Karier Rekomendasi

Standar Gaji UMR Jabodetabek 2019 yang Perlu Diketahui oleh Para First Jobber

Untuk first jobber, jangan sampai deh dapat gaji di bawah UMR! Ini lo standar gaji UMR Jabodetabek 2019!

BICARAPEREMPUAN.COM – Apakah kamu seorang fresh graduate yang sekarang lagi galau mencari kerja? Hang in there, girls!

Perjuangan untuk mendapatkan pekerjaan pertama memang tak selalu mulus. Namun, meskipun banyak yang mengatakan bahwa tidak seharusnya fresh graduate memilih pekerjaan berdasarkan gaji karena belum memiliki pengalaman yang cukup, namun tidak seharusnya pula fresh graduate menerima gaji di pekerjaan pertama mereka dengan tidak layak.

Pemerintah sendiri sudah menetapkan, bahwa di setiap daerah, khususnya Jabodetabek, memiliki standar upah minimum regional (UMR) yang seharusnya diikuti oleh seluruh perusahaan dalam hal menggaji karyawan mereka.

Jangan salah, ini bahkan ada di dalam undang-undang lo! Jadi, barangsiapa tidak mematuhi, maka akan ada ancaman hukuman yang berlaku.

Tapi, sebenarnya kamu paham enggak sih, yang dimaksud dengan upah minimum regional itu?

Apa sih UMR itu?

7 Resolusi Tahun Baru 2019 untuk Keuangan yang Lebih Baik di Tahun Depan

Upah Minumum Regional, atau yang dikenal dengan UMR merupakan istilah dari upah bulanan terendah yang berlaku di suatu provinsi ataupun kota tertentu.

Nah, perlu kamu tahu ya, girls, bahwa jumlah UMR di setiap daerah berbeda-beda. Hal tersebut seharusnya menjadi tolak ukur setiap perusahaan dalam memberikan gaji atau upah untuk karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Apalagi kalau perusahaannya berada di Jabodetabek yang notabene memiliki biaya hidup yang tergolong tinggi.

BACA JUGA:  10 Resolusi Karier di Tahun Baru Agar Memuncak Tahun Ini

Standar Gaji UMR Jabodetabek 2019 perlu diketahui oleh setiap masyarakat dari berbagai kalangan. Khususnya para fresh graduate yang tengah mencari pekerjaan pertama mereka untuk dijadikan sebagai tolak ukur ketika menerima suatu pekerjaan. Walau fresh graduate belum memiliki pengalaman dalam bekerja, mereka juga tetap tidak boleh digaji dengan tidak layak.

Nah, bagi kamu yang belum tahu, saat ini sudah ada istilah UMR, UMP dan UMK. Apa sih perbedaan dari ketiga istilah tersebut?

Perbedaan UMR, UMP, dan UMK

Standar Gaji UMR Jabodetabek 2019 yang Perlu Diketahui oleh Para First Jobber

Telah sedikit disinggung di paragraf sebelumnya bahwa UMR merupakan singkatan dari Upah Minimum Regional yang merupakan istilah dari upah bulanan terendah yang berlaku di suatu provinsi ataupun kota tertentu. UMR meliputi upah pokok dan tunjangan tetap yang semestinya di dapat oleh para penerima upah alias karyawan.

Istilah UMR itu sendiri saat ini terbagi menjadi dua tingkat, yaikut Upah Minimum Regional Tingkat 1 (UMR Tk. 1) dan Upah Minimum Regional Tingkat 2 (UMR Tk. 2). Jika UMR Tk. 1 berlaku di suatu provinsi, maka UMR Tk. 2 berlaku di suatu kabupaten dan kota.

BACA JUGA:  9 Strategi Sukses Presentasi Buat Kamu, Perempuan Kreatif!

Namun, seiring berjalannya waktu, istilah UMR telah berganti menjadi upah minimum saja.

Sementara untuk istilah UMR Tk. 1 berganti menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi) dan untuk UMR Tk. 2 berganti menjadi UMK (Upah Minimum Kabupaten atau Kota). Pergantian istilah ini pun telah tertuang ke dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep-226/Men/2000.

Perbedaan antara UMP dan UMK ini akan terlihat begitu jelas dari besaran gaji yang telah ditetapkan. Sesuai dengan peraturan, jumlah gaji UMK harus lebih besar dibandingkan jumlah besaran gaji UMP.

Besaran UMK Jabodetabek 2019

7 Tren yang Kini Berkembang di Dunia Kerja - Kamu Harus Tahu!

Biasanya peninjauan mengenai besaran UMK dilakukan setiap setahun sekali, apabila sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Di dalam penetapannya tersebut, gubernur tidak akan mengambil keputusan secara sepihak melainkan juga mempertimbangkan usulan dari Komisi Penelitian Pengupahan dan Jaminan Sosial Dewan Ketenagakerjaan Daerah.

Seperti yang telah dijelaskan di awal, bahwa besaran UMK dan UMP berbeda. UMK akan memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan UMP.

Nah, bagi yang ingin menjadikan tolak ukur dalam mencari pekerjaan, untuk saat ini besaran UMK di Jabodetabek 2019 terendah dipegang oleh Kabupaten Bogor dengan jumlah Rp. 3.763.405, dan jumlah UMK terbesar dipegang oleh Kota Bekasi dengan jumlah Rp. 4.229.756.

BACA JUGA:  5 Kebiasaan Sehat Ini Harus Dilakukan oleh Para Wanita Karier Agar Tubuh dan Pikiran Lebih Sehat!

Perlu diketahui ya, girls, bahwa jumlah ini seharusnya mengalami peningkatan setiap tahunnya, jika sesuai dengan peraturan yang ada. Jadi, jika saat ini kamu masih sebagai fresh graduate yang tengah mencari pekerjaan pertama, tidak ada salahnya kok untuk menjadikan besaran UMK sebagai tolak ukurmu dalam menerima pekerjaan.

Nah, apakah kalian penasaran dengan besaran UMK 2019 di daerah kalian masing-masing? Yuk ketahui saja dengan membaca informasi berikut ini: https://www.cekaja.com/info/first-jobber-jangan-mau-digaji-rendah-segini-standar-umr-jabodetabek-2019/

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: