Kecantikan

5 Penyakit Wanita yang Berbahaya – Waspada Lebih Dini Yuk!

Kenali 5 penyakit wanita yang berbahaya ini, dan ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!

BICARAPEREMPUAN.COM – Sebagai seorang perempuan setrong yang super duper aktif, banyak dari kamu yang sering tidak memperhatikan kesehatan sendiri. Bener nggak, girls?

Dan kemudian, kamu pun nggak sadar akan hadirnya ancaman penyakit wanita yang berbahaya yang kadang terpicu oleh hal-hal kecil yang salah, yang kita lakukan sehari-hari.

Nah loh.

Bahkan gejala-gejala gangguan kesehatan yang muncul pun kerap kamu abaikan kan? Padahal hal ini bisa berdampak serius di kemudian hari. Ckckck.

Mau tahu nggak, apa saja penyakit wanita yang berbahaya yang barangkali juga sekarang sedang mengintai kamu?

Ini dia 5 penyakit wanita yang berbahaya berikut gejala dan alternatif pencegahannya yang harus kamu tahu.

Memperbaiki Metabolisme Tubuh - penyakit wanita

1. Anemia

Mungkin kamu pernah merasa kelelahan dan tidak bersemangat padahal sudah tidur cukup banyak? Putihnya mata dan wajah juga cenderung pucat, padahal makanan dan istirahat sudah cukup?

Bisa jadi kamu terkena anemia yang merupakan penyakit wanita akibat kekurangan sel darah merah. Karena fungsi utama sel darah merah adalah menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh, maka kalau sampai kurang, wah … bahaya, girls!

Kurangnya oksigen menyebabkan timbulnya gejala-gejala anemia, di antaranya selain mudah lelah, bisa jadi kamu sering merasakan sakit kepala, keseimbangan terganggu, sesak napas, dan lain-lain.

Biasanya anemia disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Anemia juga bisa timbul pada kamu yang darah haid-nya berlebih.

Untuk mencegah penyakit wanita satu ini, kamu bisa memperbanyak konsumsi sayuran berwarna hijau atau meminum suplemen penambah darah.

2. Depresi

Depresi biasanya terjadi karena adanya tekanan fisik yang berat. Namun kadang depresi diperparah dengan kurangnya hormon endorfin di dalam tubuh kita.

BACA JUGA:  6 Cara Memutihkan Wajah Secara Alami dari Dalam

Lo, depresi kan bisa terjadi pada pria? Jadi, nggak hanya menjadi penyakit wanita dong?

Girls, sadarkah kamu, kalau kita cenderung lebih mudah depresi dibandingkan para pria? Hal ini dikarenakan kamu lebih banyak mengalami hal-hal yang berdampak pada perubahan hormon, seperti menstruasi, kehamilan, hingga menopause.

Mau nggak mau nih, kita jadi hidup dengan ketidakseimbangan hormon yang akhirnya memicu kita menjadi lebih cepat depresi.

Gejala depresi bisa terlihat dari sikap kamu yang selalu murung, sedih, mengalami mood swing yang hebat, gelisah, sakit kepala dan otot.

Jangan remehkan gejala awal depresi ini, girls. Akan baik untukmu, jika kamu memiliki tempat untuk mencurahkan isi hati, agar beban yang dirasakan menjadi lebih ringan.

Jika memang sudah parah, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog. Barangkali kamu juga akan perlu untuk diberikan obat antidepresan dan pengobatan hormonal di bawah pengawasan dokter.

3. Dismenore

Mungkin istilah penyakit ini agak asing di telinga kamu, ya? Kalau nyeri haid, gimana? Pasti tahu kan?

Dismenore ini istilah lain untuk nyeri haid. Faktanya, lebih dari 50% wanita mengalami nyeri ketika haid dan 15% di antaranya mengalami nyeri yang sangat hebat.

Biasanya dismenore ini sering disertai gejala-gejala lain, seperti sakit kepala, mual, sembelit atau bahkan muntah. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum menstruasi, lalu mencapai puncaknya dalam 24 jam dan setelah dua hari akan menghilang.

Kamu bisa sih mengobati penyakit wanita yang khas ini dengan obat-obatan yang mengandung ibuprofen atau asam mefanamat. Tapi, akan lebih baik jika kamu mengonsumsi beberapa makanan sehat untuk mengurangi derita haid ini. Lebih alami kan?

Selain itu nyeri juga bisa dikurangi dengan banyak beristirahat, pemijatan dan kompres hangat di perut dan pinggang.

BACA JUGA:  Ini Dia 6 Tip Perawatan Kulit Wajah Flawless ala Perempuan Korea

Nah, kalau nyeri-nya berlangsung terus menerus hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter. Karena dismenore yang tak kunjung reda bisa jadi merupakan tanda penyakit wanita lain, yang mungkin lebih serius, seperti kista atau infeksi alat reproduksi.

4. Keputihan

Penyakit wanita satu ini sepertinya banyak yang mengalami, tapi mereka sekaligus menyepelekannya.

Padahal keputihan yang berlebihan dan terjadi dalam jangka waktu lama bisa jadi merupakan indikasi dari penyakit wanita lain yang lebih serius, di antaranya kemandulan, cacat rahim, dan kanker rahim.

Pada dasarnya, sebagaimana disebutkan di bidanku.com, keputihan merupakan hal yang wajar terjadi, jika ciri-cirinya seperti di bawah ini:

  • Teksturnya berupa cairan encer
  • Warnanya bening atau krem
  • Tidak berbau
  • Tidak gatal
  • Tidak berlebihan

Nah, kamu harus waspada dan segera menghubungi tenaga kesehatan jika terdapat tanda-tanda cairan keputihan seperti di bawah ini:

  • Teksturnya kental
  • Warnanya putih seperti susu, kuning atau bahkan kehijauan
  • Terasa gatal
  • Berbau tidak sedap
  • Menimbulkan bercak pada celana dalam
  • Jumlahnya sangat banyak

Karena bisa jadi keputihan yang terjadi itu diakibatkan oleh jamur, bakteri, atau virus sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih serius.

Karena itu, jagalah kebersihan daerah intim Mama. Usahakan agar pakaian dalam yang kamu pakai tetap kering, agar tidak membuat bakteri dan parasit jahat mudah berkembang.

Selain itu, jika kamu sedang haid, gantilah pembalutmu sesering mungkin.

5. Kanker Payudara

Penyakit wanita satu ini merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi. Penyebab pasti kanker ini memang belum diketahui dengan pasti. Namun jangan khawatir, dengan penanganan yang tepat sejak dini, penderitanya memiliki kemungkinan sembuh cukup besar.

BACA JUGA:  Trik Jitu Mengatasi Bibir Hitam Secara Alami

Oleh karena itu, kamu harus mengetahui gejala-gejala kanker payudara agar kmu bisa lebih waspada. Di antaranya adalah:

  • Timbulnya benjolan yang tidak wajar. Awalnya, mungkin benjolan ini tampak kecil dan tidak sakit. Namun lama kelamaan membesar dan nyeri bila ditekan.
  • Keluarnya cairan tidak wajar dari puting, padahal kamu sedang tidak dalam kondisi menyusui. Cairan bisa berupa darah, nanah atau cairan encer.
  • Perubahan warna puting susu yang semula berwarna merah muda menjadi kehitaman.

Nah, jika terjadi hal-hal tersebut di atas, langsung segera periksakan ke dokter ya, girls!

Oh iya, selain memperhatikan gejala di atas, kamu juga bisa melakukan pemeriksaan mammografi. Cara ini dinilai paling ampuh untuk mendeteksi 80-90 % kasus kanker payudara.

Nah, demikian 5 penyakit wanita yang berbahaya, yang gejala awalnya jangan sampai kamu abaikan.

Ingat pepatah, girls, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu lebih baik semenjak sekarang kita membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat, selalu berpikiran positif, dan rajin berolahraga.

Tetap sehat ya, girls!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: