Apa itu Amenore: Saat Haid Tak Kunjung Datang

Apa itu Amenore: Saat Haid Tak Kunjung Datang

Pict: Freepik

Apa itu Amenore

Setiap bulan setiap wanita dewasa pasti mengalami yang namanya menstruasi atau haid. Proses haid sangat penting terjadi pada wanita karena berkaitan dengan reproduksi, seperti kehamilan.

Namun pada beberapa kasus, wanita kerap mengalami telat menstruasi dikarenakan permasalahan atau gangguan pada organ genital wanita. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi mental karena membuat rasa cemas dan kekhawatiran yang berlebihan.

Salah satu penyebab terjadinya telat menstruasi ini yaitu Amenore, atau yang disebut juga dengan Amenorrhea.

Pengertian Amenore dan Jenisnya

Amenore merupakan sebuah kondisi dimana wanita mengalami haid tidak dalam jangka waktu tertentu,[1][2]

Secara medis Amenore dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

 

  1. Amenore Primer Terjadi pada wanita yang belum merasakan menstruasi sampai umur 15 tahun atau kurang dari 5 tahun saat terjadinya masa pubertas. Biasanya hal ini terjadi dipengaruhi oleh kondisi genetik atau kelainan.

     

  2. Amenore Sekunder Terjadi pada wanita yang belum merasakan menstruasi sampai umur 15 tahun atau kurang dari 5 tahun saat terjadinya masa pubertas. Biasanya hal ini terjadi dipengaruhi oleh kondisi genetik atau kelainan. Terjadi pada wanita yang telah merasakan menstruasi, namun menstruasinya tidak datang pada beberapa siklus berikutnya setidaknya 3 siklus berturut-turut pada wanita yang sebelumnya sudah haid dan tidak sedang hamil. 

     

Penyebab Terjadinya Amenore

Amenore bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Berikut penjelasan beberapa alasan utama terjadinya amenore:

Kelainan Organ Reproduksi

Pada beberapa kasus, amenore terjadi karena organ reproduksi wanita, seperti rahim atau ovarium, tidak berkembang dengan sempurna sejak lahir. Kondisi ini sering menjadi penyebab amenore primer, dimana seorang remaja yang belum pernah mengalami menstruasi hingga usia 15 tahun.

Kelainan bawaan ini bisa meliputi tidak adanya rahim (agenesis uterus) atau kelainan saluran reproduksi lainnya, sehingga menstruasi tidak dapat terjadi secara normal [1][2].

 

Gangguan hormon

Perubahan hormon dalam tubuh, terutama yang berkaitan dengan siklus menstruasi, sangat mempengaruhi terjadinya amenore. Ketidakseimbangan hormon estrogen, progesteron, FSH, atau LH dapat mengganggu proses ovulasi dan menstruasi.

Perubahan hormon ini bisa terjadi secara alami, misalnya saat kehamilan, menyusui, atau menjelang menopause. Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid atau pituitari juga dapat menyebabkan amenore karena berperan penting dalam regulasi hormon reproduksi [1][2].

 

Disebabkan penggunaan obat tertentu

Beberapa jenis obat, terutama obat antipsikotik, kemoterapi, antidepresan, dan obat tekanan darah, dapat menyebabkan amenore sebagai efek samping. Obat-obatan ini bisa mempengaruhi kadar hormon atau langsung mengganggu siklus menstruasi. 

Misalnya antipsikotik dapat meningkatkan kadar prolaktin sehingga menghambat ovulasi dan menstruasi. Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti sementara.

 

Berat badan yang rendah 10% dari berat badan normal

Berat badan yang terlalu rendah, seperti 10% di bawah berat badan ideal, dapat mengganggu fungsi hormon reproduksi. Lemak tubuh rendah mengganggu produksi estrogen sehingga dapat mengganggu ovulasi.

Kondisi ini sering terjadi pada penderita gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia, serta atlet dengan aktivitas fisik sangat tinggi. Penurunan berat badan yang drastis juga dapat memicu amenore melalui mekanisme stres pada tubuh.

 

Terjadinya stress

Stres fisik maupun psikologis dapat berdampak besar pada siklus menstruasi. Stres mempengaruhi kerja hipotalamus, bagian otak yang mengatur produksi hormon reproduksi. 

Akibatnya, pelepasan hormon yang mengatur ovulasi dan menstruasi bisa terganggu, sehingga siklus haid menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti. Amenore akibat stres dikenal sebagai hypothalamic amenorrhea, dan biasanya bersifat sementara hingga stress dapat diatasi.

 

Gejala Amenore

Berikut adalah gejala umum jika wanita mengalami amenore:

Rambut Rontok

Rambut yang secara tiba-tiba rontok terjadi akibat adanya ketidakseimbangan hormon, terutama estrogen dan androgen, yang berperan penting dalam siklus pertumbuhan rambut.

 

Sakit Kepala

Sakit kepala kerap menjadi keluhan yang sering muncul pada wanita yang mengalami amenore. Perubahan kadar hormon tubuh, terutama hormon estrogen, dapat memicu terjadinya sakit kepala.

 

Keluarnya cairan pada puting susu (galaktore)

Galaktore terjadi akibat gangguan hormon prolaktin yang biasanya bertugas merangsang produksi ASI.

 

Tumbuh rambut berlebihan di area tubuh (hirsutisme)

Timbulnya rambut secara berlebihan pada wajah, dada, atau punggung, juga merupakan akibat ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut.

 

Bagaimana Diagnosis Amenore Dilakukan

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Amenore, Anda bisa mendapatkan diagnosis dan perawatan oleh dokter. Dokter akan memeriksa fisik dan area pelvis.

Juga, pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi: tes kehamilan, tes darah, tes genetik, MRI, dan ultrasound.

 

Pengobatan dan Gaya Hidup yang Disarankan

Pengobatan:

  1. Jika terdapat kelainan, bisa dilakukan operasi

  2. Pemberian obat-obatan atau terapi hormon.

  3. P/Diet seimbang dan olahraga yang teratur.

  4. Konsultasi dengan dokter Obgyn.

Gaya hidup:

  1. Diet dan dan perencanaan olahraga yang baik

  2. Memperhatikan siklus menstruasi

  3. Rutin  melakukan pemeriksaan terkait kesehatan reproduksi wanita ke Dokter.

  4. Tidur yang cukup dan berkualitas

     

Kapan Sebaiknya Diperiksa ke Dokter?

Ketika merasakan gejala seperti yang telah disebutkan diatas, disarankan untuk segera mungkin berkonsultasi oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG). Dokter spesialis ini memiliki keahlian dalam menangani berbagai masalah kesehatan reproduksi wanita, termasuk gangguan siklus menstruasi seperti amenore.

 

Sumber:

1.Amenore - Cleveland Clinic - https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/3924-amenorrhea - Terakhir diakses pada 29 Juni 2025

2.Amenore - Halodoc - https://www.halodoc.com/kesehatan/amenorrhea?srsltid=AfmBOopls2eKjaDnztsQWu6LnC0DL18eaBvJLGxSOiQicxidlmurPmNq - Terakhir diakses pada 29 Juni 2025