Kesehatan Kuliner

Awas Bahaya Jajanan: 5 Hal yang Harus Diwaspadai Benar

Ada yang suka jajan-jajan cantik? Pastikan kamu juga peduli akan bahaya jajanan yang mengintip ini ya!

BICARAPEREMPUAN.COM – Kadang kita ke kantor, sudah bawa bekal makan siang sih. Maksud hati, biar lebih hemat. Atau, karena kepengin hidup sehat.

Tapi, meski sudah membawa bekal, keinginan membeli jajanan sering nggak bisa ditahan. Siapa hayo yang suka gini?

Hvft banget deh. Padahal juga sudah tahu dan sadar betul, kalau banyak bahaya jajanan yang bisa jadi berpotensi jadi racun bagi tubuh kalau sampai terkonsumsi, apalagi dalam jumlah banyak dan sering.

Jajanannya sendiri mungkin sudah terdiri atas bahan-bahan yang sehat. Tapi coba perhatikan betul-betul. Kadang malah “materi pendukung”-nya yang bermasalah, misalnya seperi proses pemasakannya, atau kemasannya.

Sebenarnya apa-apa saja sih yang perlu kita waspadai, dan bisa menjadi bahaya jajanan ini? BiPer menemukan 5 hal yang biasanya ada dan jadi bahaya jajanan (yang justru bukan bahan pokoknya). Mari kita lihat satu per satu.

5 Materi yang justru menjadi bahaya jajanan

Bahaya jajanan

1. Kertas pembungkus gorengan

Kertas koran atau majalah sering dipakai untuk membungkus jajanan kaki lima, terutama gorengan. Padahal, tahukah kamu, girls, tinta pada kertas itu ternyata mengandung kadar timbal tinggi yang berbahaya bagi tubuh lo!

Bahan panas dan berlemak pada gorengan akan memudahkan tinta menyerap pada makanan. Selanjutnya, bahan ini tersimpan di organ keras tubuh, seperti gigi dan tulang, hingga 30-40 tahun! Wuih!

BACA JUGA:  Cara Membuat Oreo Goreng yang Super Krispi

Akumulasi timbal menyebabkan kerusakan ginjal, syaraf, dan gangguan reproduksi, terutama hal ini lebih berisiko pada perempuan.

Duh, girls. Sepertinya, kalau mau jajan gorengan, akan lebih baik kalau kamu bawa tempat saja sendiri deh, untuk mengemas semua jajanan yang pengin dibeli itu. Lagi pula dengan membawa wadah sendiri, berarti kamu juga akan menghemat sampah–terutama sampah plastik yang biasa dipakai untuk mengemas kan?

Kita terhindar dari bahaya jajanan, pun menjaga bumi tetap bersih.

2. Kantong plastik hitam

Nah, sekarang, mari kita bahas soal kantong-kantong plastik–terutama tas kresek hitam–yang pasti banyak dipakai setiap hari.

Riset di Amerika Serikat menunjukkan, bahan pembuat plastik hitam yang disebut monomer dan turunannya dapat memicu beragam gangguan pada tubuh lo! Mulai infeksi saluran dan organ pencernaan terutama mulut-tenggorokan-lambung, gangguan hati hingga kanker.

Monomer murah harganya sehingga masih dipakai sebagai bahan pembuat plastik hitam.

Duh, duh. Ini dia bahaya jajanan yang juga harus kita waspadai nih.

3. Plastik penutup makanan

Yang namanya plastik memang sudah jadi keseharian banget ya? Sekarang banyak makanan ditutup wrapping plastic terutama di foodcourt ya, girls. Praktis sih memang. Sudah begitu ya, pastinya kemasan jadi lebih cantik, isinya juga lebih terlihat. Iya kan?

BACA JUGA:  Makan-Makan di Hari Lebaran Tetap Sehat, Lakukan 11 Hal Berikut!

Tapi, ternyata bahan plastik ini juga merupakan salah satu bahaya jajanan yang mesti diwaspadai lo.

Supaya nggak kaku, plastik ini diberi bahan pelembut yang disebut dengan plasticizers, seperti epoxidized soybean oil (ESBO), di (2-ethylhexyl) adipate (DEHA) dan bifenil poliklorin (PCB).

Menurut penelitian di Jepang, PCB menyebabkan penyakit yuso, atau pigmentasi di kulit disertai benjolan-benjolan. Sementara di Amerika Serikat, DEHA yang lebih dari 18 bpj (bagian per sejuta) menyebabkan rusaknya sistem reproduksi, cacat, dan kanker hati pada hewan percobaan.

Ouch!

4. Styrofoam

Selain wrapping plastic, kalau kita jajan di mal atau beli bahan makanan di supermarket, kita juga sering menjumpai styrofoam sebagai bahan kemasan.

Nah, ini nih. Bahan yang satu ini memang sering dijadikan pembungkus makanan, tapi ini juga merupakan salah satu bahaya jajanan yang harus diwaspadai, girls.

Pemerintah Jepang sudah melarang pemakaiannya karena residu bahan ini menyebabkan endocrine disrupter (EDC) atau gangguan sistem endokrinologi dan reproduksi manusia.

Pada styrofoam ditemukan zat pengawet jenazah formalin. Di AS, ditemukan 76% ASI terkontaminasi oleh styrene akibat sang ibu mengonsumsi yang dibungkus styrofoam. Styrene ini memicu gejala penyakit syaraf, seperti kelelahan, gelisah, sulit tidur dan anemia.

5. Pemanis buatan

Hal lain yang merupakan bahaya jajanan adalah pemanis buatan. Tahukah kamu, girls, Indonesia disebut sebagai negara pengguna pemanis buatan yang paling banyak jenisnya dibanding negara lain.

BACA JUGA:  Kenali 21 Gejala PMS Agar Bisa Kamu Atasi Secara Tepat!

Di kawasan Asia Tenggara, kalau negara lain menggunakan 2-5 jenis, Indonesia punya 13 jenis pemanis buatan lo! Antara lain aspartam, sakarin, siklamat, taumatin, asesulfam, neotam, glisirzin, neophesperidin, moenlin, steviose, dan sukralose.

Well, sebenarnya sih pemanis buatan masih aman dikonsumsi selama nggak lebih dari 40mg/kg bobot tubuh. Tapi kalau lebih dari itu … wah, bahaya!

Demikian beberapa bahaya jajanan yang perlu banget kita waspadai. Sayangi tubuhmu ya, girls, salah satunya adalah dengan memperhatikan apa-apa saja yang masuk ke dalam tubuh, baik langsung ataupun tidak langsung.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: