Kecantikan

4 Jenis Produk untuk Mewarnai Rambut dan Serba-Serbinya yang Perlu Diketahui

Mewarnai rambut sepertinya sekarang tren fashion ya? Apakah kamu salah satu dari mereka yang suka mewarnai rambut, girls?

BICARAPEREMPUAN.COM – Tahu nggak sih, girls? Bahwa tren mewarnai rambut itu nggak cuma dilakukan oleh kita akhir-akhir ini saja lho, tapi sudah dilakukan manusia sejak ratusan tahun sebelum Masehi.

Awalnya sih zat pewarnanya berasal dari tumbuh-tumbuhan. Seiring perkembangan teknologi , akhirnya ditemukanlah zat pewarna sintetis yang sering kita pergunakan sekarang.

Dari semua zat pewarna sintetis tersebut, mana yang paling baik digunakan? Well, sebagai konsumen yang pintar kita memang harus mengetahui benar, produk yang mana yang cocok kita gunakan. Apalagi ini soal mewarnai rambut ya? Kalau salah pilih, mahkota kitalah yang jadi korban.

Nah, yuk, coba kita lihat masing-masing jenis produk untuk mewarnai rambut ini, supaya kita nggak salah pilih.

4 Produk mewarnai rambut yang harus diketahui

Cara Merawat Rambut Rusak mewarnai rambut

1. Pewarna instan

Pewarna rambut instan adalah pewarna yang biasanya diaplikasikan dengan metode mencuci rambut.

Jenis ini bekerja mewarnai rambut hanya dengan melapisi batang rambut saja, jadi nggak permanen. Warna yang dihasilkan pun berbeda-beda, tergantung warna asli rambut. Hasilnya juga nggak solid. Kadang malah terlalu mencolok warnanya, hingga rasanya jadi kurang elegan.

Cara mengaplikasikannya mudah banget sih. Gunakan sarung tangan plastik, basahi rambut, oleskan pewarna rambut ke seluruh rambut, seperti menggunakan sampo. Pijat lembut, dan ratakan ke seluruh batang rambut. Diamkan selama 7 menit, kemudian bilas.

Pewarna rambut instan ini hanya dapat bertahan sekitar 2 hingga 3 minggu saja. Sehingga kalau mau bertahan lama, ya, kamu harus melakukan pewarnaan ulang setiap 2 minggu sekali.

BACA JUGA:  6 Cara Mengatasi Kulit Kering yang Paling Jitu

2. Hair toner

Hair toner juga merupakan pewarna rambut semi permanen, girls. Jenis ini biasanya digunakan sebagai pengganti warna rambut yang tidak diinginkan. Menutup uban, misalnya.

Toner bekerja pada sebagian batang rambut, sehingga kadang juga digunakan untuk memperbaiki warna rambut yang salah. Misalnya, setelah diwarna ternyata warna rambut Mama menjadi merah terang. Untuk sedikit membuatnya gelap, Mama bisa menggunakan hair toner ini.

Toner memang bersifat menetralkan warna. Penggunaannya harus sesuai dengan takaran, dan aplikasinya harus sedikit demi sedikit hingga mencapai warna yang diinginkan.

Sebelum mewarnai rambut dengan toner, agar lebih pasti kulit kamu nggak teriritasi karenanya, lebih baik kamu tes dulu pada kulit siku 24 jam sebelumnya, girls. Perhatikan, kalau kemudian ada efek iritasi, berarti produk tersebut nggak cocok dengan kulitmu. Jangan diteruskan.

Akan lebih baik jika kamu mau mewarnai rambut dengan hair toner ini, kamu minta bantuan penata rambut yang profesional di salon langgananan kamu.

Daya tahan toner tergantung pada seberapa sering kamu mencuci rambut, karena memang toner ini ‘musuh’nya adalah air, girls. Dia akan memudar jika dibersihkan terlalu sering.

Seberapa cepat memudarnya? Ya, kalau kamu mencuci rambut setiap hari, maka toner akan hilang dalam waktu 3 hingga 4 bulan.

3. Henna

Henna merupakan jenis produk untuk mewarnai rambut yang ditemukan oleh bangsa Mesir 1.500 tahun sebelum Masehi.

BACA JUGA:  Trik Jitu Mengatasi Bibir Hitam Secara Alami

Teknik pewarnaan ini dianggap yang paling alami, girls, dan aman digunakan karena terbuat dari daun pohon henna yang banyak ditemukan di Timur Tengah.

Selain untuk mewarnai rambut, henna juga sering dipergunakan untuk pewarna tattoo temporer. Pilihan warna henna nggak terlalu banyak, girls. Warna dasar yang dihasilkan oleh henna adalah merah cenderung ke orange. Tapi seiring waktu, ditemukan juga kombinasi warna lain hingga menghasilkan warna hitam maupun cokelat.

Cara pengaplikasiannya cukup mudah kok. Campurkan bubuk henna dengan air secukupnya hingga mengental. Dengan kuas khusus, oleskan dari pangkal rambut hingga ujungnya. Untuk hasil yang maksimal, diamkan selama kurang lebih satu jam, lalu ulang kembali. Diamkan hingga benar-benar kering, ulang lagi. Begitu terus, girls.

Biasanya sih sampai memakan waktu kurang lebih 6 jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu, bilas rambut hingga tak terdapat gumpalan bubuk henna. Selama 2 hingga 3 hari kemudian jangan mencuci rambut dulu ya.

Henna ini keawetannya hampir sama dengan pewarna permanen, girls, karena pigmen alami dari tanaman henna bekerja mengikat keratin rambut. Biasanya, warnanya sih nggak gampang pudar.

4. Pewarna permanen

Teknik mewarnai rambut permanen akan mengganti tiap helai rambut dengan warna yang baru. Biasanya mengandung senyawa kimia, sehingga juga memiliki risiko paling besar merusak rambut.

Cara kerjanya adalah dengan memecah kutikula rambut yang membuat molekul warna dapat masuk dan mengembang secara permanen di dalam korteks rambut. Namanya permanen, ya akan sulit dihilangkan ya, girls. Dia akan hilang seiring pertumbuhan rambut.

BACA JUGA:  Trik Jitu Atasi Flek dan Noda Jerawat Nakal di Wajah

Untuk pengaplikasiannya, sebaiknya kamu lakukan di salon saja, karena memerlukan keahlian tertentu, dan juga ada takaran yang tepat untuk warna tertentu. Ini hanya bisa dilakukan oleh yang sudah ahli atau yang sudah biasa.

Dan, tentu saja ya, karena permanen, maka warnanya ya tahan lama. Namun, kilaunya kadang bisa saja memudar, jadi rambut kamu tetap memerlukan perawatan. Lakukan retouch pada pangkal rambut setiap 6 – 8 minggu sekali.

Nah, semoga sedikit serba-serbi mewarnai rambut dan juga pengetahuan akan beberapa produk pewarna rambut di atas bisa membantumu memutuskan hendak memakai teknik dan produk yang mana ya, girls.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: