Review Buku: Entrepreneur Talks – Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis

Judul: Entrepreneur Talks – Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis
Penulis: Herlina P. Dewi
Editor: Mutiara Arum
Proof Reader: Herlina P Dewi
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Arya Zendy
Tebal: xxxiv + 175 halaman
ISBN: 978-602-6648-60-0
Penerbit: Stiletto Book

Entrepreneur Talks - Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis

Blurb

Kesalahan umum para entrepreneur pemula biasanya terjadi saat bisnis yang dikelola sudah mulai berjalan. Alih-alih berusaha mengembangkannya agar terus maju, mereka justru merasa “cukup” dengan apa yang telah dicapainya: omzet seadanya dan masih saja betah bekerja di kamar, sendirian. Padahal, setiap bisnis (apa pun pilihannya), punya peluang untuk menjadi besar dan bermanfaat untuk lebih banyak orang. Tentu, asal kita tahu strateginya.

Di buku Entrepreneur Talks ini, penulis tidak ahanya memaparkan tujuh strategi mengembangkan bisnis, tapi juga membagi semangat membesarkan usaha. Bermula di sebuah kamar sempit tujuh tahun lalu, sekarang Stiletto Group sudah memiliki pegawai 40-an lebih, dengan omzet yang terus meningkat, dan produk yang tersebar ke seluruh Indonesia, bahkan mancanegara.

Dalam buku ini juga terdapat worksheet di mana pembaca dipandu untuk langsung membuat daftar pekerjaan yang harus segera dilakukan agar bisnisnya bisa berkembang pesat.

 

Review buku Entrepreneur Talks – Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis

Entrepreneur Talks - Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis
Entrepreneur Talks – Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis

Hey, girls. Kali ini BiPer akan ajak kamu untuk melihat satu buku rekomendasi, kali ini bukan fiksi sih seperti dua review buku sebelumnya. Kali ini kita akan bahas mengenai buku bisnis, berjudul Entrepreneur Talks – Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis.

Nah, ini buku memang buat kamu yang barangkali sekarang sedang berjuang merintis dan mengembangkan bisnis kamu. Kamu sedang merasa stuck? Sedang nggak tahu lagi mesti ngapain untuk membuat bisnismu ramai? Ini nih, bukunya, pasti cocok buat kamu.

Kenapa?

Karena, katanya sih, setiap orang memiliki sisi entrepreneur dalam dirinya. Kita hanya bertugas untuk menggali dan menemukannya.

Itulah yang ditulis sebagai pembuka oleh penulis buku Entrepreneur Talks, Herlina P. Dewi. Beliau adalah founder Stiletto Book Group, yang kini punya 3 lini, yaitu Stiletto Book, yang bergerak di lini penerbitan buku mayor dan indie; Stiletto InStyle, yang bergerak di lini home decor; dan Stilokiddo, yang bergerak di lini baby stuff. Stiletto Book–dalam penanganannya–mampu berkembang dan punya 3 lini itu hanya dalam waktu kurang lebih 5 tahun, dengan omzet ratusan juta rupiah sekarang ini. Ckckck.

BACA JUGA:  Review Novel: Seira & Tongkat Lumimuut

So, dari kalimat inilah buku ini lantas kemudian berkembang pembahasannya. Ada 7 chapter bisa kamu temukan dalam buku Entrepreneur Talks ini, yaitu:

1. Good Product

Good product is the best business plan. (hal. 14)

Chapter pertama ini akan membahas bagaimana caranya menentukan, memperlakukan, dan menjaga produk kita–dalam bentuk apa pun produk itu.

Karena pada produk inilah terletak nyawa bisnis kita. Apa jadinya jika si “nyawa” ini tak terjaga ataupun tak tertangani dengan baik? Ya, bhay sajalah.

 

2. Good Promotion

Everybody is a marketer, katanya.

Ada kalanya kita mengaku sendiri, kalau kita tak pandai berjualan karena kita tak bisa berkata-kata manis atau basa-basi.

Salah tuh, girls. Menurut buku ini, kita semua pada dasarnya adalah pemasar. Kita bisa memanfaatkan banyak hal sebagai alat promosi. Karyawan (kalau ada) dan keluarga kita sendiri, misalnya. Dengan the power of word of mouth, kita bisa membuat semua orang menjadi pemasar kita.

Temukan juga berbagai trik pemasaran yang disarankan oleh penulis saat ia harus memasarkan produknya di 3 lini.

 

3. Social Media Marketing

Zaman sekarang adalah zamannya media sosial. Semua orang hangout di media sosial. So, kalau kamu berencana untuk membuat bisnismu ramai, maka ikutlah hangout di keramaian virtual ini.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Novel Bicara Perempuan untuk Bulan Februari 2018

Penulis memilih fokus di Instagram sebagai basis promosinya yang terkuat. Tentunya ini juga melalui sekian lama observasi dan uji coba. Kamu coba deh mengamati, di pasar media sosial mana yang paling kuat dan berpeluang besar untuk mengatrol penjualan. Kalau sudah ketemu, maka fokuslah di situ dan mulai terapkan tip-tip menjual lewat media sosial yang ada di buku ini. Semua tip sangat applicable.

 

4. Good Service: Cintai Pelanggan Anda

Selain produk, pelanggan adalah nyawa kedua kita dalam bisnis. Mereka penting banget ya, kalau nggak ada mereka, ya kita mau ngapain coba?

Jadi, perlakukanlah pelanggan sebagai raja. Yah, memang terdengar klise sih, tapi ya inilah yang terjadi. Dan, yang namanya “raja” memang kadang bertindak sesuka mereka. Nah, di sini ada nih, girls, beberapa trik untuk menangani para raja ini.

Penting banget nih! Karena kelangsungan hidup kamu dalam berbisnis benar-benar tergantung pada kesuksesan kamu memberikan layanan pada para raja ini.

 

5. Good Team

Hal lain yang tak boleh disepelekan perannya dalam pengembangan bisnis adalah tim yang ada di balik brand bisnis kamu.

Mungkin kamu memang belum punya tim yang besar, tapi itu tak menjadi masalah, girls, asalkan solid.  Ada beberapa saran yang diberikan oleh penulis mengenai bagaimana kita seharusnya men-treatment tim kita. Kamu akan menemukan bahwa kadang hal-hal kecil saja sudah bisa boost semangat tim untuk selalu produktif lo.

 

6. All About Management & Finance

Nah, selain harus mengurusi mulai dari produk, pelanggan, pemasaran hingga tim, kamu–sebagai pebisnis–juga harus siap mengurus dan membereskan beberapa printilan, yang sekilas tampak kecil tapi bisa menentukan lancarnya usaha kamu.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Buku untuk Bulan Mei versi Bicara Perempuan

Misalnya, tagihan-tagihan, SOP untuk setiap bagian, arus kas kecil, dan lain-lain. Intip berbagai triknya di chapter ini.

 

7. Never Ending Innovation

Tahukah kamu tentang prinsip Kaizen?

Sesempurna apa pun produk dan layanan kita, pasti ada hal yang bisa kita perbaiki lagi. (hal. 155)

Nah, itu dia tuh. Kadang karena sudah “nyaman” kita jadi suka lupa untuk berinovasi mengembangkan produk dan layanan kita. Saat nanti datang trend baru, jadi kelabakan sendiri karena penjualan menurun.

Karena itu, penting bagi kita untuk selalu update, termasuk juga menerima kritik dan saran. Dari mana mendapatkan kritik dan saran terbaik? Dari pelanggan.

Nah, jadi jangan sampai nih, kamu antikritik ya? Lihat cara penulis menghadapi kritik di bagian ini. Penting nih.

 

So, setelah melihat ketujuh chapter di atas, kamu pastinya bisa mendapat gambaran mengenai buku Entrepreneur Talks ini ya? Kira-kira bakalan jadi teman yang baik enggak nih untukmu membangun dan mengembangkan bisnis yang sedang (atau akan) kamu rintis? Menurut BiPer sih, kayaknya bisa banget.

Kuy, segera cari bukunya di toko buku ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.