5 Tipe Rekan Kerja Toxic yang Berbahaya di Kantor – Mendingan Jauh-Jauh Deh!

BICARAPEREMPUAN.COM – Namanya bekerja di kantor yang penuh dengan pribadi yang berbeda-beda, pastinya akan wajar kalau menemui ketidakcocokan atau ketidaksesuaian. Namun, bagaimanapun, sebagai rekan kerja, ya kita mesti selalu kompak demi bersama meraih tujuan perusahaan tempat kita bekerja.

Betul kan, girls?

Tetapi, selalu saja ada satu dua orang yang benar-benar toxic. Mereka yang termasuk golongan toxic ini bahkan bisa banget mengancam karier kamu, kalau dibiarkan saja.

Ini dia beberapa karakter rekan kerja toxic di kantor, yang sebaiknya sebisa mungkin kamu hindari saja kalau nggak terpaksa banget. Demi kelancaran performa kerja dan juga karier kamu.

 

5 Tipe rekan kerja yang sebaiknya dijauhi saja

 

5 Tipe Rekan Kerja Toxic yang Berbahaya di Kantor - Mendingan Jauh-Jauh Deh!

1. Si office bully

Jenis tipikal rekan kerja yang selalu ada di kantor mana pun. Tipe sok kuasa, suka semena-mena terhadap anak buah dengan berbagai cara. Dari mulai menyuruh anak buahnya membuatkan kopi untuknya, menjadikan rekan kerja yang baru bergabung menjadi kacung, hingga mengakui semua hasil kerja tim sebagai hasil kerjanya sendiri.

Oh, so typical!

Yang tipe begini sepertinya memang sudah bawaan orok. Ke mana pun ia akan ditempatkan, ia akan berperilaku yang sama.

Kamu sungguh sial, kalau punya rekan kerja seperti ini–yang terpaksa harus kamu temui dan interaksi setiap hari. Apalagi kalau ia jadi bos kamu. BiPer turut sedih, girls.

Tapi, kamu bisa mengadukannya pada mereka yang berkedudukan lebih tinggi lagi, atau HRD, jika memang rekan kerjamu ini sudah benar-benar melewati batas. Meski demikian, kamu tetap harus mengadukannya dengan baik, girls. Jangan sambil emosi ya.

BACA JUGA:  Mau Resign Kerja? Pastikan Kamu Lakukan dengan Terhormat!

Kalau bisa sih, si rekan kerja kamu ini juga jangan sampai tahu kalau kamu membicarakan perihal mereka pada HR, karena bully-nya akan semakin menjadi nantinya.

 

2. Si tukang tusuk

Tipe ini tak kalah berbahayanya ketimbang tipe pertama di atas, girls.

Dengan senyum yang bertengger di bibirnya, ia akan bersikap seakan ia akan selalu siap membantumu. Padahal di belakang sana, ia merencanakan sesuatu untuk membuatmu tampak bersalah, malu, ataupun canggung.

Misalnya nih, secara tak sengaja kamu melakukan kesalahan, tapi dengan berbagai cara kamu sudah berusaha memperbaikinya tanpa harus bilang atau konsultasi ke atasan kamu. Secara kebetulan, ia tahu mengenai kesalahan kamu ini.

Maka, siap-siap saja ia akan menyindirmu dalam meeting atau saat makan siang bareng. Mungkin ia akan mengatakannya seolah bercanda, tapi somehow ia memang sengaja melakukannya.

Saat akhirnya si atasan tahu, dan mungkin marah padamu, ia akan tersenyum seolah simpati lalu mengusap-usap punggungmu seolah memberikan perhatian.

 

3. Si muka dua

Kamu pikir, tipe yang satu ini adalah temanmu, sahabatmu. Karena, ya, di dekatmu ia memang bertingkah laku selayaknya teman. Suatu kali, ia mungkin akan mengajakmu makan siang. Saat itulah, ia mungkin akan mengungkapkan rasa nggak sukanya pada rekan kerja yang lain. Atau, bahkan ia bilang kalau ia nggak suka pada semua orang di kantor. Kecuali kamu.

Lain hari, ia akan makan siang dengan rekan kerja yang lain–bahkan dengan mereka yang ia bicarakan denganmu sebelumnya–dan bilang, betapa nggak sukanya ia padamu.

Tipe seperti ini benar-benar tak bisa dipercaya, girls. Hati-hati deh, kalau ketemu dengan tipe kepribadian “ganda” seperti ini. Ia akan bolak-balik berubah pendapatnya sesuai kondisi, dan biasanya sih asal yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

BACA JUGA:  Penuaan Dini Ternyata Akan Paling Sering Terjadi di 4 Ruangan di Rumah Ini!

Cara terbaik untuk menghadapi tipe rekan kerja seperti ini adalah dengan tidak terpancing akan segala ucapannya. Misal saat ia mengungkapkan hal-hal buruk mengenai rekan yang lain, maka lebih baik kamu tak usah meresponsnya sama sekali. Karena bisa saja nih, apa yang kamu ucapkan akan dijadikannya bahan ghibah saat ia sedang bersama yang lain, saat kamu nggak ada.

 

4. Si tukang ganggu waktu

Karakter tukang ganggu waktu ini juga sangat menyebalkan, karena ia pintar membuang waktumu, girls.

Misalnya nih, kamu sedang fokus mengejar target atau deadline, maka ia justru akan mengganggumu dengan hal-hal lain yang terlihat-urgent-padahal-enggak, yang bisa membuat pekerjaanmu tertunda.

Saat kamu sedang terburu-buru hendak meeting, maka ia akan menghentikan langkahmu dengan menanyakan berbagai hal lain yang kemudian membuatmu terlambat ikut rapat.

Ya, ia memang sengaja menghabiskan waktumu, hingga pekerjaanmu tak kunjung selesai dan energimu terbuang percuma.

Kalau kamu punya rekan kerja toxic semacam ini, maka satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan tak memberinya kesempatan untuk mengganggu waktumu. Jika ia datang mau curhat soal masalah pribadi, sedangkan kamu sedang dikejar deadline, maka katakan padanya, “Aku cuma punya waktu 3 menit. Lagi deadline nih.”

Saat waktu 3 menit sudah habis, maka kamu harus segera meninggalkannya. Tak perlu merasa bersalah, karena pekerjaanmulah yang utama.

 

5. Si Sotoy

Kadang memang ada rekan kerja yang bertipe no-action-talk-only, seolah-olah mereka Google berjalan yang serbatahu. Padahal informasi itu belum pasti kebenarannya, bahkan mungkin hanya hoaks.

BACA JUGA:  Menemukan Peluang Usaha, 7 Hal Berikut Sering Terlewatkan oleh Pebisnis Pemula

Lebih menyebalkan lagi, saat orang tipe ini mengomentari kinerja kamu yang menurut mereka tak bagus. Padahal mereka atasan bukan, HR juga bukan. Sudah begitu, mereka juga akan melanjutkan bercerita mengenai betapa berprestasinya mereka selama mereka bekerja di perusahaan tersebut.

Dasar sotoy, sok tahu!

 

So, girls. kalau kebetulan kamu kena nasib “sial” karena harus bekerja bersama tipe-tipe rekan kerja toxic di atas, maka satu-satunya jalan untuk bisa menyelamatkan diri adalah dengan tidak terlalu banyak berinteraksi dengan mereka.

Kalau kamu memang tak harus berhubungan langsung dengan mereka, itu bagus buatmu. Tetap jauh-jauh dari mereka. Tapi, misalnya jika kamu satu divisi atau bahkan kamu harus berpasangan atau menjadi anak buah salah satu tipe toxic di atas, maka tak perlu khawatir. Kamu tetap bisa survive, asalkan kamu meminimalisasi interaksi langsung, dan hanya menghubungi mereka saat kamu butuhkan saja.

Stay smart ya, girls.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.