Kuliner

Perempuan Suka Makan Cokelat karena 4 Hal Ini!

Biasanya, yang namanya perempuan itu, paling suka makan cokelat. Jarang bisa menolak pokoknya! Kamu juga?

BICARAPEREMPUAN.COM – Cokelat dihasilkan dari tanaman yang bernama biji kakao. Biji tersebut difermentasi lebih kurang selama 5 hari, kemudian dikeringkan dan dipanggang. Usai proses tersebut, biji cokelat dipisahkan dari cangkang dan bijinya, lalu dihaluskan dan dibuat pasta cokelat yang kental.

Untuk membuat cokelat batang, pasta cokelat yang kental tersebut ada yang ditambahkan dengan gula dan susu, namun ada juga yang tidak.

Melalui proses panjang itulah, tercipta kelezatan cokelat yang tergantk pada kualitas coelat sejak dipetik.

Konon, rasa cokelat yang lezat itu tercipta dari campuran 1200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu rasanya menjadi tidak enak jika berdiri sendiri. Itulah sebabnya hingga kini belum pernah ada yang berhasil menciptakan rasa cokelat tiruan.

Dulu, cokelat dikenal sebagai makanan istimewa, sehingga banyak orang yang menjadikan cokelat sebagai hadiah, ucapan terima kasih, simpati, bahkan ungkapan cinta.

Rasa khas cokelat batangan atau pada es krim, bolu, dan biskuit, membuatmu ingin terus melahapnya. Kamu pasti juga kerap mencari dan makan cokelat ketika suasana hati sedang buruk.

Karena itu, kamu yang sering mengalami mood swing, bisa makan cokelat untuk memperbaiki mood.

BACA JUGA:  Boros Pengeluaran di Pos Makan, 6 Cara Ini Dapat Mengatasinya

Lalu, apa sih yang membuat suasana hati kamu menjadi lebih baik setelah makan cokelat?

Perempuan Suka Makan Cokelat karena 4 Hal Ini!

Titik leleh lemak

Rupanya, ini terjadi karena titik leleh lemak yang terkandung dalam biji coelat terletak sedikit di bawah suhu normal manusia. Sehingga saat kita makan cokelat, lemaknya akan lumer di mulut.

Lumernya lemak inilah yang menimbukan rasa lembut yang sangat khas saat kita makan cokelat, dan bisa meningkatkan aktivitas otak serta debaran jantung.

Kandungannya

Rasa menenangkan saat kita makan cokelat ini juga terkait dengan isi kandungan gizinya.

Kandungan alkaloid-alkaloid seperti teobromoni, fenetilamina, dan anandamida terbukti bisa meningkatkan hormon serotonin–si pembuat bahagia–di dalam otak.

Kaya antioksidan

Cokelat juga kaya akan antioksidan yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas di dalam tubuh, asal kita makan cokelat dalam jumlah sedang.

Antioksidan dalam bentuk fenol yang ditemukan dalam cokelat mempunyai kemampuan menghambat terjadinya kolesterol atau peningkatan lemak jahat si LDL (Low Density Lipoprotein), dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Rendah lemak

Meskipun cokelat memang mengandung lemak, namun makan cokelat hanya akan memberi 1% asupan lemak total. Jumlah ini relatif sedikit bila dibandingkan dengan mengonsumsi daging atau susu.

BACA JUGA:  Perut Buncit Bisa Jadi Tanda Awal 6 Penyakit Ini!

Sebagian besar lemaknya memang tersusun dari lemak jenuh (asam stearat), tetapi lemak cokelat adalah lemak nabati yang sama sekali tidak mengandung kolesterol.

Kandungan asam stearat yang tinggi inilah yang menyebabkan efek peningkatan kolesterol di dalam darah tidak setinggi kolesterol yang berasal dari hewan. Saat kamu makan cokelat, asam stearat ini juga dicerna dalam waktu yang lama oleh tubuh dan diserap dalam jumlah yang sangat sedikit.

Beberapa jenis cokelat yang kita kenal:

Perempuan Suka Makan Cokelat karena 4 Hal Ini!
  1. Cokelat bubuk: biasanya dimanfaatkan untuk minuman atau penambah rasa maupun warna dalam pembuatan kue atau puding.
  2. Cokelat susu: merupakan campuran kakao dengan susu dan ditambah gula.
  3. Dark chocolate: memiliki kandungan biji cokelat (kakao) yang paling tinggi, yaitu sekitar 70% dan tanpa gula tambahan.
  4. White chocolate: Memiliki 33% kandungan cokelat atau kakao, sisanya adalah gula, susu, dan vanilla.
  5. Chocolate chip: bentuk lain dari cokelat susu.

Cermat Sebelum Makan Cokelat

Beberapa jenis cokelat yang dijual murah di pasaran sebaiknya kamu waspadai. Sebab, cokelat tersebut hanya mengandung sedikit kandungan biji cokelat dan justru mengandung gula yang tinggi. Begitu juga dengan kandungan lemak jenuhnya.

Produk cokelat lainnya yang juga berbahaya dan buruk untuk kesehatan adalah fondant (biasanya digunakan untuk mendekorasi kue) yang mengandung 100% pemanis. Akibat bahan dasar cokelat yang relatif mahal, lemak kokoa biasanya diganti dengan minyak yang lebih murah seperti lesitin dari kedelai atau minyak palem.

BACA JUGA:  Mau Diet Sehat, Ketahui Dulu Beberapa Mitos Lemak yang Penting Ini!

Berbeda dengan cokelat premium yang mengandung 50% – 70% lemak kokoa, cokelat padat lebih sedikit mengandung gula dan minyak nabati. Itulah sebabnya, cokelat ini mengandung lebih sedikit kalori.

So, akan lebih baik kamu teliti dulu sebelum makan cokelat ya.

Nah, girls. Sudah tahu kan sekarang, kenapa kamu suka banget makan cokelat? Yang penting, tetap jaga supaya enggak berlebihan ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: