Kesehatan

Bikini Wax: Beberapa Hal dan 3 Tip yang Harus Kamu Tahu Jika Ingin Menggunakannya

Sebagai seorang perempuan modern, bikini wax adalah hal lumrah yang mungkin sudah kamu lakukan beberapa kali. Namun, sebenarnya penting nggak sih melakukan ini, girls?

BICARAPEREMPUAN.COM – Hasil penelitian The Journal of Urology yang menyatakan bahwa 80% mahasiswi di Amerika Serikat melenyapkan semua atau paling tidak sebagian rambut di daerah intim mereka.

Apa yang mendorong mereka untuk melakukan hal ini, bisa berbeda untuk satu orang dan yang lainnya. Yang pasti, tren ini memang berkembang belakangan ini.

Dan, tren ini juga melanda Indonesia. Antrean berjam-jam di wax salon langganan untuk melenyapkan sang rambut di sela-sela kaki merupakan pemandangan biasa di kota-kota besar di Indonesia.

Bagaimana denganmu, girls? Apakah kamu juga salah satu dari mereka yang merasa perlu untuk melakukan bikini wax ini?

Sejarah Bikini Wax

Begini Cara Merawat Miss V yang Tepat Agar Selalu Sehat

Bukti pengangkatan rambut pada area intim perempuan ditemukan di India sekitar 4000-3000 SM. Di masyarakat Timur Tengah, hal ini menjadi cara untuk menghindari kutu, parasit dan aroma tubuh yang lazim terjadi pada orang-orang yang hidup di iklim gurun yang panas.

Dalam kultur Barat, budaya ini baru dilakukan sekitar tahun 1940-an saat baju renang mulai dipopulerkan. Dengan semakin berkembangkan mode swimsuit dengan ukuran “seadanya”, maka semakin populerlah budaya ini.

BACA JUGA:  Makan-Makan di Hari Lebaran Tetap Sehat, Lakukan 11 Hal Berikut!

Tahun 1990, J. Sisters membawa brazilian wax ke Amerika Serikat dan dalam 10 tahun terakhir, tren mencabut bersih dengan lilin atau gula ini menyebar ke seluruh dunia.

Di Brazil, bikini wax ini adalah bagian dari tradisi karena bikini yang biasa dipakai oleh perempuan Brazil lebih kecil. Mereka juga percaya bahwa brazilian wax akan membuat area intim kita jadi lebih sehat.

Pro dan Kontra Bikini Wax

Namun, banyak juga yang nggak menyetujui proses kecantikan ini. Pasalnya, the hairless look ini nggak hanya populer di pantai, tapi juga di industri film dewasa.

Well, bukan rahasia lagi kan, girls, kalau mayoritas bintang film dewasa menganut tren bikini wax ini. Dan, karena peminat film dewasa sebagian besar adalah pria, maka wajar saja bila mereka ingin mencoba sensasi itu secara personal, lewat istri ataupun kekasih mereka.

Ya, kalau si kekasih atau istri juga menyukainya sih nggak apa-apa. Masalahnya adalah ketika si kekasih atau istri itu merasa ditekan untuk melakukannya demi memuaskan hasrat visual sang pria.

Salah satu yang menyatakan kontra terhadap bikini wax ini adalah Cameron Diaz, girls. Dalam bukunya yang berjudul The Body Book, Diaz menjelaskan tentang sehatnya mempertahankan rambut yang tumbuh di daerah intim kita ini. Ia tak menyetujui metode permanent laser hair removal.

BACA JUGA:  Diet atau Olahraga? Mana yang Paling Efektif untuk Tubuh?

Menurut Diaz lebih lanjut, pubic hair diciptakan dengan alasan tertentu dan mengangkat rambut tersebut secara permanen merupakan hal yang tak masuk akal.

Bikini Wax dari Sisi Kesehatan

Bikini Wax: Beberapa Hal dan 3 Tip yang Harus Kamu Tahu Jika Ingin Menggunakannya

Lalu sebenarnya gimana dari sisi kesehatan?

Bagian tubuh manusia ditumbuhi rambut atau bulu dengan berbagai alasan. Begitu pun rambut yang tumbuh di antara kedua kaki kita ini, girls.

Menurut Dr. Indira P. Tranggono, dermatocosmetologist, MBA, pengelola House of Ristra, rambut yang tumbuh di sana adalah pelindung bagi kulit, juga penghalang cairan dan kotoran masuk ke dalam alat kelamin.

Saat melakukan bikini wax, akar rambut dicabut secara paksa, dan lapisan kulit ikut terangkat. Hal ini bisa mengakibatkan luka dan bakteri pun bisa masuk deh, yang kemudian bisa menimbulkan selulitis, infeksi peradangan yang terjadi karena penyebaran bakteri di bawah kulit yang rusak dan masuk ke dalam jaringan lunak kulit.

Tip Melakukan Bikini Wax untuk Diperhatikan

Namun, bila kamu memang ingin membersihkan daerah tersebut, ada beberapa trik yang bisa kamu lakukan, girls.

  1. Pilih half bikini wax
    Bikini wax metode ini hanya mengangkat bulu bagian atas saja, sedangkan yang di bagian bawah dibiarkan tak tersentuh.
  2. Pilih salon wax yang terpercaya
    Prosedur waxing sebaiknya juga diperhatikan ya, Ma. Selalu pastikan pemakaian antiseptik di awal dan akhir proses dan alat yang digunakan, seperti spatula besi, sendok atau kain pengangkat dalam kondisi steril.
  3. Jangan menggunakan laser
    Ya, permanent laser hair removal tidak disarankan ya, Ma, karena bahayanya sinar laser berada di sekitar bagian sensitif tubuh.
BACA JUGA:  5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Niat untuk Hidup Sehat

Nah, sudah lebih memahami kan, girls, baik buruknya mencabut bulu daerah intim melalui proses bikini wax ini?

Apa pun pilihannya, semua ada di tangan kamu, girls.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: