Menopause Dini, Ini yang Perlu Diketahui
Pict: Freepik
Menopause merupakan kondisi alami yang yang terjadi pada wanita ketika fungsi ovarium dan menstruasi berhenti secara permanen. Umumnya menopause terjadi pada usia 45-55 tahun, dengan rata-rata di usia 51 tahun[1]. Namun, ada beberapa kasus wanita berhenti menstruasi dibawah umur 40 tahun, kondisi ini dikenal sebagai menopause dini.
Kondisi ini berkaitan dengan erat dengan perubahan hormon wanita yang terjadi lebih cepat dari biasanya. Menopause dini dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional wanita secara signifikan.
Kapan Normalnya Menopause Terjadi?
Secara umum, menopause terjadi pada rentang usia 45 hingga 55 tahun. Pada masa ini, ovarium mengalami penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron secara alami. Ketika penurunan ini terjadi, siklus menstruasi dapat berubah. Siklus tersebut bisa menjadi tidak teratur dan kemudian berhenti..
Faktanya faktor genetik berperan dalam menentukan kapan menopause akan terjadi. Jika ibu atau saudara perempuan mengalami menopause pada usia tertentu, terdapat kemungkinan perempuan tersebut juga mengalami hal yang serupa. Selain itu, faktor gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok juga dapat mempengaruhi waktu terjadinya menopause[1].
Penyebab Terjadinya Menopause Dini
Menopause Dini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat alami maupun akibat intervensi medis. Salah satu penyebab utama adalah gangguan autoimun, misalnya rehumatoid arthritis dan penyakit tiroid di mana sistem kekebalan tubuh menyerang ovarium sehingga fungsi reproduksi.
Selain itu, intervensi medis seperti pengangkatan ovarium atau terapi radiasi seperti (kemoterapi/radioterapi) pada area panggul dapat menyebabkan menopause dini. Faktor gaya hidup juga berperan, misalnya merokok yang dapat mempercepat penurunan fungsi ovarium. Masa tubuh rendah (BMI rendah) juga dapat mengurangi cadangan hormon estrogen di jaringan lemak.
Gejala Menopause Dini yang Perlu Diwaspadai
Umumnya gejala menopause mirip dengan tanda menopause pada usia normal, namun muncul lebih awal. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain ketidakteraturan siklus menstruasi, seperti pendarahan tidak teratur, siklus lebih panjang atau pendek, hingga berhenti sama sekali setelah 12 bulan tanpa haid.. Wanita juga dapat mengalami hot flashes, yaitu sensasi panas yang mendadak yang menyebar ke seluruh tubuh.
Selain itu, perubahan suasana hati seperti mudah marah, cemas, atau depresi, serta gangguan kognitif seperti sulit berkonsentrasi. Vagina kering dan penurunan libido juga merupakan gejala yang terjadi akibat kadar estrogen yang menurun. Karena menopause dini dapat mempengaruhi kesehatan secara menyeluruh, penting untuk mengenali gejala ini agar dapat segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dampak Menopause Bagi Kesuburan
Menopause dini secara langsung berdampak pada kesuburan wanita. Karena ovarium berhenti berfungsi lebih awal, produksi sel telur pun terhenti, sehingga peluang untuk hamil secara alami menjadi sangat kecil atau bahkan hilang sama sekali[2]. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi Anda yang mempunyai rencana memiliki anak di masa depan.
Selain itu, penurunan hormon estrogen yang signifikan juga mempengaruhi kesehatan tulang dan sistem kardiovaskular. Wanita dengan menopause dini memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis dan penyakit jantung. Oleh karena itu, menopause dini bukan hanya masalah kesuburan, tetapi juga kesehatan jangka panjang yang harus diperhatikan.
Tips Terhindar dari Menopause Dini
Meski menopause dini tidak selalu bisa dicegah, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menunda terjadinya kondisi ini. Menjaga pola hidup sehat merupakan kunci utama yang perlu anda lakukan. Olahraga teratur membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan kesehatan ovarium. Konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral juga penting untuk menjaga keseimbangan hormon.
Menghindari kebiasaan merokok merupakan hal yang direkomendasikan, karena ada zat dalam rokok yang sangat merusak ovarium. Kebiasaan merokok dan paparan bahan kimia berbahaya dapat merusak ovarium dan mengganggu sistem hormonal.
Mengkonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium juga dianjurkan untuk mendukung kesehatan tulang selama masa transisi menopause[2].
Selain itu, rutin pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter dapat membantu mendeteksi tanda menopause dini lebih awal. Dengan begitu, penanganan yang tepat yang diberikan untuk meminimalkan dampak negatifnya.
Sumber:
- https://nuhsplus.edu.sg/article/breaking-down-the-mystery-of-menopause#:~:text=But%20for%20most%20women%2C%20menopause,between%20two%20and%20eight%20years Diakses pada 7 Juli 2025.
- https://hellosehat.com/wanita/menopause/cara-mudah-menunda-menopause/ Diakses pada 7 Juli 2025.