Kenali Kelebihan Kontrasepsi IUD non Hormonal dalam Mencegah Kehamilan

Kenali Kelebihan Kontrasepsi IUD non Hormonal dalam Mencegah Kehamilan

Sumber: Freepik

 

Kontrasepsi merupakan metode yang digunakan untuk mencegah kehamilan, dan salah satu Jenis Kontrasepsi Jangka Panjang yang efektif adalah IUD atau yang dikenal sebagai KB spiral. IUD (intrauterine device) adalah alat kecil yang dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga kesehatan untuk mencegah kehamilan.

Sebagai salah satu pilihan KB jangka panjang, IUD termasuk dalam kategori kontrasepsi yang dapat dilepas kembali (long-acting reversible contraception/LARC) dan memiliki banyak kelebihan dibandingkan metode lainnya.

IUD  bekerja dengan cara menghambat pergerakan sperma menuju rahim sehingga pembuahan tidak terjadi. Selain itu, alat ini menciptakan kondisi di dalam rahim yang tidak mendukung pertemuan antara sperma dan sel telur, sehingga efektif dalam mencegah kehamilan. Dengan tingkat efektivitas yang tinggi dan tanpa perlu penanganan harian, IUD menjadi salah satu pilihan Kontrasepsi yang praktis dan efisien bagi perempuan yang ingin menunda atau mencegah kehamilan. [1,2]

Bentuk, Jenis, dan Cara Pemasangan IUD  

IUD adalah alat kontrasepsi dalam rahim berbentuk huruf T. Alat ini memiliki lengan horizontal untuk menjaga posisi di rahim, batang vertikal yang dilapisi tembaga atau berisi hormon, serta benang halus di bagian bawah untuk memeriksa posisi dan memudahkan pelepasan. Bentuk huruf T membuat IUD stabil dan efektif mencegah kehamilan.

Ada dua jenis IUD , yakni IUD non hormonal berisi tembaga yang menganggu pergerakan sperma dan efektivitasnya dapat bertahan 5-10 tahun tergantung dari jenisnya, serta IUD hormonal yang melepaskan hormon progesteron untuk mencegah pembuahan, efektif 3–8 tahun tergantung jenisnya.

Pemasangan dilakukan oleh tenaga kesehatan dan biasanya memakan waktu kurang dari lima menit. IUD dapat dilepas kapan saja, baik atas permintaan maupun saat masa pakainya habis, dan proses pelepasan hanya memakan waktu 2–3 menit. [1,2]

IUD Non-Hormonal yang mengandung tembaga) 

IUD Non-Hormonal yang mengandung tembaga merupakan alat kontrasepsi jangka panjang berbentuk T yang dipasang di dalam rahim. Alat ini melepaskan ion tembaga dalam jumlah kecil untuk mengganggu pergerakan dan fungsi sperma, sehingga sperma tidak dapat membuahi sel telur. Berbeda dengan IUD hormonal, jenis ini tidak mengandung hormon dan dapat memberikan perlindungan terhadap kehamilan sekitar 5-10 tahun tergantung jenisnya.

IUD jenis ini dapat digunakan oleh wanita, termasuk ibu menyusui. Keunggulannya antara lain efektivitas tinggi, daya tahan lama, dapat dilepas kapan saja, tidak menimbulkan efek samping hormonal, dan bahkan bisa digunakan sebagai kontrasepsi darurat jika dipasang dalam lima hari setelah berhubungan tanpa pelindung.

Namun, alat ini tidak cocok bagi wanita yang sedang hamil, memiliki kelainan rahim, infeksi panggul, alergi terhadap tembaga, atau menderita penyakit Wilson. Efek samping yang mungkin muncul meliputi perdarahan tidak teratur, kram, nyeri haid, dan kemungkinan alat keluar sendiri. Pemasangan dan pelepasannya dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan prosedur yang cepat dan aman. [3]

IUD Hormonal

IUD Hormonal merupakan alat kontrasepsi hormonal intrauterin (IUD) berbentuk T yang dipasang di dalam rahim. Alat ini melepaskan hormon progestin untuk mencegah kehamilan dengan menebalkan lendir serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur, dan menipiskan lapisan rahim sehingga tidak mendukung implantasi. Alat ini dapat mencegah kehamilan hingga 8 tahun tergantung dari jenis IUD.

Selain itu, IUD Hormonal juga menawarkan beberapa manfaat klinis tambahan diluar kontrasepsi yaitu  menurunkan perdarahan haid dan nyeri haid.

Pemasangan dan pelepasan alat ini dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pemasangan biasanya singkat, dengan prosedur membersihkan rahim dan serviks, menempatkan IUD, dan memotong benangnya agar tidak terlalu panjang. Setelah pelepasan, wanita bisa segera hamil kembali, meskipun pendarahan ringan dan kram mungkin terjadi sementara waktu. [4]

Cara Kerja IUD T 

IUD bekerja dengan mencegah sperma membuahi sel telur, meskipun cara kerjanya belum sepenuhnya diketahui. IUD bukan alat aborsi dan tidak menghentikan kehamilan yang sudah terjadi.

Keunggulan IUD T Dibanding Metode Lain

IUD memiliki beberapa keunggulan utama, dan salah satu yang paling penting adalah tingkat kepatuhan (compliance) yang tinggi. Setelah dipasang, alat ini bekerja secara otomatis tanpa memerlukan rutinitas harian atau pengingat apa pun.

Penggunaan IUD dapat mengurangi risiko kelalaian penggunaan yang sering terjadi pada pil, kondom, atau metode alami.  Berbeda dengan pil KB yang harus diminum setiap hari, IUD memungkinkan pengguna memegang prinsip “sekali pasang, bisa dilupakan” selama bertahun tahun.  Karena tidak ada langkah rutin yang harus diingat sehingga risiko lupa penggunaan yang merupakan salah satu penyebab kegagalan metode kontrasepsi harian dapat dihindari. Hal ini membuat IUD hormonal menjadi salah satu metode kontrasepsi dengan tingkat efektivitas yang cukup konsisten.

Kemudian IUD memiliki banyak keunggulan dibanding metode kontrasepsi lain. Alat ini sangat efektif, mampu mencegah kehamilan hingga 99% tanpa perlu penggunaan harian, dan menawarkan kontrasepsi jangka panjang.

Selain itu, IUD T bersifat reversibel, sehingga dapat dilepas kapan saja jika pengguna ingin hamil.

Pengguna juga dapat memilih IUD hormonal atau non-hormonal sesuai kebutuhan kesehatan dan preferensi pribadi, menjadikannya pilihan kontrasepsi fleksibel dan aman. [1,2]

Source

  1. https://newsnetwork.mayoclinic.org/discussion/contraception-faqs-intrauterine-device/  Diakses 13 Februari 2026 
  2. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/combination-birth-control-pills/in-depth/womens-health/art-20044044 Diakses 13 Februari 2026 
  3. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/paragard/about/pac-20391270 Diakses 13 Februari 2026 
  4. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mirena/about/pac-20391354 Diakses 13 Februari 2026