7 Rekomendasi Buku untuk Bulan Juli 2018 versi Bicara Perempuan

BICARAPEREMPUAN.COM – Hey, girls! Setelah Juni kita “cuti” kasih rekomendasi buku, bulan ini BiPer akan kembali kasih beberapa buku dalam list rekomendasi bulanan kita nih.

Buat kamu yang bulan ini sudah kehabisan bahan bacaan, yuk yuk merapats! Siapa tahu kamu bisa memanfaatkan daftar rekomendasi BiPer berikut, dan bisa langsung cus ke toko buku yes?

Blurb buku-buku ini masing-masing BiPer dapatkan dari situs toko buku online, Goodreads, dan juga penerbitnya yah!

 

Ini dia 7 rekomendasi buku untuk bulan Juli 2018 versi Bicara Perempuan

1.Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat – Mark Manson

 

Rekomendasi buku Juli 2018: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.

Rekomendasi buku Juli 2018: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Image via Gramedia.com

Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson—melalui blognya yang sangat populer—telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren itu di dalam buku hebat ini.

Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana dalam menentukan kepedulian Anda. Manson menciptakan momen perbincangan yang serius dan mendalam, dibungkus dengan cerita-cerita yang menghibur dan “kekinian”, serta humor yang cadas.

Buku ini merupakan tamparan di wajah yang menyegarkan untuk kita semua, supaya kita bisa mulai menjalani kehidupan yang lebih memuaskan, dan apa adanya.

Cocok nih, girls, kalau kamu pengin mendapatkan inspirasi hidup yang out of the box!

 

2. Pingkan Melipat Jarak – Sapardi Djoko Damono

 

Rekomendasi buku Juli 2018: Pingkan Melipat Jarak.

Rekomendasi buku Juli 2018: Pingkan Melipat Jarak. Image via Gramedia.com

Selalu ada saat ketika kita tidak sempat bertanya kepada sepasang kaki sendiri, kenapa tidak mau berhenti sejak mengawali pengembaraan agar kita bisa memandang sekeliling dan bertahan semampu kita, untuk tidak melepaskan air mata menjelma sungai tempat berlayar tukang perahu yang mungkin saja bisa memberi tahu kita, Ke sana, Saudara, ke sana.

Selalu ada kapal yang mendadak bergoyang bahkan ketika tidak ada sama sekali angin di samudra, bahkan ketika tidak ada pun yang terasa bergerak kecuali dua ekor camar yang sudah terbang terlalu jauh ke samudra, dan merasa sangat letih tetapi tidak melihat apa pun yang bisa dihinggapinya, kecuali sebuah bahtera yang bergoyang keras ke sana kemari terlempar ke atas menghunjam kembali ke permukaan menciptakan percik-percik air, dan melempar-lemparkan gumpalan-gumpalan air sehingga tidak mungkin dihinggapi tiang layarnya walau hanya sejenak.

Walau demi dua ekor camar sangat letih yang terus-menerus terbang agar tetap bisa memelihara kasih sayang. Walau hanya sejenak.

Buku ini adalah buku kedua dari trilogi Hujan di Bulan Juni. Masih tentang persoalan Sarwono-Pingkan-Katsuo yang ternyata tak sesederhana yang kita bayangkan. Buku ini tipis, girls, tapi ternyata cukup rumit.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Novel Bicara Perempuan untuk Bulan Februari 2018

 

3. I Am Sarahza – Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahera

 

Rekomendasi buku Juli 2018: I Am Sarahza.

Rekomendasi buku Juli 2018: I Am Sarahza. Image via Gramedia.com.

Manusia bilang di mana ada kehidupan, di situ ada harapan. Tapi bagiku, ruh yang telah dinasibkan di Lauhul Mahfudz, selama manusia memelihara harapan, maka aku akan selalu hidup.

Dari Alam Rahim, aku menyaksikan bagaimana kedua orangtuaku jatuh bangun memerolehku. Melewati puluhan terapi, menghadapi ratusan jarum suntik, sayatan pisau operasi, berkali inseminasi dan gagal bayi tabung, bahkan sampai harus melalui badai depresi.

Meski segala ilmu manusia akhirnya bertekuk lutut pada Pencipta Ilmu Segala Ilmu, kedua orangtuaku tak menyerah. Bahkan setelah ibu menjadi ‘tak sempurna’ karena upayanya. Tahukah apa yang membuat Pencipta bisa Luluh pada hamba-Nya? Dengan segala usaha dan penyerahan diri sepenuhnya, akhirnya takdirku ke dunia dihantarkan oleh ribuan malaikat yang bersujud pada manusia-manusia yang sabar dan berupaya.
Inilah kisahku. I am Sarahza.

Buku ini unik. Melanjutkan kisah Hanum dan Rangga, dan juga Sarahza, anak mereka, yang masih belum berwujud. Betapa perjuangan kedua orangtuanya selama 11 tahun mendapatkannya begitu berat. Bisa banget nih, girls, buat bekal kamu saat nanti sudah mulai berumah tangga.

 

4. Song For Alice – Windry Ramadhina

Rekomendasi buku bulan Juli 2018: Song for Alice.

Rekomendasi buku bulan Juli 2018: Song for Alice. Image via Goodreads.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Alice—perempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati… ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu.

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?

Windry Ramadhina is back! Kali ini ia menulis novel dengan tema yang berhubungan dengan musik, girls. Dan, pastinya juga tentang cinta.

BACA JUGA:  Review Novel: Aku Bukan Dia

 

5. Wesel Pos – Ratih Kumala

 

Rekomendasi buku Juli 2018: Wesel Pos

Rekomendasi buku Juli 2018: Wesel Pos. Image via Goodreads.

Ada dua jenis orang yang hidup di Jakarta. Pertama adalah orang sakti, mereka adalah orang yang akan bertahan hidup sebab ‘ilmu’ mereka sudah tinggi. Kedua adalah orang sakit, yang akan mati ditelan kekalahan di kota ini.

Elisa datang ke Jakarta membawaku, sebab di atas tubuhku tertulis alamat kakaknya yang selama ini mengiriminya uang melalui aku, si Wesel Pos. Apakah dia akan menjadi orang sakti atau orang sakit? Sungguh tipis perbedaan menjadi sakti dan sakit.

Kisah Elisa dan Fahri di Jakarta yang tergambar jelas sebagai bentuk “perwakilan” para pendatang di Jakarta. Hmmm, barangkali kisah mereka adalah kisahmu juga, girls?

 

6. Pengabdi Netijen – Geraldy Tan

Rekomendasi buku Juli 2018: Pengabdi Netijen

Rekomendasi buku Juli 2018: Pengabdi Netijen. Image via bukukita.com

Dulu pas SD, tampilan gue tuh berkacamata putih, rambut gaya batok kelapa, poni belah tengah dan badan sekurus tiang listrik. Ketagihan main gameboy bikin gue betah di kamar aja dan nggak punya skill bersosialisasi. Makanya, teman gue hanya beberapa ekor.

Nah, pas SMP, gue sempat minder banget. Saat cowok-cowok lain udah mulai berbulu, badannya gede-gede, punya kumis tipis yang melambai-lambai saat tertiup angin dari lubang hidung ketika mereka bernapas, pertumbuhan gue malah terhambat. Yang paling mengerikan, gue nggak berbulu. Lantas gue nekat pake minyak Firdaus punya bokap.

Waktu mau mandi pagi, gue taruh minyaknya di ketek. Kelar mandi gue oles-olesin minyak Firdaus ke berbagai area di badan, lalu pake baju seragam sekolah. Lantas, apakah tumbuh bulu? Boro-Boro!!! Berbulu kagak, ketek gue malah jadi licin banget kayak arena ice skating.

Buat kamu yang pengin bacaan-bacaan ringan nan tengil dan gokil, boleh coba baca buku ini nih, girls. Tahu kan Geraldy Tan? Itu tuh selebgram yang terkenal dengan #dramakorengan dan #nyanyijowo di Instagram. Yep, dia akhirnya jadi penulis juga nih. Buku ini cocok buat kamu yang masih suka minder, yang suka dibully, tapi pengin mewujudkan impian.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Buku untuk Bulan Mei versi Bicara Perempuan

 

7. Asal Kau Bahagia – Bernard Batubara

Rekomendasi buku Juli 2018: Asal Kau Bahagia.

Rekomendasi buku Juli 2018: Asal Kau Bahagia. Image via bukabuku.com

Waktu kutanya apa kau benar mencintaiku, dengan yakin kau menjawab iya. Saat aku takut kau akan meninggalkanku, sambil tersenyum menenangkan kau mengusir segala ketakutan itu. Kau selalu tersenyum bahagia saat kita bersama, kau tak pernah absen menunjukkan betapa kau sayang padaku. Dan aku dengan mudahnya jatuh cinta semakin dalam padamu.

Tapi, kini dengan mataku, aku melihatmu dengan yang lain. Tangannya menggenggam erat jemarimu. Kalian tersenyum. Lalu dia memelukmu.

Aku ingin marah, tapi aku merasa takut. Lalu aku sadar mungkin sudah saatnya aku melepasmu. Asal kau bahagia dengan yang lain.

Yang suka cerita-cerita romantis, mana suaranya? Yes, novel paling gres Bernard Batubara ini baru saja rilis akhir Juni 2018 lalu, girls. Konon sih ceritanya terinspirasi dari lagunya Armada. Hmmm. Jadi penasaran, ya kan?

 

Nah, sekiranya sudah cukup lengkap deh rekomendasi buku BiPer kali ini. Tinggal capcus ke toko buku. Ingat, selalu beli buku original ya, girls, jangan buku bajakan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.