Kontrasepsi Darurat: Kapan, Bagaimana dan Efek Sampingnya
Pict: Freepik
Apa itu Kontrasepsi Darurat
Seperti menyediakan payung sebelum hujan, penggunaan kontrasepsi darurat layaknya metode pencegahan kehamilan. Biasanya digunakan setelah berhubungan badan tanpa perlindungan atau ketika metode kontrasepsi lainnya gagal.
Kontrasepsi darurat merupakan sebuah alat yang digunakan setelah melakukan hubungan seksual yang tidak direncanakan, atau terjadi kegagalan pada penggunaan alat kontrasepsi. Biasanya dikenal dengan morning after pill.
Kontrasepsi darurat hanya dapat digunakan dalam situasi darurat dan tidak dianjurkan untuk penggunaan rutin. Cara kerja kontrasepsi darurat yaitu menghambat dan menunda proses ovulasi, sehingga pembuahan tidak akan terjadi[1].
Kontrasepsi model ini sering dikenal dengan sebutan morning after pill atau KB darurat. Penggunaan metode ini penting untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan yang tidak terduga[2].
Kapan Sebaiknya Digunakan
Kontrasepsi darurat tidak menggantikan kontrasepsi reguler. Penggunaannya dianjurkan hanya dalam kondisi tertentu, seperti berhubungan badan tanpa pengaman atau kondisi yang tidak terduga. Kontrasepsi reguler tetap menjadi rekomendasi ketika Anda dengan pasangan telah melakukan program menunda kehamilan sejak awal[2[3].
Waktu atau kondisi yang tepat dalam mengkonsumsi kontrasepsi darurat yaitu:
Setelah Hubungan Tanpa Kondom
Penggunaan kontrasepsi darurat dapat digunakan jika Anda melakukan hubungan badan tanpa kondom, baik karena lupa, kondom rusak, atau tidak sempat menggunakan alat kontrasepsi. Situasi ini meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga kontrasepsi darurat menjadi pilihan yang tepat[3].
Setelah Lupa Minum Pil KB
Jika Anda lupa mengkonsumsi pil KB secara teratur, risiko kehamilan tetap ada. Dalam kondisi ini, penggunaan pil kontrasepsi darurat dapat membantu mencegah terjadinya kehamilan. Namun, sebaiknya segera minum pil kontrasepsi darurat setelah menyadari pil KB terlewat[2].
Jenis-Jenis Kontrasepsi Darurat
Terdapat dua jenis utama kontrasepsi darurat yang umum digunakan, yaitu pil KB darurat dan alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD. Masing-masing memiliki keunggulan dan aturan pakai yang berbeda.
Pil KB Darurat
Pil KB darurat yang mengandung levonorgestrel dapat diminum maksimal 72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan. Cara kerja KB jenis ini yaitu menunda ovulasi dan mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan. Semakin cepat diminum, efektivitasnya semakin tinggi[2].
IUD
Intrauterine Device, atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim, merupakan alat kontrasepsi yang berbentuk huruf T, berbahan tembaga, yang digunakan sebagai kontrasepsi darurat jika dipasang dalam waktu lima hari setelah hubungan badan tanpa perlindungan. IUD bekerja dengan mengganggu pergerakan sperma dan mencegah pembuahan.
Metode ini sangat efektif dan dapat memberikan perlindungan jangka panjang jika dibiarkan terpasang[4].
Efek Samping Kontrasepsi Darurat
Ada beberapa efek samping yang ditimbulkan ketika menggunakan kontrasepsi darurat, walaupun umumnya bersifat ringan dan sementara. Efek samping yang mungkin sering terjadi yaitu mual, muntah, sakit kepala, lemas, nyeri perut, perubahan siklus menstruasi, dan pendarahan ringan[2].
Apakah Aman Jika Kontrasepsi Darurat Sering Digunakan?
Kontrasepsi darurat aman digunakan sesuai dengan kebutuhan, namun tidak dianjurkan untuk penggunaan rutin atau jangka panjang. Penggunaan berulang dalam satu siklus menstruasi dapat meningkatkan risiko gangguan siklus haid, seperti menstruasi tidak teratur atau hanya berupa flek.
Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter?
Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, seperti jika sering membutuhkan kontrasepsi darurat, mengalami efek samping yang berat, atau memiliki kondisi medis tertentu.
Selain itu, jika anda mengalami pendarahan yang hebat, nyeri perut yang tidak biasa, atau gejala lain, bisa segera periksa ke rumah sakit. Juga Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum penggunaan IUD sebagai kontrasepsi darurat karena pemasangan harus dilakukan oleh dokter.
Sumber:
- https://www.alomedika.com/metode-kontrasepsi-darurat Diakses pada 9 Juli 2025
- https://www.alodokter.com/mengenal-pil-kontrasepsi-darurat-untuk-mencegah-kehamilan Diakses pada 9 Juli 2025
- https://hellosehat.com/seks/kontrasepsi/kontrasepsi-darurat/?platform=hootsuite Diakses pada 9 Juli 2025
- https://www.fhs.gov.hk/english/other_languages/bahasa_indonesia/women_health/family_planning/12201.html Diakses pada 9 Juli 2025