Biar Ngga Mood Swing Lagi, Begini Kelola Emosi Saat PMS
Pict: Freepik
Saat menjalani hari-hari dalam keadaan menstruasi, tentu bukan hal yang mudah bagi wanita. Dalam menstruasi, selain merasakan kelelahan dan juga rasa nyeri, wanita juga dihadapkan dengan persoalan emosional yang naik turun alias mood swing.
Tatkala sering menghadapinya, wanita perlu mengetahui cara mengelola kondisi emosional saat hari-hari berat menstruasi.
Kenapa Sih PMS Bisa Bikin Mood Swing Berat?
Saat wanita mengalami PMS, sering kali menimbulkan perubahan suasana hati yang cukup drastis pada sebagian besar perempuan. Mood swing ini dapat berupa perasaan sedih yang tiba-tiba, mudah marah, atau bahkan merasa cemas tanpa penyebab yang jelas.
Hal tersebut terjadi bukan semata-mata karena faktor psikologis atau kurang kuat menghadapi masalah sehari-hari, melainkan memang ada perubahan biologis di dalam tubuh. Sistem hormon di tubuh perempuan mengalami fluktuasi yang signifikan selama siklus menstruasi. Tak jarang, perubahan mood yang ekstrim ini membuat perempuan merasa kehilangan kendali atas emosinya sendiri.
Pengaruh Hormon Estrogen dan Progesteron
Salah satu faktornya adalah terkait hormon estrogen dan progesteron. Perubahan mood saat PMS sangat dipengaruhi oleh fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Estrogen sangat mempengaruhi produksi serotonin, neurotransmitter yang mengatur suasana hati.
Saat kadar estrogen turun drastis menjelang menstruasi, mood swing dan emosi saat PMS menjadi lebih intens. Progesteron juga berperan dalam mempengaruhi sistem saraf pusat yang berdampak pada kestabilan emosi.
Tak hanya itu, interaksi dua hormon ini juga berpengaruh pada zat kimia otak seperti serotonin, yang bertanggung jawab terhadap rasa bahagia. Penurunan kadar hormon seks dapat menyebabkan tingkat serotonin ikut menurun, sehingga membuat perempuan lebih rentan terhadap perubahan suasana hati yang tajam. Inilah sebabnya, PMS bisa sangat berpengaruh pada kesehatan mental perempuan menjelang menstruasi.
Apa itu PMS dan Kenapa Bisa Terjadi
Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul 1-2 minggu sebelum menstruasi[1]. PMS terjadi akibat perubahan hormonal yang mempengaruhi otak dan tubuh, menyebabkan gejala seperti mudah marah, sedih, atau cemas. Tidak semua wanita mengalami PMS dengan intensitas yang sama, tergantung sensitivitas hormon masing-masing.
Gejala Emosional Saat PMS
Selain mood swing, gejala emosional PMS meliputi mudah tersinggung, perasaan cemas, dan perubahan nafsu makan. Penurunan serotonin selama PMS juga dapat memicu rasa depresi ringan dan keinginan mengkonsumsi makanan manis. Faktor stress dan kondisi lingkungan juga memperburuk gejolak emosi ini.
Cara Mengelola Emosi Saat PMS Tanpa Drama
Tracking Mood
Anda bisa mencatat perubahan mood harian seperti menuliskannya ke dalam sebuah jurnal. Hal ini dapat membantu mengenali pola emosi saat PMS. Dengan mengetahui waktu dan gejala yang muncul, Anda bisa lebih siap mengelola emosi saat PMS dan menghindari reaksi yang berlebihan.
Relaksasi
Relaksasi dapat dilakukan untuk dapat mengontrol kondisi emosional Anda saat mengalami PMS, teknik relaksasi yang dapat dilakukan cukup beragam, mulai dari meditasi, yoga, hingga latihan pernapasan dalam. Meditasi membantu fokus pikiran dan mengurangi kecemasan, sementara yoga memadukan gerakan fisik dan pernapasan yang dapat meningkatkan produksi hormon endorfin sehingga menimbulkan perasaan bahagia.
Olahraga
Berolahraga secara rutin[1], terutama menjelang menstruasi, dapat meningkatkan produksi endorfin yang membuat perasaan lebih nyaman dan mengurangi mood swing saat PMS. Aktivitas fisik juga membantu mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur.
Pola Makan
Mengonsumsi makanan yang kaya kalsium, vitamin B6, dan omega-3 dapat membantu menstabilkan mood. Hindari makanan tinggi gula, garam, kafein, dan alkohol karena dapat memperburuk gejala PMS dan mood swing. Pola makan seimbang juga menjaga energi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Mood swing saat PMS adalah fenomena biologis yang wajar, tetapi bukan berarti harus dibiarkan mengganggu kehidupan sehari-hari. Dengan memahami penyebab dan mengenali tanda-tanda emosi saat PMS, setiap wanita dapat mengambil langkah proaktif untuk mengelola emosi menjelang menstruasi secara efektif. Perubahan kecil dalam gaya hidup dan pola pikir dapat membawa dampak besar bagi kesejahteraan fisik dan mental. Jika gejala PMS terasa sangat berat dan mengganggu, konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat dianjurkan untuk mendapatkan penanganan yang tepat
Sumber:
- https://www.acog.org/womens-health/faqs/premenstrual-syndrome