Kontrasepsi yang Cocok Untuk Kamu yang Sering PMS Berat alias PMDD!

Premenstrual Syndrome (PMS) atau yang biasa dikenal sebagai menstruasi, merupakan kondisi yang umum dialami oleh wanita, dimana seringkali dapat memengaruhi kualitas hidup dan juga mood.

Pict: Freepik

Pilihan Kontrasepsi Untuk PMS Berat

Premenstrual Syndrome (PMS) atau yang biasa dikenal sebagai menstruasi, merupakan kondisi yang umum dialami oleh wanita, dimana seringkali dapat memengaruhi kualitas hidup dan juga mood. 

Jika sudah parah, menstruasi yang berat dikenal sebagai PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder). Kondisi ini terjadi pada fase luteal siklus menstruasi, biasanya satu hingga dua minggu sebelum haid, dan gejalanya akan mereda setelah menstruasi dimulai

Salah satu cara yang dapat dipilih untuk mengelola gejala PMS berat adalah penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB untuk PMS[1]. Jika Anda tertarik untuk mempertimbangkan atau menggunakan kontrasepsi hormonal, perlu mengenali lebih lanjut terkait pengetahuan dan ilmu terkait hal ini.

 

Apa itu PMDD dan Bagaimana Pengaruhnya ke Hormon

Pada PMDD, perubahan suasana hati menjadi gejala utama. Penderitanya dapat mengalami rasa sedih mendalam, mudah marah, cemas berlebihan, hingga kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari. Selain gejala emosional, PMDD juga dapat memicu keluhan fisik seperti nyeri payudara, kembung, nyeri sendi atau otot, serta perubahan pola tidur.

Secara medis, PMDD berkaitan erat dengan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron dalam siklus menstruasi. Ketidakseimbangan hormon ini mempengaruhi neurotransmitter di otak, seperti serotonin, yang dapat memperburuk gejala PMS[1]. Oleh karena itu, pengelolaan hormon menjadi salah satu strategi utama dalam mengatasi PMS berat.

 

Pilihan Kontrasepsi yang Bisa Membantu

Beberapa jenis kontrasepsi hormonal terbukti efektif dalam mengurangi gejala PMS, terutama pil KB untuk PMS yang mengandung kombinasi estrogen dan progestin[2]. Pil KB ini bekerja dengan menstabilkan kadar hormon, sehingga gejala PMS dapat berkurang[2].

Selain pil KB, kontrasepsi hormonal lain seperti patch, cincin vagina, dan suntikan juga dapat menjadi pilihan[2]. Namun, efektivitasnya bisa berbeda-beda pada setiap individu. Untuk lebih lanjutnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda[2].

 

Pilihan Kontrasepsi Hormonal

Pil KB Kombinasi

Terutama untuk pil yang mengandung ethinyl estradiol dosis rendah dan drospirenone Efektif untuk mengurangi gejala fisik dan emosional PMSPil KB kombinasi mengandung hormon estrogen dan progestin yang bekerja menstabilkan fluktuasi hormon selama siklus menstruasi. Dengan menyeimbangkan kadar hormon, pil ini efektif mengurangi gejala fisik seperti nyeri payudara, kembung, serta gejala emosional seperti perubahan suasana hati dan mudah marah. Pil KB kombinasi juga sering direkomendasikan bagi perempuan dengan PMS berat karena dapat memperbaiki keteraturan siklus haid dan mengurangi perdarahan berlebih[1].

 

Patch kontrasepsi

Alternatif bagi yang sulit mengingat minum pilPatch kontrasepsi adalah plester tipis yang ditempelkan pada kulit dan melepaskan hormon estrogen serta progestin secara stabil ke dalam tubuh. Patch ini cocok untuk perempuan yang sering lupa minum pil harian, karena hanya perlu diganti seminggu sekali[2]. Selain kemudahan penggunaan, patch juga efektif dalam mengurangi gejala PMS, walaupun efek samping seperti iritasi kulit atau nyeri payudara bisa terjadi pada sebagian pengguna[2].

 

Cincin vagina

Mudah digunakan dan memberikan dosis hormon yang stabilCincin vagina adalah alat kontrasepsi berbentuk lingkaran kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina. Cincin ini melepaskan dosis hormon yang konsisten selama tiga minggu, kemudian dilepas selama satu minggu[3]. Metode ini memberikan stabilitas kadar hormon, sehingga dapat membantu mengurangi gejala PMS baik fisik maupun emosional. Cincin vagina juga relatif mudah digunakan dan tidak memerlukan perhatian harian, namun beberapa perempuan mungkin mengalami keputihan atau iritasi ringan[3].

 

Suntikan kontrasepsi

Cocok untuk yang menginginkan perlindungan jangka panjangSuntikan kontrasepsi mengandung hormon progestin yang diberikan setiap 8–12 minggu sekali. Suntikan ini cocok untuk perempuan yang menginginkan perlindungan jangka panjang tanpa harus mengingat penggunaan harian atau mingguan[4]. Selain efektif sebagai kontrasepsi, suntikan ini juga dapat mengurangi gejala PMS berat dan bahkan menghentikan menstruasi pada sebagian pengguna. Namun, efek samping seperti perubahan berat badan atau perubahan siklus haid perlu diperhatikan dan didiskusikan dengan dokter sebelum memilih metode ini.

 

Efek Samping Kontrasepsi yang Perlu Diketahui

Meskipun kontrasepsi hormonal bermanfaat untuk PMS berat, ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. Kontrasepsi hormonal dapat memberikan efek sakit kepala, mual, perubahan berat badan, dan perubahan mood[2].

Pada beberapa kasus, kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan risiko pembekuan darah, terutama pada perempuan dengan faktor risiko tertentu[2]. Oleh karena itu, penting untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala selama penggunaan kontrasepsi hormonal.

 

Konsultasi ke Dokter

Melakukan konsultasi ke dokter sangat disarankan agar Anda mendapatkan informasi yang kredibel. Dokter akan mengevaluasi riwayat kesehatan, gejala PMS berat, serta preferensi Anda dalam memilih pil KB untuk PMS atau metode lain.

Konsultasi juga penting untuk memantau efek samping dan menyesuaikan pilihan kontrasepsi jika diperlukan.

Memilih kontrasepsi yang tepat dapat membantu meringankan gejala PMS sekaligus memberikan perlindungan efektif dari kehamilan yang tidak diinginkan. Berbagai pilihan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB kombinasi, pil mini, IUD hormonal, hingga metode lain seperti koyo dan cincin vagina, memiliki kelebihan dan efek samping yang perlu dipertimbangkan secara matang. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pribadi Anda. Dengan pendekatan yang tepat, kontrasepsi tidak hanya berfungsi sebagai alat pencegah kehamilan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup wanita yang mengalami PMS.

 

Sumber:

  1. http://mayoclinic.org/diseases-conditions/premenstrual-syndrome/symptoms-causes/syc-20376780
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22072-premenstrual-syndrome-pms/management-and-treatment
  3. https://hellosehat.com/seks/kontrasepsi/pil-kb-meringankan-gejala-pms/ 

  1. https://menstruasi.com/adulthood/efek-memakai-alat-kontrasepsi-terhadap-siklus-menstruasi/