4 Teror di Kantor yang Bisa Banget Ganggu Kinerja Kamu

BICARAPEREMPUAN.COM – Lagi sibuk-sibuknya kerja di kantor, eh muncul teror. Duh, ganggu mood kerja banget deh! Pernah enggak ngerasain yang begitu di dunia kerja, girls?

Kehidupan di kantor kadang malah lebih rumit daripada pacaran. Kok bisa? Ya, karena ada teror-teror yang bisa menghantui dunia kerja ini.

Ya, teror di kantor bisa bikin kita stres kalau kita hanya menghindarinya saja. Ayo, hadapi dan selesaikan!

 

Ini dia 4 jenis teror di kantor yang paling mengganggu, dan cara menyelesaikannya

 

4 Teror di Kantor yang Bisa Banget Ganggu Kinerja Kamu.
4 Teror di Kantor yang Bisa Banget Ganggu Kinerja Kamu. Image via Business Insider.

 

  1. Dikejar utang

Kalau utang itu adalah kita sendiri yang membuat ya pastinya kita harus segera membuat rencana riil untuk menyelesaikannya, girls.

Tapi, kalau utang itu akibat kita yang meminjamkan kartu kredit pada rekan kerja, dan malah kita yang jadinya terlilit utang … wahhh … ini nih. Perkara besar nih, girls.

Apalagi—nggak tanggung-tanggung—penagih utang dari bank bahkan sampai mengancam kita setiap hari di kantor! Aduduh.

Segera laporkan bank yang bersangkutan ke Bank Indonesia jika sikap penagih utang sudah berlebihan, misalnya sampai mengancam keluarga kita juga.

BACA JUGA:  Menemukan Peluang Usaha, 7 Hal Berikut Sering Terlewatkan oleh Pebisnis Pemula

Jika rekan kerja ada yang meminjam kartu kredit, akan lebih baik jika kamu membuat kuitansi atau perjanjian bermaterai sebagai bukti pinjaman, sehingga ia nggak bisa berkelit saat kita menagihnya.

 

  1. Ditaksir berlebihan

Meski sudah ditolak, rekan kerja itu terus menggoda kita. Tatapannya di jam kerja bikin risih! Beberapa kali bahkan ia mencoba membelai pundak atau bokong kita. Ia juga hobi mengirimkan email berisi lelucon berbau pornografi.

Girls, ini sudah termasuk dalam pelecehan di tempat kerja ya. Sebaiknya kamu jangan anggap remeh hal ini.

Buatlah laporan kronologis peristiwa yang terjadi secara tertulis dan laporkan pada bos serta HRD, agar mereka bisa mengambil tindakan tegas.

Akan lebih baik juga jika kamu bisa memperoleh bantuan dari salah satu rekan kerja yang lebih senior dan merupakan orang terpercaya di kantor tersebut untuk menjadi saksi kamu.

Jika ingin lebih aman, hubungi lembaga bantuan perempuan. Komnas Perempuan, misalnya. Mereka akan membimbing kita dalam mengambil tindakan yang bisa dilakukan.

BACA JUGA:  Cari Kerja? Jangan Lupakan 4 Hal Terpenting untuk Menjadi Job Seeker Berkualitas Ini!

 

  1. Disirikin!

Melihat kita diberi proyek besar oleh atasan, rekan kerja mendadak saja judes. Ia lalu menyebarkan gosip tentang kita pada orang-orang di kantor.

Well, sesebal apa pun, lebih baik kamu jangan terpancing, girls. Apalagi membalas sikapnya. Mengabaikannya adalah jalan keluar terbaik.

Gosip buruk yag beredar tentang kita dengan sendirinya akan hilang saat orang lain menyadari siapa sebenarnya yang bermasalah.

 

  1. Dicemburuin istri bos

Waduh! Ini nih. Beberapa kali kita mendapat pesan di smartphone dari istri bos yang meminta kita menjauhi suaminya. Padahal kita hanya sebatas pekerjaan saja hubungannya dengan si bos.

Hadapi dengan tenang, girls. Istri yang cemburu seharusnya tak bisa memengaruhi sikap profesional kita.

Kamu bisa menceritakan mengenai hal ini pada rekan kerja yang lebih senior yang kita percaya. Tanyakan, apakah hal seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Konsultasikan jalan keluar yang tepat dengannya, atau bicarakan hal ini pada staf personalia dan apa tindakan yang sebaiknya kita tempuh.

BACA JUGA:  4 Tipe Pekerja yang Selalu Ada di Setiap Kantor - Kamu Termasuk yang Mana?

 

Loh, deadline enggak termasuk teror? Enggaklah. Deadline itu justru harus menjadi sahabat kita, girls! Iya nggak sih?

So, kalau kamu sering mengalami teror di kantor–terutama 4 jenis teror di atas–lebih baik kamu bereskan dulu deh, supaya kinerja kamu selama di kantor enggak terganggu.

Have fun at work ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.