Mitos dan Fakta Kontrasepsi IUD : Benarkah Berbahaya dan Bisa Pindah Tempat?

Berbahaya dan Bisa Pindah Tempat?

Sumber: Freepik

Kontrasepsi (Intrauterine Device ) IUD , adalah salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif. Namun, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat yang membuat perempuan ragu atau takut untuk menggunakannya.

Kontrasepsi IUD Sering Dikaitkan dengan Mitos yang Menakutkan

Mitos seputar IUD beredar luas di masyarakat, seperti cerita bahwa alat ini bisa berpindah tempat, menyebabkan kemandulan, atau bahkan membahayakan organ tubuh lainnya. Padahal, bukti ilmiah menunjukkan hal yang berbeda.

Banyak dari kekhawatiran ini berasal dari pengalaman buruk masa lalu dengan model IUD yang kini sudah tidak digunakan lagi, misalnya Dalkon Shield yang memang diketahui menyebabkan komplikasi berat pada tahun 1970-an. Meskipun demikian, stigma ini tetap mempengaruhi persepsi masyarakat hingga saat ini. [1]

Sebelum menilai negatif, sebaiknya Anda mengenal lebih dahulu alat kontrasepsi ini.

Apa Itu Kontrasepsi IUD ?

Merujuk publikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Intrauterine Device (IUD) adalah alat kontrasepsi kecil yang dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga medis terlatih. Salah satu bentuk yang paling dikenal adalah IUD berbentuk T, baik yang berbahan tembaga (IUD Tembaga) maupun yang melepaskan hormon (hormonal IUD). [2]

Prinsip kerja IUD:

  • Copper IUD: melepaskan ion tembaga yang menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi sperma sehingga mencegah fertilisasi. 
     
  • Hormonal IUD: melepaskan hormon (levonorgestrel) yang menebalkan lendir serviks sehingga sperma sulit menembus dan mencegah pembuahan. 
     

Kedua jenis ini tergolong sangat efektif, dengan angka keberhasilan mencegah kehamilan lebih dari 99% jika dipasang dengan benar.

 

Mitos Seputar Kontrasepsi IUD 

Berikut beberapa mitos yang sering beredar di masyarakat terkait IUD T yang perlu dipahami lebih mendalam:

1. IUD T Bisa Bergerak atau Pindah Tempat ke Organ Lain

  • Mitos: Banyak yang percaya IUD bisa merambat keluar dari rahim menuju organ lain seperti perut, hati, atau otak. 
  • Fakta: IUD dirancang untuk tetap di dalam rongga rahim. Dalam kasus yang sangat jarang, alat bisa keluar sebagian atau seluruhnya (expulsion) yang menyebabkan dapat berpindah ke organ lain pada kasus yang sangat jarang. 

2. IUD Menyebabkan Kemandulan

  • Mitos: Penggunaan IUD membuat wanita sulit hamil setelah dilepas.
  • Fakta: Fertilitas biasanya kembali normal segera setelah IUD dilepas. Tidak ada bukti bahwa IUD menyebabkan kemandulan permanen. 

3. IUD Menyebabkan Kanker atau Penyakit Serius Lainnya

  • Mitos: IUD dianggap dapat menyebabkan keganasan seperti kanker serviks atau rahim. 
  • Fakta: Tidak ada bukti kuat bahwa IUD meningkatkan risiko kanker. 

4. Pasangan Bisa Merasakan IUD Saat Berhubungan

  • Mitos: Mitra merasa alat tersebut saat bercinta. 
  • Fakta: Benang IUD mungkin sedikit terasa awalnya oleh pasangan, tapi biasanya tidak mengganggu aktivitas seksual jika dipangkas dengan benar oleh tenaga medis. [3]

5. IUD Hanya untuk Wanita yang Pernah Melahirkan

  • Mitos: Banyak yang percaya bahwa hanya perempuan dengan anak yang boleh pakai IUD. 
  • Fakta: Banyak guideline modern menyetujui IUD untuk wanita nullipara (belum pernah melahirkan), terutama jika sesuai dengan kondisi medis individu.

 

Fakta Medis tentang Kontrasepsi IUD 

  1. Efektivitas Tinggi 
    IUD merupakan salah satu metode kontrasepsi reversibel yang paling efektif. Tingkat keberhasilannya sangat tinggi, dan kesuburan umumnya kembari normal segera setelah IUD dilepas. [4] 
     
  2. Proses Pemasangan yang Cepat oleh Tenaga Medis 
    Pemasangan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dalam beberapa menit. Sebagian pasien mungkin mengalami sedikit nyeri atau kram ringan yang bersifat sementara. 
     
  3. Tidak Melihat IUD di Tempat yang Salah Secara Medis 
    IUD tidak akan “berpindah jauh” ke organ lain. Risiko paling sering adalah perforasi rahim saat pemasangan, tetapi kasus ini sangat jarang dengan angka kejadian kurang dari 1%. 
     
  4. Tidak Melindungi dari Infeksi Menular Seksual 
    Penting diingat, IUD tidak melindungi dari HIV atau penyakit menular seksual (PMS). Penggunaan kondom tetap disarankan jika ada risiko PMS.

 

Kelebihan dan Kekurangan IUD 

Berikut ini kelebihan dan kekurangan IUD yang harus dipahami.

  1. WHO mencatat bahwa IUD merupakan salah satu metode kontrasepsi paling efektif, dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 99% dalam mencegah kehamilan. [5] 
     
  2. IUD memiliki masa pakai yang lama, bisa efektif hingga ±10 tahun (tergantung jenisnya). 
     
  3. Tidak perlu diingat setiap hari.Setelah dipasang, IUD bekerja secara mandiri tanpa memerlukan konsumsi obat atau tindakan harian. 
     
  4. Setelah IUD dilepas, peluang hamil kembali dengan cepat , sehingga cocok untuk perempuan yang ingin menjaga opsi fertilitas. 

 

Kekurangan dan Hal yang Perlu Diketahui :

  1. Nyeri ringan saat pemasangan atau awal penggunaan.Beberapa perempuan mungkin merasakan kram atau tidak nyaman saat pemasangan maupun beberapa hari setelahnya. Keluhan ini biasanya bersifat sementara.
  2. Perubahan pola menstruasi, IUD tembaga dapat menyebabkan menstruasi lebih banyak atau lebih lama, terutama pada bulan-bulan awal penggunaan. [6]
  3. Kemungkinan IUD bergeser atau lepas, Meskipun jarang, IUD dapat bergeser atau keluar sebagian (expulsion). Risiko ini sedikit lebih tinggi pada perempuan muda atau mereka yang belum pernah melahirkan (nullipara).

 

Tips Aman Menggunakan Kontrasepsi IUD 

Berikut beberapa tips supaya penggunaan IUD aman dan efektif:

1. Konsultasi Sebelum Pemasangan 
Bicarakan dengan tenaga medis tentang riwayat kesehatan, alergi, atau kondisi tertentu sebelum pemasangan.

2. Perawatan Pasca Pemasangan 
Ikuti jadwal kontrol yang disarankan tenaga kesehatan, biasanya 4–6 minggu setelah pemasangan untuk memastikan posisi tepat.

3. Kenali Gejala Bahaya 
Jika mengalami demam tinggi, perdarahan hebat, atau nyeri yang tidak wajar, segera konsultasikan dengan dokter.

4. Pertimbangkan Edukasi Pasangan 
Edukasi pasangan tentang cara kerja IUD dapat meningkatkan kenyamanan dan dukungan selama pemakaian.

5. Periksa Benang 
Setiap bulan, kamu dapat meraba benang IUD untuk memeriksa alat masih berada pada posisinya. Pemeriksaan sederhana ini membantu mendeteksi jika IUD bergeser atau terlepas.

Kontrasepsi IUD adalah metode kontrasepsi yang terbukti dapat ditoleransi, sangat efektif, dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Banyak mitos yang tidak berdasar secara medis, seperti IUD berpindah ke organ lain atau menyebabkan kemandulan, telah dibantah oleh penelitian medis.

Meskipun beberapa pengguna dapat menghadapi risiko pada awal pemakaian, manfaat IUD umumnya jauh lebih besar bila metode ini dipilih sesuai kebutuhan individu dan dipasang melalui konsultasi serta peniliaian tenaga kesehatan.

 

Sumber Artikel:

  1. Alat kontrasepsi dalam rahim: menepis mitos-mitos yang beredar. Diakses 9 Februari 2026  
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9834505/ 
  2. Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD). Diakses 9 Februari 2026 
  3. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/intrauterine-devices
  4. Kesalahpahaman dan Mitos tentang Alat Kontrasepsi Intrauterin dan Dampaknya terhadap Penggunaan. Diakses 9 Februari 2026 
    https://rjms.journalgrid.com/view/article/rjms/12434455?utm_source 
  5. Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD). Diakses 9 Februari 2026 
    https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/intrauterine-devices 
  6. Metode Kontrasepsi Non-Hormon – Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD). Diakses 9 Februari 2026 
    https://www.arhp.org/non-hormonal-contraceptive-methods-intrauterine-devices/