Kesehatan

Program Diet Gagal, Mungkin 7 Ini Penyebabnya!

Program diet gagal. Badan nggak kurus-kurus, padahal sudah menyiksa diri segitunya. Well, coba deh cek tujuh faktor fisik ini!

BICARAPEREMPUAN.COM – Saat jarum di timbangan badan mulai bergeser ke kanan, saat itulah kita sibuk untuk mulai program diet. Bener nggak, girls?

Segala jenis program diet sudah ada sekarang ini, tinggal kamu sesuaikan saja dengan kondisi tubuh. Jangan terlalu mengikuti tren, karena kondisi tubuh juga pengaruh lo, girls, agar dietnya sukses.

Kamu pernah nggak mengalami diet gagal? Padahal sudah mengurangi porsi karbohidrat, porsi sayuran diperbanyak dan menghindari makan besar di malam hari. Tapi, kok berat nggak turun-turun ya? Meski beratnya turun, namun tempo penurunannya sangat lambat.

Sedangkan, kasus lainnya, kamu jarang berolahraga, porsi makanan pun selalu besar. Herannya, kamu tetap bisa menjaga berat badan. Ugh!

Menurut Michael D. Jensen, M.D, seorang endokrinologis, fenomena tersebut terjadi karena setiap orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap diet dan olahraga. Ia juga menyebutkan banyak faktor fisiologis yang membuat seseorang lebih mudah kurus dibanding yang lain, ataupun yang menjadi penyebab diet gagal.

Inilah 7 faktor yang bisa membuat diet gagal

3 Aplikasi Mobile untuk Panduan Diet Sehat

1. Genetika

Gen berperan dalam penyeimbangan kalori dan energi yang dikeluarkan oleh tubuh. Anak-anak dari orang tua yang kelebihan berat badan akan cenderung untuk kelebihan berat badan pula.

Berdasarkan riset di Klinik Mayo, riwayat kegemukan di keluarga kamu akan meningkatkan kemungkinan kelebihan berat badan menjadi 25% sampai 30%, dan menjadi penyebab diet gagal.

Namun demikian, meski kamu keturunan gemuk, belum tentu juga kamu akan menjadi gemuk.

Para ahli meneliti peran mutasi gen yang berpengaruh dalam penyebab kegemukan. Kerusakan genetika berdampak pada peningkatan kadar leptin, yaitu protein hormon yang membantu mengatur metabolisme dan selera makan. Tetapi hingga sekarang belum ada kejelasan, apakah mengubah leptin bisa mengurangi kegemukan.

BACA JUGA:  Menjaga Berat Badan, Perhatikan 9 Prinsip Diet Berikut!

Yang jelas, anak dengan bobot lebih perlu menerapkan gaya hidup sehat dalam pertumbuhannya dan perlu untuk lebih disiplin, karena akan cenderung mengalami diet gagal.

2. Aktivitas fisik

Orang yang kelebihan berat badan biasanya lebih malas bergerak daripada mereka yang berat badannya normal.

Tapi, hal tersebut tidak selalu menjadi sebab kelebihan berat badan seseorang dan diet gagal sih. Kurang berolahraga juga bisa memicu kegemukan.

Mereka yang tidak memiliki kelebihan berat badan adalah mereka yang memiliki pembakaran kalori yang tinggi dalam aktivitas sehari-hari. Aktivitas fisik ini juga disebut dengan istilah NEAT atau non excersie activity thermoghenesis, yaitu istilah untuk aktivitas manusia sehari-hari di luar olahraga yang juga membutuhkan kalori.

Termasuk dalam NEAT adalah berjalan, mengubah sikap tubuh, bernapas, bahkan perasan gelisah.

Waspadai 5 Makanan Sehat Tapi Ternyata Nggak Sehat

3. Jenis kelamin

Otot menggunakan lebih banyak energi daripada lemak. Sementara seperti kita tahu, tubuh perempuan lebih banyak mengandung lemak daripada otot. Karena pria lebih banyak memiliki otot, mereka membakar kalori 10-20% lebih banyak selama masa istirahatnya.

Karena massa otot inilah, nggak heran seorang atlet dinilai kelebihan berat badan berdasarkan skala perhitungan berat badan standar, karena otot-ototnya yang sudah berkembang sedemikian rupa.

Namun, selama kelebihan berat badan tersebut disebabkan massa otot dan bukannya lemak, kondisi ini masih dibilang aman.

Apakah hal ini jugalah yang menjadi sebab mengapa perempuan lebih cenderung mengalami diet gagal? Hmmm ….

4. Umur

Ketika usia kamu bertambah, besar otot dalam tubuh cenderung berkurang, sebaliknya presentase lemak dalam tubuh bertambah. Menurunnya massa otot ini mengakibatkan metabolisme tubuh kamu mengendur secara alami seiring bertambahnya usia. Kedua perubahan ini lantas memangkas kebutuhan kalori tubuhmu.

BACA JUGA:  Mau Diet Sehat, Ketahui Dulu Beberapa Mitos Lemak yang Penting Ini!

Laju metabolisme yang dialami tubuh sejak lahir sampai usia lanjut mengalami grafik naik dan turun. Pada usia 0-2 tahun, metabolisme tubuh Mama meningkat. Setelah itu, metabolisme terus menurun, kecuali pada masa puber. Pada masa ini tubuh Mama mengalami pertumbuhan yang membutuhkan banyak energi.

5 Tanda Penuaan Dini yang Bisa Terjadi pada Perempuan Usia 20-an

5. Berat badan setelah berhenti merokok

Berat badan perokok, baik pria maupun perempuan, cenderung 3-5 kg lebih ringan. Setelah berhenti merokok, berat badannya akan kembali ke tingkat semula seperti sebelum merokok.

Nggak heran, karena pada dua minggu pertama usaha untuk lepas dari rokok, tubuh menyimpan lebih banyak cairan.

Alasan lain yang menyebabkan seorang perokok mengalami diet gagal dan jadi gemuk lagi setelah berhenti adalah umumnya mantan perokok melampiaskan rasa laparnya dengan makan yang nggak terkontrol.

6. Masalah pada organ metabolisme

Kurang dari 2% dari semua kasus kelebihan berat badan bisa dilacak karena adanya masalah pada organ metabolisme, seperti fungsi tiroid atau ketidakseimbangan hormon.

Obat-obatan yang kamu gunakan jika sedang sakit juga memengaruhi kondisi tubuh yang juga berdampak pada jumlah energi yang digunakan. Ketika kamu sakit, tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk berperang melawan penyakit, juga untuk mengganti atau memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Makanya, kalau sakit jangan diet. Emang ada yang sakit tetap diet? Ada sih. Dan, kalau mengalami gagal diet, jadi stres. Akibatnya, ya enggak sembuh juga penyakitnya.

So, coba dikonsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan ya. Kalaupun diet, ya harus yang sesuai dengan petunjuk dokter. Sayangi tubuhmu dulu.

Inilah 7 Faktor yang Membuat Program Diet Gagal

7. Toleransi tubuh terhadap lemak

Lemak mengandung dua kali lebih banyak kalori dibanding protein dan karbohidrat dengan berat yang sama. Perbandingannya adalah 9:4.

Perbedaan kalori ini menjelaskan bagaimana lemak dapat meningkatkan berat badan seseorang dengan cepat. Meskipun asupan kalorinya sama, seseorang yang menu sehari-harinya lebih banyak mengandung lemak, akan lebih cenderung mengalami diet gagal dan mudah bertambah berat badannya daripada mereka yang pola makannya rendah lemak.

BACA JUGA:  Beberapa Program Diet Sehat yang Bisa Dipilih untuk Tahun 2019 yang Lebih Sehat

Namun demikian, bukan berarti kamu nggak menyisakan tempat untuk lemak dalam menu makanan sehari-hari.

Berdasarkan penelitian Frank Sacks, M.D, dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, diet sangat rendah kalori (jumlah kalori dari lemak 10% atau kurang) memang dapat menurunkan kadar LDL, si kolesterol jahat. Tapi, sayangnya HDL (kolesterol baik) juga turun.

Karena sama-sama turun, rasio LDL dan HDL tetap, sehingga penurunan tersebut tidak berarti banyak bagi kesehatan tubuh kamu. Risiko sakit jantung masih akan menghantui. Untuk menghindari tersebut jangan mencekal lemak dari menu makanan kamu ya. Ganti lemak yang biasa kamu peroleh dari hewan dengan lemak nabati seperti yang terdapat dalam minyak zaitun atau lemak dari ikan.

Jadi, sekarang kamu bisa mengerti ya kenapa sih kamu mengalami diet gagal, nggak berjalan seperti yang diharapkan? Karena, ada faktor-faktor fisik di atas yang turut memengaruhi program diet kamu.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: