyakit diare disebabkan oleh infeksi virus (sekitar 50-70%), bakter (25%), ataupun protozoa (5%) yang menyerang usus. Gangguan ini mengakibatkan munculnya rangsangan untuk buang air besar (BAB) secara terus menerus, bahkan sampai bisa 8-10 kali dalam sehari.

BACA JUGA:  Kecanduan Minum Kopi? Ini Dia 6 Cara untuk Menghilangkannya

Diare bukanlah jenis penyakit khas musim hujan yang bisa dipandang sebelah mata, karena bisa mengakibatkan tubuh kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi yang bisa berujung pada kematian.

Jika sampai terserang diare, gantikanlah cairan dan elektrolit tubuh yang hilang dengan minum cairan oralit. Hindari mengonsumsi obat untuk menghentikan BAB karena hal tersebut akan menyulitkan pengeluaran kuman dari tubuh melalui feses.

Memelihara kebersihan adalah kunci pencegahan penyakit diare. Rajin-rajinlah mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Hindari pula menyantap makanan dan minuman dari tempat yang faktor higienitasnya nggak terjamin.

Panduan Puasa Ramadhan buat Kamu yang Punya Masalah Mag

3. Demam tifoid

Sesuai namanya, demam tifoid atau tifus adalah jenis penyakit khas musim hujan yang ditandai dengan demam tinggi hingga di atas 40 derajat Celcius.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran pencernaan melalui mulut. Penyebaran kuman adalah melalui muntah dan kotoran penderita yang terbawa oleh lalat dan kemudian mengontaminasi makanan.

Sebagian besar kuman sebetulnya akan mati karena terkena asam lambung pad asaat memasuki saluran pencernaan, tetapi terkadang masih ada kuman yang masih hidup sehingga mampu menginfeksi usus halus.

Tifus dapat dideteksi dengan melakukan tes darah. Selama menjalani pengobatan, penderita tifus biasanya harus beristirahat total selama 7-14 hari.

Sama seperti pencegahan penyakit diare, cara untuk menghindari penyakit tifus adalah dengan memelihara kebersihan dan menyeleksi makanan yang kamu konsumsi.

BACA JUGA:  Kenali 21 Gejala PMS Agar Bisa Kamu Atasi Secara Tepat!

Dapatkan pula vaksinasi tifoid (efektif selama 3 tahun), apalagi kalau kamu sering bepergian ke daerah endemis tifoid.

4. Demam berdarah

Penyakit demam berdarah (DB) disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DB biasa ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di sepanjang musim hujan yang lembap, di mana nyamuk berkembang biak dengan pesat pada genangan air.

Gejala DB yang biasa tampak adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada persendian, mual dan muntah, serta munculnya ruam merah pada kulit.

Tapi, hati-hati, karena infeksi DB juga kadang nggak disertai oleh gejala demam tinggi, girls.

Hingga kini belum ada vaksin ataupun obat antivirus yang ampuh untuk mencegah penyakit ini. Tindakan yang paling efektif adalah engan melakukan pengasapan (fogging) secara berkala di lingkungan rumah, terutama ketika wabah DB mulai merebak.

Jangan lupa, basmi juga jentik-jentik nyamuk dengan cara menebar bubuk abate di selokan dan memelihara ikan di kolam hias di rumah ya.

Gampang Sakit? Sebelum Langsung ke Dokter, Coba Atasi dengan 5 Hal Ini Dulu!

5. Penyakit kulit

Infeksi jamur bisa terjadi di seluruh tubuh, terutama pada daerah yang lembap seperti lipatan lengan, kaki, jemari, dan payudara, serta daerah selangkangan.

Gejala yang muncul biasanya adalah gatal-gatal serta perubahan pada warna ataupun tekstur kulit. Jika diobati dengan benar (menggunakan salep antijamur atau obat lain yang disarankan oleh dokter), penyakit kulit bisa diatasi dalam waktu 3-5 hari.

BACA JUGA:  5 Makanan yang Sehat Tapi Ternyata Bisa Menjadi 'Silent Killer'

Baju yang nggak kering akibat hujan terus menerus, jemari kaki yang terendam air ketika melintasi daerah banjir, handuk yang kotor di pusat kebugaran, dan sebagainya, adalah biang keladi yang bisa mengakibatkan kulit mulus kamu terserang jamur.

Untuk menghindarinya, sediakan selalu baju ganti yang kering kalau bepergian, dan bersihkan seluruh tubuh dengan saksama setiap selesai beraktivitas.

So, girls, semoga kamu terhindar dari kelima penyakit khas musim hujan di atas ya. Jaga kesehatan selalu!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: