Bisnis & Karier

Sehari 24 Jam Terasa Kurang? Barangkali Kerjamu Belum Cukup Efektif

Sehari 24 jam rasanya kadang tak cukup, pekerjaan seakan tak pernah ada selesainya. Apa yang salah?

BICARAPEREMPUAN.COM – Waktu sehari 24 jam sering terasa tak cukup, girls? Rasanya begitu melelahkan bukan, pontang panting sana sini, sibuk, tak sempat istirahat dan tetap saja tugas tak terselesaikan.

Namun, coba lihat ke sekitarmu, pada orang-orang di sekeliling kamu. Barangkali kamu akan dapat melihat ada orang yang bisa mengerjakan berbagai hal, dia bisa mencapai target-targetnya dengan baik, pun dia berhasil di waktu yang singkat!

Padahal–pastinya nih–dia juga hanya punya 24 jam sehari seperti kamu kan? Dia juga sempat kongko di kafe, sempat menekuni hobinya, dia juga sempat beberes rumah atau apartemen atau di mana pun dia tinggal. Dia sempat belanja, bahkan sempat bersosialisasi. Kok bisa ya?

Sehari 24 Jam Seharusnya Cukup

Sehari 24 Jam Terasa Kurang? Barangkali Kerjamu Belum Cukup Efektif

Rahasia untuk bisa mengerjakan berbagai hal dalam waktu sehari 24 jam ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu bagaimana kita bisa menggunakan dan mengelola waktu seefektif mungkin.

Kamu tahu, girls? Waktu merupakan sesuatu yang begitu fleksibel, bahkan bisa dilipatgandakan untuk memberi kita keuntungan lo! Waktu itu enggak sempit dan terbatas.

BACA JUGA:  Cari Kerja? Jangan Lupakan 4 Hal Terpenting untuk Menjadi Job Seeker Berkualitas Ini!

Seorang konsultan manajemen waktu dari Harvard University USA, Alan Lakein, MBA mengatakan bahwa waktu adalah hidup. Ia tak dapat diulang dan diganti. Bila kita telah memboroskannya, berarti kita telah memboroskan hidup. Namun, bila kita menguasainya, maka kita akan dapat menguasai hidup dan mengambil manfaat terbaik dari hidup kita sendiri.

Sepertinya kita harus membenarkan pendapat Lakein tersebut. Jika waktu yang ‘hanya’ sehari 24 jam itu bisa kita manfaatkan dengan baik, maka kita akan dapat melakukan banyak hal. Namun jika tidak, waktu akan hanya lewat begitu saja tanpa meninggalkan bekas. Ia akan terus pergi, tak akan mau menunggu.

Efektif versus Efisien

10 Resolusi Karier di Tahun Baru Agar Memuncak Tahun Ini

Masih menurut Alan Lakein dalam bukunya yang berjudul How to Get Control of Your Time and Your Life, apa yang disebut ‘tak cukup waktu’ atau ‘tak punya waktu’ itu sejatinya tak pernah ada. Nah loh! Nggak pernah ada? Iya, nggak pernah ada yang namanya “nggak punya waktu”.

Dalam memanfaatkan waktu dengan lebih baik ini, kita sebaiknya memakai asas efektif daripada efisien. Mengapa demikian?

BACA JUGA:  11 Jurus Membangun Bisnis Kuliner Rahasia Chef Terkenal

Selesaikan tugas setepat mungkin

Efektif berarti memilih tugas terbaik yang hendak dilakukan dari semua kemungkinan tugas yang tersedia, kemudian melakukannya dengan cara yang benar. Intinya adalah melaksanakan tugas dengan langkah setepat mungkin, sehingga kita tidak membuang waktu percuma dengan melakukan hal-hal yang salah.

Tentukan prioritas

Bekerja Sambil Kuliah Atau Kuliah Sambil Kerja? Ini Kiat Suksesnya

Kita pun harus menentukan prioritas dan menjatuhkan target atas prioritas-prioritas pekerjaan yang sudah kita pilih tersebut. Mengambil pilihan tugas dan bagaimana kita menggunakan waktu adalah jauh lebih penting daripada melakukan semua pekerjaan yang datang pada kita secara efisien.

“Efisien memang baik, tapi efektifitas jauh lebih baik diambil sebagai pilihan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.” Demikian jelas Lakein.

Jadi, kamu bisa tengok kembali jadwal pekerjaan dan tugas-tugas harian kamu, girls. Jika kamu beralasan ‘terlalu sibuk’ untuk menyelesaikan sesuatu, mungkin kamu belum efektif menggunakan waktumu yang “hanya” sehari 24 jam. Padahal coba lihat orang lain. Banyak dari mereka yang jauh lebih sibuk, tetapi berhasil menyelesaikan lebih banyak hal.

BACA JUGA:  Mau Resign Kerja? Pastikan Kamu Lakukan dengan Terhormat!

Bukankah waktu yang mereka miliki tidak lebih banyak dari waktu yang kamu punya juga? Sama-sama punya sehari 24 jam? Tidak lebih kan?

So, yuk, tetapkan prioritas dan juga target atas prioritas kamu tersebut, dan jangan biarkan waktu berlalu begitu saja.

Sehari 24 jam itu cukup!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: