Karier

5 Tipe Atasan di Kantor Nan Toxic – Begini Cara Menghadapinya!

Apakah bos kamu di kantor termasuk dalam 5 tipe atasan toxic ini?

BICARAPEREMPUAN.COM – Nggak semua orang punya keberuntungan mendapatkan bos tipe atasan ideal. Ada kalanya bos yang kita hadapi sehari-hari adalah tipe yang ‘menyebalkan’.

Nggak perlu takut, girls! Hadapi saja dengan 5 cara berikut.

6 Cara Menghadapi Bos Killer Agar Pekerjaan Kamu Lebih Lancar

1. Tipe santai

Jika Senin sampai Jumat adalh hari kerja seseorang pada umumnya, lain halnya dengan tipe atasan ini.

Senin sampai Kamis digunakan untuk ke sana kemari, namun sebenarnya nggak ada kegiatan bermakna. Ia sibuk berkunjung ke kubikel satu ke kubikel lain bukan untuk membicarakan pekerjaan, tapi untuk bergosip. Membuka laptop dan tampak sibuk, tapi nyatanya malah browsing online shop. Pergi makan siang dengan klien di resto mahal, namun dilanjutkan dengan berkeliling mal sampai lupa waktu.

Nah, di hari Jumat ia baru deh kalang kabut karena pekerjaannya menumpuk.

Punya atasan yang kayak gini tuh memang menguji kesabaran banget ya. Di kala orang lain berkutat dengan pekerjaan, ia justri bersantai-santai ria.

Cobalah memandang atasan yang bermalas-malasan ini sebagai sebuah peluang. Jangan ragu untuk mengajukan diri untuk meng-handle proyek yang menarik. Atasan tentu akan dengan senang hati melepas pekerjaan tersebut.

Dampak positifnya, daftar pengalaman kamu dalam CV bertambah. Dan siapa tahu, kamu bisa menarik perhatian si bos besar, yang berarti peluang promosi akan terbuka lebar.

2. Tipe egois

Baginya, aturan perusahaan dibuat hanya untuk karyawan. Sedangkan ia bisa mengabaikan aturan-aturan yang dianggap terlalu membatasi ruang geraknya.

BACA JUGA:  Bos Perfeksionis? Nggak Akan Ada Masalah dengan 9 Trik Ini!

Misalnya nih, menghindari bertemu klien saat weekend, dan melimpahkan semuanya padamu, girls. Atau, rajin pulang tepat waktu tanpa peduli bawahannya pada lembur mati-matian.

Jangan ragu untuk berkata ‘tidak’ pada tipe atasan yang seperti ini, ketika kamu diharuskan berkorban, sedangkan ia hanya bersantai-santai.

Ingat, girls, di lingkungan kerja, semua orang memiliki peran masing-masing. Baik kamu sendiri, maupun atasan, punya kewajiban yang sama, yaitu menyelesaikan pekerjaan dan bekerja sebaik mungkin.

Kamu bekerja dalam tim yang memerlukan pemimpin yang mampu mengayomi, bukan melepas tanggung jawab.

Bos di Kantor Sayang Sama Kamu - Ini 5 Tandanya!

3. Tipe pendikte

Tipe atasan yang seperti ini cenderung khawatir pada kinerja anak buahnya jika kurang sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Ujung-ujungnya, kamu serasa mendapat instruksi terus-terusan soal apa yang harus dan yang nggak boleh dilakukan. Mulai dari A-Z ia selalu mau ikut campur dan mengawasi apa yang dilakukan. Kamu jadi merasa nggak bebas, karena harus selalu menuruti apa yang diinstruksikan.

Rasanya kayak robot aja nih. Perfeksionis sih boleh, tapi jangan berlebihan.

Saat sedang rapat, berikan ide-ide brilianmu yang belum pernah dikemukakan sebelumnya. Berpikirlah out of the box, namun tetap berpegang pada hasil yang maksimal. Yakinkan atasan bahwa kamu bisa meng-handle proyek berikutnya dengan baik dan berjalan lancar, sehingga ia tak perlu repot mengawasi setiap langkah yang kamu dan tim lakukan.

4. Tipe pembully

Memiliki teman yang hobi mem-bully saja sudah bikin hidup nggak nyaman, apalagi harus bekerja sama dengan tipe atasan kayak gini. Hedeh.

BACA JUGA:  4 Tipe Pekerja yang Selalu Ada di Setiap Kantor - Kamu Termasuk yang Mana?

Tipe atasan seperti ini, kata-katanya begitu pedas dan mampu membuat semangat jadi down deh. Ketika yang kamu lakukan nggak sesuai dengan keinginannya, bos mulai marah-marah. Rasanya kerja keras selama ini jadi nggak dihargai ya.

Kalau memang kamu adalah tipe yang ‘tahan banting’, kekerasan verbal yang dilakukan mungkin bisa saja dianggap angin lalu. Namun, kadang kesabaran juga ada batasnya. Terlalu lama bekerja di lingkungan seperti ini bisa mengganggu kesehatan fisik dan psikis lo!

Well, bagaimanapun, yang namanya kekerasan pastinya tidak dibenarkan ya. Selama kamu masih bertahan bekerja di perusahaan tersebut karena banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan, ya boleh saja bertahan.

Namun, kalau enggak ya jangan ragu untuk resign, karena kamu berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan lingkungan kerja yang lebih baik.

5 Tipe Atasan di Kantor Nan Toxic - Begini Cara Menghadapinya!

5. Tipe tebar pesona

Jabatannya memang sebagai bos yang harusnya memimpin, tapi hobinya hanya tebar-tebar pesona demi menjaga reputasi baik saja.

Lha terus, yang membangun reputasi siapa ya?

Ya pasti anak buahnya yang bekerja keras, supaya target perusahaan tercapai. Ia sih hanya tampil di depan layar, membangun relasi yang baik, berpenampilan all out, namun lepas tangan jika sudah berurusan langsung dengan kerjaan.

Bahkan, ia tak segan-segan mendompleng nama dan bilang bahwa ia juga ikut ‘bekerja’ di hadapan para kolega, agar ‘kerja kerasnya’ juga diakui.

BACA JUGA:  5 Tip Agar Kerja Lembur Kamu Lebih Efisien

Kalau kamu punya tipe atasan kayak begini, nggak perlu membeberkan kebohongannya juga sih, girls. Kamu nggak mau membuatnya marah dan lalu memusuhimu kan?

Bicaralah padanya secara baik-baik, bagaimana keadaan ‘di balik layar’ itu yang sesungguhnya, dan bagaimana proses yang kamu dan tim rasakan selama menyelesaikan proyek yang ia berikan.

Jelaskan, bahwa kamu membutuhkan keterlibatannya agar pekerjaan tersebut mendapat pengawasan sebagaimana mestinya. Membicarakan kepalsuan atasan di depan umum hanya akan membuatnya malu dan mungkin ini juga berefek tak baik juga buatmu.

Nah, semoga dengan begini, semua urusan pekerjaanmu dengan tipe atasan toxic ini bisa segera selesai ya, girls. Memang enggak enak punya bos begini. Tapi, pasti kamu bisa menaklukkannya, meski dengan perjuangan.

Semangat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: